Vanili (Vanilla planifolia) adalah sejenis tanaman berfisik pendek dengan daun berukuran sedang berasal dari mexico dan dibudidayakan untuk pembuatan bumbu pelengkap untuk adonan kue. Buah vanili yang berwarna kekuningan dan batang tanaman vanili adalah anggota pada tubuh vanili yang banyak di proses sebagai vanili yang saat ini banyak dipasarkan di Indonesia sebagai pengharum dalam pembuatan kue dan makanan. Bahan tambahan untuk pembuatan kue ini tersedia dalam beberapa bentuk yaitu pasta, cair, dan bubuk. Kedua bentuk bahan vanili ini tersedia dalam beberapa kemasan mulai dari kemasan kecil hingga besar. Vanili atau vanilla memiliki aroma yang harum dan rasa yang enak saat ditambahkan ke makanan. Namun tak hanya itu saja, ternyata ada banyak manfaat vanili untuk kesehatan berkat kandungan antibakteri dan antioksidan di dalamnya. Menariknya, ekstrak vanili juga mengandung alkohol sekitar 35-40. Menambahkan sejumput ekstrak vanili atau vanilla ke dalam olahan kue bisa memberikan aroma manis yang menggugah selera, itulah salah satu yang membuat tanaman vanili tersohor. Namun tak hanya itu saja, ternyata ada banyak manfaat vanili untuk kesehatan berkat kandungan antibakteri dan antioksidan di dalamnya. Menariknya, ekstrak vanili juga mengandung alkohol sekitar 35-40%. Bahkan, mengonsumsi satu botol penuh ekstrak vanili dapat menyebabkan seseorang mabuk dan berisiko memicu komplikasi kesehatan. Jadi, untuk mendapatkan manfaat tanaman vanili untuk kesehatan, dosisnya pun perlu diperhatikan. Manfaat vanili bagi kesehatan. Sejak ratusan tahun silam, tanaman vanili kerap dijadikan penambah rasa untuk makanan dan minuman. Di pasaran, ada jenis ekstrak vanili yang di olah secara sintetis dan ada pula yang benar-benar alami. Biasanya, harga ekstrak vanili yang alami jauh lebih mahal dibandingkan dengan yang sintetis. Beberapa manfaat tanaman vanili bagi kesehatan, seperti : Menangkal bakteri. Tanaman vanili bersifat antibakteri, artinya dapat mencegah seseorang mengalami infeksi. Dalam riset tahun 2014 lalu, minyak esensial vanili yang diaplikasikan ke peralatan medis dapat mencegah tumbuhnya sel bakteri tertentu. Selain itu, penelitian lain juga menyebut vanillin, ethyl vanillin, dan vanillic acid mengandung zat antibakteri yang dapat melawan spesies Cronobacter. Jenis bakteri ini biasanya menyebabkan infeksi parah pada anak-anak, lansia, dan orang dengan masalah sistem imun. Antioksidan. Manfaat tanaman vanili untuk kesehatan lainnya adalah kandungan antioksidan yang dapat melawan zat radikal bebas. Baik itu zat radikal bebas dari dalam tubuh maupun paparan dari lingkungan sekitar. Bahkan, berkat kandungan antioksidannya, tanaman vanili di sebut berpotensi dalam penanganan terapi pasien kanker. Menenangkan gejala depresi. Ternyata ada alasan ilmiah mengapa mencium aroma vanili dapat membuat seseorang merasa tenang dan rileks. Ekstrak vanili mengandung efek antidepresan yang bekerja mirip seperti obat antidepresi yaitu fluoxetine. Namun, tentu tidak serta merta orang yang mengalami tingkatan depresi bisa beralih dari obat medis ke ekstrak vanili tanpa pengawasan atau rekomendasi dokter. Studi lain tahun 1994 menyebut bahwa aroma seperti vanili dapat menurunkan kadar kecemasan pada pasien yang menjalani prosedur MRI untuk pemeriksaan kanker. Itu sebabnya aroma vanili termasuk salah satu jenis parfum yang populer dan disukai banyak orang. Kandungan mineral bermanfaat. Di dalam tanaman vanili, terdapat kandungan mineral bermanfaat berupa magnesium dan potasium. Magnesium membantu fungsi otot dan saraf, sementara potasium juga penting agar jantung dan ginjal bisa berfungsi optimal. Idealnya, orang dewasa memerlukan 2.600-3.400 mg potasium dan 320-410 mg magnesium setiap harinya. Sumber asupan mineral seperti potasium dan magnesium bisa di peroleh dari mana saja, utamanya makanan bergizi. Meskipun ekstrak vanili hanya berkontribusi sedikit yaitu sekitar 6 mg dalam satu sendok makannya, tetap saja bisa memberikan manfaat bagi tubuh. Selain beberapa manfaat tanaman vanili untuk kesehatan di atas, ada juga klaim yang menyebut vanili dapat meredakan perut kembung hingga demam. Namun, masih perlu lebih banyak lagi bukti ilmiah untuk memastikan efektivitas manfaatnya. Jumlah asupan vanili pada tiap orang berbeda, bergantung pada banyak faktor seperti usia, kondisi kesehatan, dan riwayat medis. Meskipun tanaman vanili termasuk alami, jangan sepelekan dosis yang aman. Mengonsumsi ekstrak vanili dalam jumlah terlalu banyak justru berisiko menyebabkan komplikasi kesehatan. Belum lagi kandungan alkohol sebanyak 35-40% dalam vanili yang dapat membuat seseorang mabuk jika mengonsumsinya berlebihan. Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP) Alamat Email : harnati_r@yahoo.com Sumber Bacaan : https://www.sehatq.com/artikel/manfaat-menarik-tanaman-vanili-bagi-kesehatan-tubuh https://manfaat.co.id/manfaat-vanili-untuk-kue https://mommyasia.id/9244/article/keunggulan-vanili-bubuk-untuk-bikin-kue-simak-cara-pemakaiannya Sumber Gambar : hargano.com