Krisan merupakan tanaman hias yang cukup dikenal oleh masyarakat pecinta tanaman hias baik di dalam negeri maupun di luar negeri.Tanaman ini cukup popular dan sangat prosfektif untuk dikembangkan di ndonesia. Keindahan bunga ini terletak pada variasi tipe dan warna yang sangat banyak, sehingga memudahkan konsumen menggunakan untuk berbagai keperluan. Usaha budidaya krisan telah berkembang di berbagai sentra produksi di Indonesia sebagai usaha yang menguntungkan bagi petani. Permintaan bunga krisan ini cukup tinggi terutama pada hari-hari besar keagamaan, hari valentine, hari ibu, dan hari-hari besar nasional lainnya. Peluang untuk mengembangkan budidaya tanaman krisan, guna memenuhi kebutuhan baik didalam maupun diluar negeri agaknya tetap terbuka. Seiring dengan permintaan bunga potong krisan yang semakin meningkat, maka peluang agribisnis perlu terus dikembangkan.Seiring dengan meningkatnya permintaan pasar, usaha budidaya krisan yang awalnya terkonsentrasi di Pulau Jawa, saati ini telah menyebar luas keberbagai propinsi seperti : Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Bali, dan Sulawesi Utara. Budidaya krisan dilakukan oleh pelaku usaha berskala besar, menengah dan kecil dengan segmen pasar yang berbeda.Pelaku usaha berskala besar umumnya berorientasi pada usaha produksi untuk pemenuhan kebutuhan pasar domestic dan internasionl, sedang pelaku usaha menengah dan kecil mengakomodasi permintaan pasar domestik. Perbedaan orientasi produk antar pelaku usaha tersebut terkait dengan kemampuan menghasilkan produk dengan mutu sesuai persyaratan segmen pasar yang dituju. Segmen pasar internasional mensyaratkan mutu lebih tinggi dengan konsekwensi memberikan imbalan insentif harga yang lebih baik dibandingkan dengan segmen pasar domestik. Perompesan daun sanencens bertujuan untuk menjaga kualitas pertumbuhan tanaman dengan baik, mengurangi sumber penularan OPT dengan tepat dan menjaga sanitasi lingkungan petak pertanaman dengan baik, mengurangi serangan penyakit karat daun, untuk mencegah terjadinya akumulasi OPT dan menjaga kesehatan tanaman ditempat terisolasiKegiatan simultan Perompesan daun sanencens yang dilakukan :? Membersihkan/membuang tangkai dan daun yang terletak 1/3 terbawah ? Membersihkan daun yang terserang OPT? Membuang kotoran atau benda asing di seluruh bagian bunga Cara melakukan perompesan daun sanescentPeralatan yang diperlukan disiapkan sesuai kebutuhanKriteria perompesan daun senencent ditetapkan sesuai POSProsedur perompesan dikuasai dengan baik dan benar agar tidak merusak tanaman Daun sanencens diperiksa pada tiap tanaman dan yang menujukan penguningan ditetapkan untuk dirompes dan pakaian K3 dikenakan sesuai prosedur standarCara perompesan daun sanescent daun sanencent dirompes sesuai POS, Daun sanencens yang telah dirompes dikumpulkan dalam wadah penampungan, daun sanencens dibuang ketempat yang telah ditentukan dan perompesan daun dilaksanakan bersama penegndalian penyakitDitulis ulang oleh : Dalmadi BBP2TP BogorSumber : Balitbangtang Direktorat Tanaman Hias Direktorat Jenderal Hortikultura SOP Budidaya Krisan Potong dan Berbagai sumber lainnya Gambar :. Elvina herdiani dan lainnya