Loading...

Manfaat Tanaman Refugia

Manfaat Tanaman Refugia
Dewasa ini petani cenderung menggunakan pestisida sintetis secara berlebihan untuk menanggulangi serangan hama dengan harapan lebih umudah dan efisien dalam pembasmian hama. Namun ternyata usaha pengendalian tersebut hanya ditujukan untuk memusnahkan hama tanpa memperhatikan dampak yang ditimbulkan dari penggunaan pestisida sintesis terhadap ekologi seperti keseimbangan dan kestabilan ekosistem. Oleh karena itu cara pengendalian hama semacam ini harus segera ditinggalkan dan beralih ke konsep pengelolaan hama yang berwawasan ekologi dan ramah lingkungan yaitu seperti pemanfaatan tanaman pinggir atau ada yang menyebutnya dengan tanaman perangkap yang dapat mendorong stabilitas ekosistem sehingga populasi hama dapat ditekan dan berada dalam kesetimbangannya. Jenis tanaman pinggir yang dipilih harus mempunyai fungsi ganda yaitu, disamping sebagai penghalang masuknya hama ke pertanaman pokok, juga sebagai tanaman refugia yang berfungsi untuk berlindung sementara dan penyedia tepung sari untuk makanan alternatif predator jika mangsa utama populasinya rendah atau tidak ada di pertanaman pokok. Refugia adalah pertanaman beberapa jenis tumbuhan yang dapat menyediakan tempat perlindungan, sumber pakan atau sumberdaya yang lain bagi musuh alami seperti predator dan parasitoid ((Nentwig, 1998; Wratten et al., 1998) dalam Allifah et.al2013 dan Pertiwi 2014)). Refugia berfungsi sebagai mikrohabitat yang diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam usaha konservasi musuh alami. Bagi musuh alami, tanaman refugia ini bermanfaat sebagai sumber nektar. Tanaman refugia sendiri dibagi menjadi beberapa jenis, diantaranya yaitu: Tanaman hias : Bunga Matahari (Helianthus annuus), bunga kertas zinnia (Zinnia peruviana), (Zinnia acerosa), (Zinnia bicolor), (Zinnia grandiflora), (Zinnia elegans), kenikir (Cosmos caudatus) dll. Gulma : Babadotan (Ageratum conyzoides), Ajeran (Bidens pilosa), Bunga tahi ayam (Tagetes erecta). Sayuran : Kacang panjang (Vigna unguiculata sesquipedalis), bayam (Amaranthus spp.) Hal yang perlu diperhatikan dalam menanam tanaman refugia adalah dengan memberi jarak antara tanaman refugia itu sendiri dengan komoditas utama agar tidak ada persaingan dalam penyerapan unsur hara dan air. Selain itu, tanaman yang dijadikan sebagai tanaman refugia sebaiknya dipilih agar dapat memenuhi kriteria seperti memilih tanaman yang memiliki bunga dan warna yang mencolok, memilih tanaman yang memiliki bau khas yang tidak disukai hama, regenerasi tanaman cepat dan berkelanjutan, serta dapat ditumpang sarikan dengan tanaman pematang lain. Tanaman refugia sebaiknya ditanam sebelum tanaman utama ditanam agar dapat dimanfaatkan sebagai tempat berlindung dan berkembang biak bagi musuh alami dan serangga pollinator yang berperan dalam polinasi yaitu perantara penyerbukan tanaman. Tanaman refugia cocok ditanam di pematang sawah. Diusahakan agar penanaman refugia sejajar dengan sinar matahari sehingga tidak menutupi atau mengganggu penyerapan sinar matahari bagi tanaman utama. Selain itu pengolahan lahan dan pemupukan yang tepat sangat dianjurkan agar tanaman refugia tumbuh sesuai yang diharapkan. Manfaat dari menanam tanaman refugia ini juga sangat banyak, yaitu sebagai mikrohabitat yang diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam usaha konservasi musuh alami, sumber nektar atau pakan bagi musuh alami sebelum adanya populasi hama di pertanaman, terciptanya agroekosistem yang seimbang dimana jumlah hama yang ada dapat ditekan oleh keberadaan musuh alaminya sehingga tidak menimbulkan kerugian secara ekonomi (di bawah ambang batas ekonomi). Sangat dianjurkan bagi petani khususnya petani padi untuk menanam tanaman refugia dipematang sawah sebelum menanam padinya guna mengurangi serangan hama dengan memperhatikan ekologi dan tentunya ramah lingkungan.