Loading...

Membuat Pakan Ternak dari Limbah Sawit

Membuat Pakan Ternak dari Limbah Sawit
Masyarakat di sekitar perkebunan kelapa sawit yang memiliki usaha beternak sapi/ kambing, selama ini hanya mengandalkan pakan hijauan yang terdapat di area perkebunan sawit dan ada keterbatasan untuk memperoleh pakan hijauan dalam jumlah besar. Oleh karenanya mereka perlu diberi pengetahuan tentang alternatif pakan yang mudah dan murah sehingga permasalahan pakan ternak ini dapat diatasi. Pada perkebunan kelapa sawit, limbah yang berupa pelepah daun sawit cukup melimpah, namun pada umumnya tidak dimanfaatkan, padahal pelepah daun sawit mempunyai kandungan nutrisi yang cukup memadai untuk pakan ternak, sehingga bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Demikian pula limbah sawit yang berupa bungkil inti sawit juga merupakan salah satu hasil ikutan industri kelapa sawit di mana produksinya cukup melimpah. Bungkil inti sawit ini mengandung karbo hidrat dan akan memberi rasa kenyang pada ternak. Pelepah sawit merupakan pakan dengan kaya serat namun rendah protein, sedangkan daun sawit memiliki kandungan serat lebih rendah dan proteinnya lebih tinggi. Oleh karenanya kombinasi keduanya akan menghasilkan pakan yang lebih bergizi. Namun pelepah dan daun kelapa sawit memiliki keterbatasan karena adanya lidi pada pelepah daun sawit yang akan menyusahkan ternak saat memakannya. Oleh karenanya sebelum menggunakan pelepah daun sawit, petani harus mencacah halus daun menggunakan mesin chopper sehingga lebih mudah dimakan ternak. Bungkil inti sawit merupakan bahan baku pakan yang cukup potensial sebagai sumber protein, berkisar antara 18-22%. Sebagai bahan baku pakan ternak, bungkil inti sawit mempunyai kelemahan, diantaranya adalah nilai palatabilitasnya relatif rendah disebabkan karena kandungan serat lebih tinggi dibandingkan bahan pakan sumber protein lainnya. Pemberian bungkil inti sawit tidak direkomendasikan dalam bentuk tunggal karena dapat mengganggu organ pencernaan sapi, tetapi dianjurkan bersamaan dengan bahan pakan lain. Untuk meningkatkan nilai gizi dan mempermudah penyimpanan stok pelepah sawit yang tersedia, perlu dilakukan fermentasi. Sebelum dilakukan fermentasi, perlu disiapkan bahan dengan komposisi sebagai berikut: bahan utama yaitu pelepah sawit 70%, bungkil sawit 20% dan dedak 10 %, serta bahan tambahan yang terdiri dari molases sebanyak 3 % dari total bahan, garam 1 % dari total bahan dan bakteri starter menggunakan EM4 sebanyak 1 tutup botol untuk 10 liter air. Fermentasi Pelepah Sawit dilakukan sebagai berikut: 1) Pisahkan daun pelepah kelapa sawit dengan daging secara manual, lalu pelepah sawit dipotong dengan mesin choper; 2) Buat larutan probiotik atau starter dengan mencampurkan molases dengan bakteri starter dan air (1 liter molases ditambahkan air sebanyak 10 liter) untuk starter sesuai kebutuhan dan diamkan selama 15 menit; 3) Campur bahan-bahan pakan tersebut seperti pelepah sawit, bungkil sawit dan dedak (bagian yang paling banyak ada dipaling bawah); 4) Siram campuran bahan-bahan tersebut dengan menggunakan larutan probiotik tersebut sampai rata bisa menggunakan gembor air kemudian diaduk sampai rata; 5) Jika bahan-bahan tersebut dalam jumlah besar, proses pencampurannya bisa menggunakan teknik lapisan-lapisan yaitu buat campuran pelepah, bungkil dan dedak setinggi 10-15 cm dan siram dengan larutan probiotik kemudian buat lapisan di atasnya dengan proses yang sama sampai bahan habis kemudian baru diaduk secara merata; 6) Masukkan campuran tersebut ke dalam drum plastik/silo dengan memadatkannya agar tidak ada udara, kemudian ditutup dengan plastik; 7) Fermentasi secara anaerob selama kurang lebih 7-14 hari dan setelah masa fermentasi, adonan pakan siap diberikan sebagai pakan dasar pengganti rumput segar pada sapi dan dapat disimpan sebagai cadangan makanan. Disamping pelepah sawit dan bungkil sawit, masih terdapat limbah yang dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak yaitu lumpur sawit. Lumpur sawit (solid decanter) merupakan limbah sawit yang paling disukai oleh ternak sapi diantara limbah sawit lainnya. Lumpur sawit dapat diberikan pada sapi dalam bentuk segar maupun difermentasi bersama bahan lain. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian pada Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP). Sumber: https://radarpagi.com/2018 https://babel.litbang.pertanian.go.id/index.php/sdm https://pakanternak.fapet.ugm.ac.id/2019/01/11/fermentasi-pelepah-sawit-untuk-pakan-ternak-sapi/ https://www.unimed.ac.id/2018/10/30