Loading...

MEMBUAT PUPUK ORGANIK PADAT

MEMBUAT PUPUK ORGANIK PADAT
Pupuk organik padat adalah pupuk organik yang secara fisik bentuknya padat. Untuk mendukung konsep pertanian yang berbahan organik, dibutuhkan salah satu komponen pendukungnya agar kegiatan pembudidayaan secara organik tersebut dapat berlangsung dengan baik juga. Salah satu komponen pendukung yang dimaksud yaitu pupuk organik padat. Pupuk organik padat ini memiliki peran yang sangat penting dalam mengembalikan kesuburan tanah, terutama sangat berkaitan dengan sifat fisik, kimia dan juga biologi dari tanah. Bahan yang diperlukanDalam pembuatan pupuk organik maka diperlukan bahan-bahan organik dari kotoran hewan atau sisa-sisa tanaman yang tidak terpakai lagi. Misalnya kotoran ternak atau unggas, jerami padi, sekam dan dedak. Biasanya sekam padi dibuat arang sekam terlebih dahulu agar kualitas pupuk organik yang dihasilkan cukup bagus. Selain itu, bahan pendukung lainnya yang diperlukan adalah bahan organik yang mengandung unsur NPK tinggi, misalnya daun bambu dan blotong yang mengandung unsur Phosphor (P), batang atau pelepah pisang yang mengandung unsur Kalium (K), daun lamtoro dan daun gamal yang mengandung unsur Nitrogen (N). Bahan-bahan lain yang juga digunakan untuk mempercepat proses pengomposan adalah mikroba dekomposer yang tersedia di pasaran seperti merk dagang EM4 dan harmoni BS.Kemudian sebagai penambah energi mikroba tersebut jangan lupa untuk menyediakan molase atau tetes tebu. Jika tidak ada bisa diganti dengan menggunakan gula pasir.Komposisi Bahan Komposisi bahan-bahan organik adalah kotoran ternak atau unggas sebanyak kurang lebih 40%, jerami padi 30%, bahan organik lainnya yaitu sekitar 10%, sekam bakar sebanyak 10% dan dedak kira-kira 10%. Kemudian untuk membuat sebanyak 1 ton pupuk organik padat, dibutuhkan campuran kotoran ternak atau unggas sebanyak 400 kg, 300 kg jerami padi, 100 kg bahan organik lain, 100 kg sekam bakar dan 100 kg dedak. Sehingga untuk total jumlah keseluruhan bahan sebanyak 1000 kg. Jika membuat pupuk dengan campuran bahan sebanyak 1 ton, dibutuhkan mikroba atau yang biasa disebut bakteri dekomposer sebanyak sekitar 1 liter dan tetes tebu/molase sebanyak 1 liter atau bila molase susah didapatkan maka bisa diganti gula pasir sebesar 250 gr. Kemudian setelah itu baru ditambahkan air sebanyak 50-100 liter agar tercapai kadar air 30-40%.Cara Membuat Pupuk OrganikPotong semua bahan yang berukuran besar menjadi ukuran kurang lebih 15 cm. Gunakan mesin pemotong agar mempercepat pekerjaan. Kemudian setelah itu campur semua bahan dan aduk hingga merata.Mikroba dekomposer dan molase/gula pasir, dicampurkan kemudian setelah itu larutkan dalam 50-100 liter air. Setelah itu siramkan larutan mikroba tersebut pada campuran bahan yang sudah disiapkan sebelumnya hingga merata. Bahan organik yang sudah disiapkan disebar di atas lantai ubin atau tanah kering yang beratap atau terpal. Sebaiknya tinggi gundukan bahan organik tidak lebih dari 35 cm, kemudian setelah itu gundukan ditutup menggunakan terpal atau karung goni. Tetap jaga kondisi suhu selama proses fermentasi agar tetap stabil pada 50ºC. Lakukan pengecekan suhu setiap hari, jika suhu terlalu tinggi, bukalah terpal dan gundukan tersebuk diaduk-aduk. Jika suhu terlalu tinggi, proses pengomposan tidak berhasil dan mengakibatkan bahan organik menjadi rusak atau membusuk. Setelah 10-15 hari, pupuk organik padat telah jadi dan siap digunakan. DANIS ANDRIARINI Penyuluh Bpp Klampis