Loading...

Membuat sendiri bio aktivator

Membuat sendiri bio aktivator
Setiap bahan yang berfungsi meningkatkan aktifitas mikroorganisme dalam proses dekomposisi disebut bahan aktivator. Bio aktivator atau aktivator organik merupakan bahan yang mengandung nitrogen dalam jumlah banyak dan bermacam-macam bentuk termasuk protein , asam amino.Beberapa contoh aktivator alami adalah fungi / jamur fermentasi yang dikumpulkan dari kompos yang matang , kotoran ternak , darah kering , beberapa jenis sampah , tanah yang kaya humus, bakteri streptomyces , phospho bacteria , actinomycetes , bakteri asam laktat , dll.Nitrogen merupakan unsur yang penting dalam meningkatkan aktivitas mikrobia dalam kompos , terutama untuk mempercepat proses dekomposisi bahan – bahan organik yang mempunyai kandungan lignin yang sulit untuk didekomposisi.Bahan bioaktivator yang lain dapat diperoleh dari limbah pemotongan hewan , substrat campuran yang kaya nitrogen seperti kotoran ternak dan enceng gondok , residu legume dan gulma.Penggunaan pupuk mineral sebagai aktivator tidak direkomendasikan karena akan meningkatkan biaya produksi , pada kondisi tertentu kemungkinan akn terjadi kehilangan nitrogen melalui proses volatilisasi , denitrifikasi dan pelindian.Bahan : Cairan rumen / isi usus halus sapi atau cairan hasil perasan isi usus besar sapi 1 liter + Air tebu / tetes gula 1 liter + Air Cucian Beras / Air rebusan katul 2 liter sebagai bahan utama , tetapi bisa ditambahkan + Ragi tape 2 butir + terasi 1/2 ons + Buah nanas 1 buah + urine hewan yang sudah diendapkan minimal 1 minggu , dan bahan tambahan lain apabila ada.Catatan : Bahan utama adalah : cairan rumen , air tebu / tetes gula, & air katul. Contoh Cara Pembuatan bio aktivator ( dari cairan rumen ): 1. Campurkan katul 1 Kg dengan 5 liter air kemudian dididihkan dan didinginkan 2. Campurkan cairan rumen sebanyak 2 liter dengan air tebu / tetes gula sebanyak 2 liter juga3. Campurkan air rebusan katul sebanyak 4 liter ke dalam larutan rumen dan air tebu / tetes gula tersebut.4. Campurkan 1 buah nanas yang telah dihancurkan / diparut / diblender5. Campurkan 1 /4 ons - 1/ 2 ons terasi yang telah diencerkan dengan air secukupnya6. Tambahkan 1 - 2 butir ragi tape ke dalam campuran larutan tersebut diatas7. Tempatkan Larutan bio aktivator tersebut pada botol / jerigen / ember yang terbuat dari bahan plastik , tutup rapat , dan simpan selama 1 - 2 minggu8. Bahan tersebut diatas bisa disaring untuk memisahkan bahan kasar dengan cairan apabila bio aktivator hendak dipergunakan untuk pengawet dalam pembuatan pupuk organik cair atau pestisida nabati. Tetapi apabila bioaktivator akan digunakan untuk membuat pupuk kompos fermentasi , tidak perlu disaringCatatan :- Bio aktivator yang sudah jadi berbau khas fermentasi / harum , berwarna kuning kecoklatan , tidak keruh , tidak ada jamur berwarna coklat / abu-abu / hitam.- Pembuatan bio aktivator dianggap gagal apabila mikroorganisme yang ada didalam biakan larutan banyak yang mati dicirikan dengan warna larutan yang berwarna coklat / coklat kehitaman , berbau busuk , terdapat banyak jamur berwarna coklat / abu-abu / hitam.Berikut ini adalah beberapa contoh formula bio aktivator hasil kajian petani / kelompok tani yang sudah diaplikasikan di beberapa propinsi di Indonesia sejak beberapa tahun berselang. Oleh : Saris santosa