Loading...

MEMANEN MADU DIPEKARANGAN

MEMANEN MADU DIPEKARANGAN
Penulis : Sa’adillah, SST, Penyuluh Pertanian Kec.Bintang AraMadu adalah cairan yang berasal dari nektar berbagai tanaman yang dikumpulkan oleh lebah penghasil madu.Kompleksnya kandungan enzim, vitamin dan mineral pada madu sudah sejak dulu dipercaya memiliki banyak khasiat dan manfaat, karena kandungan madu yg begitu kompleks, tua, muda, bahkan anak-anak tak ragu minum madu demi kesehatan.Namun sebelum kita meminum madu, pastikan madu yang kita minum adalah asli. Cara yang paling mudah dalam memastikan keaslian madu adalah dengan memanen sendiri.Sebagian orang mungkin bertanya – tanya bagaimana cara memanen madu sendiri, apalagi dipekarangan, yang berarti beternak lebah madu dipekarangan sendiri, sedangkan dalam menghadapi lebah, biasanya perlu keahlian khusus, peralatan khusus, serta keberanian ekstra. Pada umumnya orang akan perfikir pasti berbahaya bagi diri sendiri dan anggota keluarga lain, terutama anak – anak.Yang tidak banyak diketahui masyarakat pada umumnya adalah bahwa lebah madu sebenarnya ada yang tidak memiliki sengat dan relatif jinak atau tidak berbahaya. Dimasyarakat suku jawa dikenal dengan nama klanceng, Orang melayu menyebutnya kalulut atau kelulut.Secara umum lebah madu terbagi dua golongan/jenis, pertama lebah bersengat yang dikenal dengan sebutan apis. Kedua lebah tanpa sengat yang dikenal dengan nama Trigona. Apis dan trigona ini terbagi lagi dengan banyak jenis dan nama. Diantara jenis apis adalah Apis dorsata, apis melifera, apis cerana dll. Sedangkan untuk trigona lebih banyak lagi. Apabila ditotal mencapai 150 jenis bahkan lebih diseluruh dunia, di Indonesia sekitar 50 jenis yang sudah diketahui, dan dipulau kalimantan sendiri lebih kurang 40 jenis yang sdh teridentifikasi. Contohnya dikenal dengan namaitama, terminata, binghami, toracica dll.Walaupun kedua jenis lebah ini berbeda tapi sama-sama menghasilkan madu. Walupun madu yang dihasilkanpun sedikit berbeda. Dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Contohnya ; Madu lebah bersengat (apis) biasanya punya aroma khas wangi madu, serta lebih manis. Madu lebah tanpa sengat/kelulut (trigona) biasanya cenderung lebih asam/kecut, tetapi mempunyai manfaat/khasiat beberapa kali lipat dibanding madu lebah apis. Walaupun secara umum aroma, rasa, dan warna madu yang dihasilkan lebah tergantung dari jenis lebah itu sendiri, serta vegetasi yang menjadi sumber nektar si lebah.Budidaya kelulut dipekarangan sangat memungkinkan untuk dilakukan, tentunya dengan memperhitungkan vegetasi, vegetasi harus mendukung tiga unsur utama, resin, nektar, dan pollen. Sebagai sumberdaya keberlangsungan sebuah koloni kelulut. Adapun cara budidaya bisa dilakukan dengan dua cara ;Pertama, sistem topping,yaitu log kayu yang dipasangi topping. Kedua dengan sistem stup (kotak), cara ini adalah dengan membongkar koloni asli dan dipindahkan kedalam kotak atau sejenisnya yang sudah disiapkan sebelumnya. Kedua cara ini mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.Masa panen dan jumlah produksi madu dalam satu koloni tidak sepenuhnya berbanding lurus dengan lama tidaknya keberlangsungan hidup koloni, tetapi sangat dipengaruhi oleh ketersediaan sumber – sumber pendukung keberlangsungan koloni yang erat kaitannya dengan musim. Terutama musim kemarau yang bertepatan dengan musim tanaman berbunga.Demikian pemaparan umum, singkat, serta yang masih banyak kekurangan ini semoga menjadi motivasi bagi para pembaca untuk belajar lebih jauh lagi serta bisa membudidyakannya, minimal untuk keluarga sendiri, agar bisa mewujudkan memanen madu dipekarangan sendiri.Harapan kami bagi rekan-rekan penggiat atau peternak kelulut mungkin bisa menambahkan, membagi ilmu dan pengalamannya.