Loading...

Memanfaatkan Lahan Pekarangan untuk Bertanam Sayuran Secara Organik

Memanfaatkan Lahan Pekarangan untuk Bertanam Sayuran Secara Organik
Bagi masyarakat yang bermukim di perkotaan atau yang memilki lahan terbatas, bukan berarti tidak dapat mengembangkan hobi atau kreativitas dibidang cocok tanam. Selain mengelola halaman yang terbatas dengan berbagai jenis tanaman hias/bunga sebagai upaya untuk menjadikan rumah asri dan indah, lahan pekarangan juga dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk bercocok tanaman yang dapat menunjang kebutuhan keluarga sehari-hari. Sayuransangat dibutuhkan oleh tubuh karena mengandung serat dan zat gizi yang diperlukan tubuh manusia.Sayuran yang dibeli dipasar kadang tidak terjamin kealimiannya, karena pemakaian zat kimia seperti pestisida dan pupuk anorganik. Jika dikembangkan hobi bercocok tanam sayuran organic dengan memanfaatkan pekarangan selain brnilai estetika, ekonomis, mengurangi pengeluran belanja bias menambah pendapatan dan lebih terjamin dari zat kimia. Menanam sayuran dipekarangan tidak selalu harus pada lahan yang luas, lahan sempitpun dapat kita maksimalkan.Jika tidak ada halaman yang masih terbuka karena mungkin saja sudah semua diplester, di paving dsb, menanam sayuran dipekarangan rumah tetap dapat dilakukan.Apabila dirumah memiliki tempat jemuran di lantai 2, itupun dapat digunakan sebagai lahan untuk bercocok tanam sayuran.Bertanam sayuran pada prinsipnya mudah, apalagi secara organik.Penanaman dapat dilakukan pada polybag atau wadah-wadah lain yang sudah tidak dipakai.Tanaman organik mudah dilakukan karena pereawatannya juga mudah, tidak perlu memberikan pupuk kimia sejenis urea dan pestisida kimia lainnya. Penanaman secara organik cukup menggunakan media campuran pupuk kandang, sekam (basah atau bakar), dan tanah dengan perbandingan 1:1:1. Penyiraman cukup dilakukan sekali pada setiap hari.Hanya saja lokasi yang dipakai sebagai tempat menanam harus terkena sinar matahari langsung.Penanaman untuk keperluan sendiri dapat diatur dan dijadwal sedemikian rupa sehingga ragam jenis sayuran dapat ditanam dan dipanen secara bergiliran.Oleh karena itu penanaman harus memiliki jangka waktu tertentu, begitu pula jumlah atau banyaknya yang ditanam untuk setiap jenis pada setiap kali penanaman. Menanam Sayuran Secara Organik: Menyiapkan alat dan bahan. Alat yang diperlukan untuk bercocok tanam sayuran organik cukup sederhana, yakni sekop/cangkul atau cetok untuk mengaduk media, tongkat untuk melubangi media, dan alat untuk menyiram. Bahan yang diperlukan adalah bibit sesuai dengan jenis sayuran yang dikehendaki, dan media yang terdiri dari pupuk kandang atau kompos (yang sudah dihaluskan dan kering), tanah, dan sekam dengan perbandingan 1:1:1. 1. Menyiapkan polybag, melubangi pada 2 bagian dari bawah untuk drainase, dan melipat 1/3 bagian atas sehingga berupa tabung, kemudian diisi dengan campuran media sampai penuh. 2. Menyiram media yang sudah dimasukkan pada polybag sampai jenuh, yakni sampai semua media basah dan air mengalir sampai bawah. Setelah disiram maka media akan turun dan menjadi lebih padat. Sebaiknya media tidak langsung ditanami, istirahatkan selama 1 malam. 3. Menanami jenis sayuran kangkung, bibit berupa biji dapat langsung ditanam dengan cara melubangi media menggunakan tongkat atau kayu pelubang dengan kedalaman kurang lebih 1 ruas jari. 1 Polybag dapat diisi antara 25 – 30 biji, atau disesuaikan dengan ukuran polybag. Setelah semua lubang terisi biji, kemudian ditutup dengan tanah dengan cara meratakannya. Siram kembali dengan air, dan selanjutnya penyiraman cukup dilakukan sekali dalam sehari. Sebaiknya penyiraman dilakukan pada sore hari. 4. Untuk menanam jenis sayuran seperti sawi, slada kriting, siong max, kailan, harus disemai terlebih dahulu. Lama penyemaian memerlukan waktu sampai dengan 2 minggu, tergantung jenis yang ditanam dan kualitas bibit yang dipergunakan. Setelah semaian berdaun, maka selanjutnya memindahkan bibit kedalam polybag. Satu polybag diisi dengan sekitar 7 (tujuh) batang bibit dengan jarak yang teratur. Penanaman harus agak dalam sampai daun yang pertama keluar (kepel) terbenam. 5. Menanam bayam, bibit lebih mudah jika dicampur dengan pasir atau tanah yang halus agar penebaran merata. Gemburkan media cecara kasar, kemudian taburkan bibit bayam secara merata dipermukaan media. Kemudian di aduk kasar dengan jari tangan agar bibit tertutup media. 6. Selanjutnya adalah perawatan tanaman melalui penyiraman dan pembersihan rumput yang tumbuh pada media tanaman, dan juga membersihkan dari gangguian binatang seperti halnya ulat dan walang, sampai masa panen tiba. 7. Jika Tanaman sudah dipanen, sebaiknya media digemburkan kembali (didangir) dan diistirahatkan semalam untuk kemudian ditanami kembali. (Hj. Ramna Martina) PPL WKPP Langgini