Loading...

MEDIA TANAM ANGGREK

MEDIA TANAM ANGGREK
Anggrek merupakan jenis tanaman hias yang selalu disukai dan diminati banyak orang. Negara Indonesia sebagai negara tropis menjadi tempat yang sangat cocok untuk aneka jenis tanaman anggrek. Bunganya yang tahan lama, tidak mudah rontok dan warnanya yang cantik membuat tanaman ini dapat dinikmati dalam waktu yang lama. Tidak semua orang dapat membudidayakan dan merawat tanaman anggrek secara telaten agar selalu berbunga. Tanaman ini membutuhkan perhatian dan perlakuan tertentu dalam pemeliharaannya. Salah satu hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah media tanamnya. Media tanam adalah bahan atau media yang digunakan sebagai tempat atau perantara tumbuh dan berkembangnya akar suatu tanaman. Media tanam bisa berupa tanah ataupun non tanah. Fungsi dari sebuah media tanam yaitu sebagai penyangga atau penopang tanaman yang dipelihara di dalam pot atau drum, sebagai penyedia nutrisi atau unsur hara, serta sebagai penyedia air untuk tanaman. Baik tidaknya sebuah media tanam harus memenuhi beberapa syarat yaitu mengandung unsur hara makro dan mikro yang sangat penting untuk tumbuh kemabang tanaman. Media tanam yang baik akan menghasilkan tanaman yang sehat, berdaun lebat, sering berbuah (jika tanaman buah), warna daun cerah dan tahan dari serangan hama penyakit. Secara umum dapat digambarkan, media tanam paling tidak memenuhi kriteria mampu menjaga kelembaban akar, kemampuan mengikat udara yang bagus, serta kemampuan menahan ketersediaan unsur hara yang baik buat tanaman. Dalam hal budidaya tanaman anggrek, jenis media tanam yang dipakai di setiap daerah tidak selalu sama. Media tanam yang umum berupa arang, sabut kelapa, batang pakis, serta pecahan batu bata/genteng. Bahan-bahan tersebut dapat juga dikombinasikan. Terdapat beberapa jenis media anggrek yang umum digunakan, antara lain:1. Arang kayuMedia ini memiliki kemampuan mengikat air yang cukup bagus. Tidak mudah lapuk dan tidak mudah ditumbuhi cendawan dan bakteri. Kelemahan dari media ini memiliki unsur hara yang sangat sedikit serta harga yang relatif tidak lebih murah dari pada media lain.2. Pecahan batu bata/gentengMedia ini sangat cocok karena mampu menyimpan air dan unsur hara. Media ini tidak mudah lapuk dan memiliki drainase serta aerasi yang bagus.3. Batang pakisMedia ini tidak mudah lapuk, daya ikat air yang bagus serta kemampuan aerasi dan drainase yang baik menjadi kelebihannya. Diusahakan pakis yang digunakan berbentuk potongan-potongan kecil tetapi tidak halus karena dapat menyebabkan busuk akar. Sebelum digunakan sebaiknya media ini direndam dulu dalam larutan fungisida dan insektisida untuk menghindari pakis menjadi sumber inokulum dan menjadi sarang serangga. 4. Sabut kelapa / coco peatMedia ini gampang diperoleh dan harganya pun relatif murah. Sabut kelapa mempunyai daya simpan air yang baik serta mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Pilihlah sabut kelapa yang sudah tua dan dipotong-potong sesuai ukuran pot. Adpun kelemahan dari sabut kelapa mudah melapuk dan membusuk dan dikhawatirkan dapat menjadi sumber penyakit.5. Serutan atau potongan kayuMedia ini lebih banyak digunakan untuk bunga anggrek terestrial (jenis bunga anggrek tanah). Serutan atau potongan kayu memiliki aerasi dan drainase yang baik, tetapi berdaya serap air kurang baik. Selain itu, media tanam ini miskin unsur nitrogen. Sebelum digunakan sebagai media, serutan kayu sebaiknya direndam dulu dengan larutan pupuk urea dan TSP, bisa ditambah pestisida untuk mencegah munculnya hama dan penyakit tanaman.6. Moss KadakaKadaka adalah jenis tanaman marga paku-pakuan, bentuknya menyerupi rumput. Kadaka biasanya dijadikan sebagai media tanam bunga anggrek epifit maupun terestrial. Ditulis oleh: Mahfudzah, PPL di BPP Kec. Meurah Dua