Bibit adalah sesuatu yang diperoleh dari benih, yang nantinya akan ditanam dan tumbuh di media penanamannya.Bibit yang baik menjadi salah satu penentu keberhasilan produksi. Bibit bisa diperoleh dengan jalan membeli atau membuat sendiri. Belum banyak petani mahir membuat bibit sendiri dengan baik, sehingga harus membeli dengan harga yang cukup tinggi. Proses pembuatan bibit sayuran pada hakikatnya tidaklah begitu sulit dan biayanya tidak begitu mahal karena bisa dilakukan dirumah sendiri dengan lahan yang tidak begitu luas. Tehnik membuat bibit sendiri adalah sebagai berikut: Penyiapan benih Benih merupakan biji yang disediakan untuk disemaikan. benih yang baik adalah biji yang berasal dari tanaman yang baik. Benih tanaman sayuran bisa di tanam langsung di lapangan, akan tetapi untuk beberapa tanaman sayuran sebaiknya dibibitkan terlebih dahulu. dengan tujuan untuk menseragamkan pertumbuhan tanaman dan mengurangi resiko tidak tumbuh dilapangan akibat gangguan alam maupun gangguan dari organisme tertentu. Pesemaian Pesemaian merupakan tempat untuk menumbuhkan benih, ukuran pesemaian disesuaikan dengan kebutuhan, agar pertumbuhan bibit nantinya tidak terlalu berdesak-desakan. Bahan untuk pesemaian bisa berupa kotak kayu, trai, atau langsung di tanah. yang terpenting dalam pembuatan pesemaiaan adalah pesemaian diusahakan terhindar dari gangguan organism, sinar matahari langsung maupun hujan. Media pesemaian menggunakan campuran pasir atau arang sekam, pupuk organik, dan tanah dengan perbandingan 1:1:1. Pembibitan Setelah benih tumbuh, maka untuk kelangsungan hidupnya diperlukan media yang lebih banyak dan tempat yang lebih luas dengan tujuan menghindari persaingan hara, dan sinar,dan tetap harus tetap terlindung dari gangguan-gangguan baik dari alam maupun organisme yang dapat merusak pertumbuhan bibit. Pada kasus tertentu pembibitan dan pesemaian tidak dibedakan tempat dan medianya, biasanya dalam hal ini bibit yang diproduksi adalah bibit cabutan. Pemeliharaan bibit Pemeliharaan bibit meliputi: penyiraman, pemupukan, penyiangan dan pengaturan penyinaran. Peyiraman dilakukan satu kali sehari sehinga bibit tidak sampai kekeringan, bibit yang kekeringan akan menunjukkan pertumbuhan yang lambat dan batang dan daun kecil. , pemupukan, dilakukan pada pada saat bibit berumur 1 minggu dan 2 minggu. pemupukan bisa dilakukan dengan NPK yang diencerkan dengan dosis rendah. Penyiangan bibit dilakukan untuk menghilangkan tanaman-tanaman liar seperti rumput, dan tanaman lain yang tidak diharapkan tumbuh pada pembibitan. Pengaturan sinar dilakukan supaya bibit yang tumbuh mendapat sinar sesuai dengan kebutuhan bibit, keperluan sinar untuk bibit sayuran cukup beragam. Penyinaran yang berlebih bisa membuat daun bibit terbakar, dan kekeurangan sinar akan membuat bibit menjadi tumbuh lemah dan kearah memanjang (etiolase). Pemindahan bibit ke lapangan Bibit sayuran siap dipindahkan kelapangan pada umur 2-3 minggu tergantung jenis tanamannya. Pada prinsipnya bibit yang dipindahkan kelapangan tidak terlalu tua, atau tidak terlalu muda bibit yang terlalu tua tidak baik dalam perkembangannya setelah menjadi tanaman dewasa, sedangkan bibit yang terlalu muda rentan terjadi kematian apabila dipindahakan langsung kelapangan. Ditulis Oleh : Yuli HS, S.P. (Penyuluh Pertanian BP3 Kecamatan Way Khilau) Sumber : carabercocoktanamsayuran.blogspot.com