Loading...

memahami Penerapan Konservasi tanah

memahami Penerapan Konservasi tanah
Konservasi tanah mengandung pengertian bagaimana kita menggunakan tanah agar dapat memberi manfaat yang optimum bagi kepentingan umat manusia dalam jangka waktu berkelanjutan. Kegiatan konservasi tanah meliputi pengendalian erosi, banjir, pengaturan pemanfaatan air, peningkatan daya guna lahan, peningkatan produksi dan pendapatan petani termasuk peningkatan peran serta masyarakat yang terpadu dan kegiatan pengamanannya (Wahyudi 2014). Kegiatan konservasi tanah diutamakan menggunakan metode mekanis (teknik sipil), seperti pembuatan teras sering, bangunan pengendali, bangunan penahan sedimen dan erosi dan lain-lain (Masaki, 1995). Tahapan pelaksanaan kegiatan konservasi meliputi perencanaan, pelaksanaan, bimbingan teknis pelaksanaan, pemeliharaan, monitoring dan penyuluhan pada masyarakat. Tujuan Konservasi Tanah Pada dasarnya konservasi tanah adalah untuk menjamin bahwa sumberdaya tanah dan air dapat mendukung kehidupan secara berkesinambungan Melindungi agar sumberdaya tanah dan air tidak mengalami kerusakan (kalau tanah sudah rusak) memperbaiki tanah agar menjadi produktif kembali : Rehabilitasi Meningkatkan produktivitas tanah yang sejak awal merupakan tanah tidak/kurang produktif :Reklamasi Metode Konservasi Tanah Menggunakan tanah sesuai dengan kemampuannya Memberi perlakuan pada tanah: Melindungi permukaan tanah, biasanya dilakukan dengan tanaman, oleh karena itu disebut juga cara vegetatif Melakukan pekerjaan-pekerjaan teknik sipil pada tanah, disebut juga cara mekanis Memberikan masukan bahan untuk memperbaiki sifat tanah, biasanya dengan bahan kimia ( krilium,PVA,kapur dlsb.), disebut cara kimia Anas. Penyuluh Pertanian BPP.Tambak - Pulau Bawean