Loading...

Membuat Perangkap Kuning (Yellow Trap) Untuk Hama Serangga

Membuat Perangkap Kuning (Yellow Trap) Untuk Hama Serangga
Hama penyakit merupakan organisme parasit yang sangat merugikan tanaman, khususnya hama. Dalam proses budidaya pertanian tidak terlepas dari apa yang namanya Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), kerugian akibat serangan hama bisa mencapai 37 %, penyakit 35 %, gulma 29 %, dan bahkan akibat yang di timbulkan oleh serangan hama dalam kendisi tertentu bisa menyebabkan gagal panen (puso). Hama juga sebagai binatang perusak tanaman budidaya. Untuk mengurangi serangan hama tentunya kita harus membuat suatu pengendalian yang bertujuan untuk mengendalikan atau mengurangi resiko terserang hama. Pengendaliannya dapat berupa pengendalian dengan cara penyemprotan bahan kimia, pengendalian dengan pemberian predator, maupun dengan cara menangkap dengan tangan atau memberi perangkap buatan. Menangkap dengan tangan sepertinya tidak terlalu efisien karena jumlah tanaman banyak, jumlah hama banyak. Jika pada kondisi seperti itu tidak dimungkinkan ditangkap dengan tangan karena akan membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak. Untuk mengurangi tenaga kerja tentunya kita lebih baik membuat perangkap buatan. Dan dalam praktek kali ini kami membuat perangkap hama dengan menggunakan bahan botol bekas air mineral dan lem tikus. Mengapa menggunakan botol bekas air mineral? karena kebanyakan hama menyukai warna kuning. Menggunakan cara seperti ini mudah dibuat dan ekonomis. Alat dan Bahan. o Botol bekas air mineral o Cat Kuning o Lem Tikus o Ajir Cara Pembuatan o Warnai botol bagian dalam dengan cat kuning o Memberikan lem Tikus di semua permukaan botol bagian luar o Dipadang pada Ajir o Perangkap Siap digunakan. Pengendalian OPT bertujuan untuk mempertahankan produksi pertanian agar produksi tetap optimal, pengendalian hama adalah usaha –usaha kita untuk menekan populasi hama sampai dibawah ambang batas yang merugikan secara ekonomi. Pengendalian dapat dilakukan dengan pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT), yaitu memilih suatu cara atau menggabungkan beberapa cara pengendalian anatara lain dengan jebakan dan mengurangi perkembangan hama, sehingga tidak merugikan secara ekonomis, biologi dan ekologi. Dengan tingkat kesadaran yang tinggi tentang lingkungan yang sehat dan pertanian yang berkelanjutan diperlukan cara pengendalian yang tepat. Pengendalian dengan perangkap terhadap hama adalah mengupayakan hama bisa masuk/ tertangkap dalam jebakan, sehingga tidak bisa keluar lagi. Macam perangkap bisa dengan botol bekas air mineral, zat-zat penarik dari tumbuhan / sintetik seperti Eugenol yang dipasang pada botol plastik untuk menarik dan memangkap hama lalat buah, dengan lubang bubu untuk menangkap dan bisa juga bengan memberikan lem. Demikian halnya dengan perangkap kuning. Perangkap Kuning (Yellow Trap), yaitu perangkap yang berwarna kuning sehingga dapat menarik serangga dan menjeratnya karena telah diolesi dengan lem. Hama yang dapat diperangkap dengan hama ini antara lain Kutu loncat, trips, kutu daun, dan semua golongan serangga yang tertarik dengan gelombang yang dipancarkan benda yang berwarna kuning. Penggunaan perangkap ini memang sangat membantu selain mudah dibuat dan biaya pembuatannya sangat mudah.Sebagai pengalamankami pernah menggunakan bahan-bahan bekas seperti botol pestisida yang berwarna kuning diolesi dengan oli kadaluwarsa (biasanya disebut minyak gemuk) dengan cara ini kutu ataupun serangga yang menyerang tanaman melekat pada botol yang digantung di batang pohon, dengan cara ini terbukti bahwa tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membuat suatu perangkap hama. Perangkap ini selain mudah dibuat,harga ekonomis juga ramah lingkungan.karena tanpa menggunakan bahan kimia yang bisa menggangu lingkungan budidaya. Penggunaan perangkap ini bertujuan sebagai menjebak hama yang ada disekitar / areal pertanaman. Perangkap ini selain mudah dibuat,harga ekonomis juga ramah lingkungan. Karena tanpa menggunakan bahan kimia yang bisa menggangu lingkungan budidaya. Penulis : Yuyun Ernawati, SPt.