Loading...

Mekanisme Pasar Dan Elastisitas HargaTerhadap Permintaan.

Mekanisme Pasar Dan Elastisitas HargaTerhadap Permintaan.
Mekanisme Pasar Dalam rantai pemasaran, pasar memegang peranan penting. Dalam suatu pasar, penawaran (supply) dan pemintaaan (demand) saling bertemu. Secara pengertian sederhana, pasar merupakan tempat pertemuan antara pembeli dan penjual. Jumlah barang diminta tergantung pada harga, semakin tinggi harga barang, maka permintaan semakin kurang dan sebaliknya bila harga turun permintaan bertambah. Jumlah barang yang ditawarkan juga tergantung harga, semakin tinggi harga barang, semakin tinggi pula barang yang ditawarkan dan sebaliknya semakin rendah harga barang semakin sedikit barang ditawarkan. Harga kesimbangan adalah harga dimana terjadi keimbangan antara jumlah pemintaan dan penawaran. Pasar dikatakan sempurna bila terjadi kesimbangan jumlah permintaan dan penawaran. Pasar sempurna atau lebih tepat disebut pasar dengan persaingan sempurna mempunyai ciri - ciri sbb: 1) Produk atau komoditi yang homogen, sehingga pembeli tidak mempunyai keinginan untuk memilih sebagian yang khusus dari sejumlah barang yang ditawarkan, karena barang-barang yang ditawarkan itu tidak berbeda dalam kualitas, grade, bentuk dsb; 2) Pembeli banyak dan penjual pun banyak sehingga tidak seorang pun mempengaruhi proses pasar secara individual; 3) Semua "perserta pasar" (market parties) mengetahui secara lengkap mengenai situasi pasar, bukan hanya menyangkut suatu daerah setempat saja tetapi juga mengenai seluruh daerah yang mungkin mempengaruhi proses pasar. Pasar "tembus cahaya" (transparant) adalah pasar dinamis yang terdapat infomsi lengkap tentang: (a) jumlah produksi di wilayah lain; (b) permintaan terhadap komoditi yang bersangkutan di wilayah lain; (c) kemungkinan eksport; (d) semua informasi lain yang erat terkait dengan proses pasar. Untuk beberapa produk, pasar mendekati "situasi sempurna". Contoh di Negeri Belanda: sistem pelelangan untuk sayuran, untuk grade yang sudah pasti, proses pasar menurut pengertian ini "sudah hampir sempurna". Contoh di Indonesia: pelelangan ikan laut, pelelangan karet di Sumatera Utara dan Jambi. Dalam kenyataannya, kebanyakan pasar menyimpang dari situasi sempurna, karena: 1) Kebanyakan produk bersifat heterogen; 2) Hanya ada beberapa "peserta pasar", baik pada pihak penawaran maupun pada pihak permintaan; 3) Satu atau beberapa penjual dan banyak pembeli (situasi monopoli) 4) Banyak penjual, tetapi sangat sedikit pembeli (monopsoni atau posisi yang biasanya disebut monopoli pada pihak pembeli) Elastisitas Harga terhadap permintaan Elastisitas harga terhadap permintaan adalah perubahan jumlah barang yang diminta oleh konsumen sebagai akibat perubahan harga. Bila pernyatan tersebut diterapkan dengan menggunakan persamaan, maka diperoleh beberapa pernyataan , antara lain: 1) Perubahan harga dan perubahan barang yang dibeli dapat dinyatakan dalam persen; 2) Perubahan harga dan perubahan barang yang dibeli dapat dinyatakan dengan angka elastisitas. Bila elastisitas harga terhadap permintaan dinyatakan dengan angka, maka ada 3 macam besaran angka elastisitas, yaitu: 1) Kurva permintaan berelastisitas satu (e = 1) : bila perubahan proporsional dalam jumlah dan harga sama. 2) Kurva permintaan berelastisitas lebih dari satu (e > 1) : bila perubahan proporsional dalam jumlah lebih besar dari perubahan harga. 3) Kurva permintaan berelastisitas kurang dari satu (e < 1) : bila perubahan proporsional dalam jumlah lebih kecil dari perubahan harga. Dalam menuliskan angka elastisitas ini ditulis negative di mukanya, ini menunjukan bahwa harga naik diikuti oleh penurunan jumlah barang yang diminta, dan sebaliknya harga turun diikuti dengan kenaikan jumlah barang yang diminta. Mengenai permintaan elastis dan inelastis dalam kejadian sehari-hari dapat dilihat contoh berikut: Permintaan yang inelastis; Pada komoditi beras, penurunan harga dibawah patokan harga pasarnya tidak akan diukuti dengan peningkatan permintaan yang besar, dengan perkataan lain kualitas beras yang dikonsumsi tidak banyak berubah sebagi akibat kenaikan atau penurunan harga. Contoh lain adalah garam, kopi, susu, singkong, kubis. Pada umumnya produk-produk pertanian adalah inelastis. Permintaan yang elastis; Pada komoditi apel, adanya penurunan harga apel dari harga pasar, maka permintaan akan apel bertambah Rumus elastisitas sbb. e = % ? Q / % ? P e = elastisitas; ? Q = perubahan jumlah barang yang; ? P = perubahan harga. Untuk mengetahui perhitungan elastisitas harga yang dapat dipercaya dari angka-angka statistik, diperlukan data time series yang panjang, paling sedikit 20 tahun Pentingnya mengetahui dan memperhatikan besarnya elastisitas harga ini adalah bagi para perencana akan dapat dengan mudah merencanakan berapa besarnya permintaan terhadap suatu komoditi tertentu di masa yang akan datang. Sumber:: Departemen Pertanian, Badan Diklat Pertanian, Agribisnis Seri VI,tahun 1993 Penulis : Marwati (Penyuluh Pertanian, Badan PPSDM Pertanian, Kementan)