Sampai saat ini pestisida kimia masih merupakan satu-satunya pilihan petani untuk pengendalian OPT di lahan pertanian, karena mudah didapat, tidak repot, dan hasilnya segera dapat dilihat. Penggunaan pestisida oleh petani cenderung sangat berlebihan, sehingga berdampak negatif terhadap konsumen maupun ekosistem pertanian. Dampak negatif dari penggunaan pestisida kimia antara lain hama menjadi kebal (resisten), peledakan hama baru penumpukan residu bahan kimia di dalam hasil panen, terbunuhnya musuh alami, pencemaran lingkungan oleh residu bahan kimia. Salah satu alternatif untuk mengurangi pencemaran lingkungan adalah dengan penggunaan pestisida nabati. Prinsip penggunaan pestisida nabati tersebut hanya untuk mengurangi, dan bukan untuk meninggalkan pemakaian pestisida kimia, karena efektivitasnya juga masih di bawah pestisida kimia. Pestisida nabati ini dikenal juga dengan pestisida organik. Pestisida nabati ini bisa berfungsi sebagai penolak, penarik, antifertilitas (pemandul), pembunuh, dan bentuk lainnya. Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tumbuhan atau bagian tumbuhan seperti akar, daun, batang atau buah. Bahan-bahan ini diolah menjadi berbagai bentuk, antara lain bahan mentah berbentuk tepung, ekstrak atau resin yang merupakan hasil pengambilan cairan metabolit sekunder dari bagian tumbuhan atau bagian tumbuhan dibakar untuk diambil abunya dan digunakan sebagai pestisida. ( Subiyakto. 2009) Daun mimba merupakan salah satu tumbuhan sumber bahan pestisida (pestisida nabati) yang dapat dimanfaatkan untuk pengendalian hama. Tanaman yang dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan Pestisida nabati adalah Nimba ,kunyit, halia, dan jahe. Langkah-langkah pembuatan pestisida Nabati Persiapan alat dana bahan. Alat yang digunakan dalam pembuatan pesrtisida nabati adalah : Parut Pisau, Ember Blender/Penumbuk, cobe timbangan Saringan Bahan- bahan yang digunakan dalam membuat pestisida nabati adalah sebagai berikut : 1 ltr EM4 alcohol 40- 50% 250 ml (0,25 )ltr Cuka makan 250 ml ( 0,25 ) ltr 5 Kg gula pasir Air Cucian beras pertama 10 ltr Air biasa 10 lt Kunyit + Langkuas + Jahe 2 kg Daun nimba segar ataupun kering 3 kg Perekat secukupnya Cara membuat: Rimpang kunyit, langkuas dan jahe dikupas kulitnya dan dihaluskan Daun nimba di rajang Rendam semua bahan tersebut dalam air sebanyak 10 lt, selama 14 hari Rendaman disaring Pengaplikasian Pestisida dikatakan berhasil apabila memiliki aroma yang menyengat sebagai syarat pestisida nabati daun mimba tersebut siap untuk digunakan ketanaman yang di budidayakan dengan takaran 259 cc/ Tangki. Untuk lebih efektif tambahakan deterjen kurang lebih 10 gr.. Dari hasil penelitian tercatat lebih dari 200 jenis serangga hama yang termasuk dalam ordo orthoptera, diptera, dan lain-lain pantang terhadap nimba. Jenis OPT utama yang dapat dikendalikan antara lain: Tanaman Holtikultura Ulat buah pada lombok dan tomat, kutu daun, ulat tanah, penggorok daun, kutu kebul, rebah kecambah, layu fusarium pada sayuran, ulat daun dan krop pada kobis, kutu pada kentang dan jeruk, ulat grayak, nematode. Tanaman Pangan Wereng cokelat, wereng hijau, wereng zigzog, tungro dan ulat gayak pada padi, belalang kembara pada padi, jagung dan kedelai. Hama Gudang Kumbang pada kacang –kacangan dan beras, khapra beetle, lesser grain borer. Hama yang termasuk nematoda meliputi nematode bengkak akar dan pratylenchus delatrel. Sedangkan penyakit yang disebabkan oleh jamur meliputi fusarium, oxysporum, rhyzhoctonia solani. Sclerotium rolfisi,dan sclerotinia sclerotinium. PENULIS: PETRONELA PERADA KERAY,SST