Loading...

Memanfaatkan Kompos Kulit Kopi dan Zeolit Untuk Mengendalikan Penyakit BPB pada Lada

Memanfaatkan Kompos Kulit Kopi dan Zeolit Untuk Mengendalikan Penyakit BPB pada Lada
Tanaman Lada merupakan salah satu tanaman komoditas perkebunan yang banyak ditanam oleh masyarakat Indonesia. Tanaman Lada (Piper ningrum L.) merupakan tanaman rempah. Indonesia sebagai salah satu Negara penghasil Lada sekaligus Negara pengekspor Lada kedua terbesar di dunia setelah Vietnam. Budidaya Lada diusahakan sebagai salah satu sumber pendapatan petani serta komoditas ekspor Negara Indonesia. Tanaman Lada banyak ditemukan dalam bentuk perkebunan rakyat. Petani mengembankan Lada sebagai tanaman rempah maupun obat. Tanaman Lada sebagai komoditi ekspor dan sebagai sumber devisa. (hariana, 2009) mengemukakan bahwa buah lada diyakini berkhasiat meringankan gejala masuk angin, gejala demam, reatik, mencegah impotensi, mencegah dan mengatasi sakit lambung, mengatasi hernia, panas dalam, asam urat. Di Indonesia sentra penanaman lada terletak pada propinsi Bangka Belitung, Lampung, Sulawesi Tenggara, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Timur. Buah lada juga dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia sebagai bumbu masakan. Salah satu penyakit lada yang meresahkan petani lada adalah penyakit busuk pangkal batang pada lada. Penyakit disebabkan oleh jamur phytophthora capsici. Penyakit ini dapat menyerang seluruh bagian tanaman namun bagian yang paling berbahaya bila jamur tersebut menyerang pangkal batang dan akar tanaman. Adapun ciri- ciri penyakit tersebut adalah: Infeksi pada daun yang menyebabkan gejala bercak coklat pada bagian tengaj atau tepi ujung daun. Pangkal batang membusuk, terjadi perubahan warna pada pangkal batang semula berwarna coklat kekuningan, kem,udian coklat kemerahan, coklat kehitaman hingga berubah warna menjadi hitam. Kulit batang terkelupas dan jaringan kayu akan terlihat coklat kehitaman. Serangan pada pangkal batang dapat menyebabkan daun pucuk layu diikuti daun-daun dibawahnya kemudian gugur atau tetap menggantung. Adapun beberapa hasil penelitian mengungkapkan keuntungan yang didapat dengan menggunakan kompos dan zeolit. Adapun keuntungan yang didapat adalah: Pertama, di salah satu sentra lada hitam, yaitu propinsi Lampung banyak ditemukan limbah kulit kopi sekitar pertanaman lada. Limbah kulit kopi dapat dimanfaatkan sebagai kompos. Dengan mikroba rizosfer diyakini bermanfaat untuk menyediakan unsur hara tanaman sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Kompos berpengaruh terhadap serangan penyakit jamur phytophthora capsici pada tanaman lada. Tanaman lada yang diberikan kompos bila diberikan kompos akan membentuk kondisi tanah yang baik sehingga membantu penyerapan hara tanaman. Mikroorganisme tumbuh pada kompos dan menghasilkan metabolit-metabolit atau senyawa-senyawa antimikrobial. Komponen-komponen aktif dalam kompos seperti: bakteri, cendawan, aktinomycetes menghasilkan senyawa-senyawa yang bersifat antifugal. Kompos diyakini tidak hanya memperbaiki struktur tanah tetapi membantu meningkatkan ketahanan hama dan penyakit. Kedua, penambahan zeolit didasarkan atas sifatnya yang mampu menyaring molekul, menukar dan penyerap ion katalis. Berdasarkan itu, zeolit dapat menetralisir ion dan unsur beracun lainnya. Tanah yang diberikan zeolit mampu mencukupi kebutuhan unsur hara tanaman dan menyerap unsur logam berat. Peningkatan unsur Na, Ca, Mg, dan K pada tanah yang diberikan zeolit memberikan dampak pada perbaikan struktur jaringan tanaman lada. Dengan memperkuat struktur tanah dapat membantu menghalangi aptogen phytophthora capsici dalam jaringan tanah. Pada tanah dengan kandungan N yang rendah dan K tinggi mampu mengurangi tingkat serangan patogen phytophthora capsici. Hal ini disebabkan adanya aktivitas biologi mikroorganisme yang menghambat perkembangan jamur. Kombinasi penggunaan zeolit dan kompos memberikan keuntungan sebab mampu mengurangi dampak serangan penyakit busuk pangkal batang dan akar akibat jamur phytophthora capsici. Pemberian kompos limbah kulit kopi dan zeolit dengan takaran masing-masing 150 kg/ha dan 125 kg/ha memberikan hasil dapat mengurangi dampak penyakit sehingga mampu mengurangi kerugian pada petani. Penulis: Miskat Ramdhani/Penyuluh BBP2TP