Loading...

Memilih Benih Jagung Hibrida Berkualitas

Memilih Benih Jagung Hibrida Berkualitas
Penggunaan benih jagung hibrida biasanya akan menghasilkan produksi yang lebih tinggi. Tetapi harga benihnya yang lebih mahal dan hanya dapat digunakan maksimal dua kali turunan, menyebabkan penggunaan benih jagung hibrida oleh masyarakat tergolong rendah. Benih-benih jagung hibrida yang masuk ke Indonesia dan telah direalis oleh pemerintah sejak tahun 1984 jumlahnya sudah cukup banyak tetapi yang berkembang dan digemari oleh masyarakat jumlahnya masih sangat terbatas. Demikian juga dengan prosentase penggunaan benih hibrida jumlahnya masih relative rendah dibandingkan negara-negara lain. Sebagai akibatnya adalah produksi rata-rata nasional baru mencapai 4,1 ton/ha (BPS, 2009), sementara pada tahun yang sama, Amerika Serikat sudah mencapai 9,0 t/ha. Untuk dapat memilih benih jagung hibrida yang memiliki kualitas yang baik dan mempunyai potensi hasil yang tinggi, berikut kiat-kiat cara memilih benih jagung hibrida tersebut. 1) Asal usul jelas Perusahaan atau badan yang memproduksi benih jelas tertera pada kemasan dan sudah teruji. Asal-usul genetik jelas. Telah direalis oleh pemerintah dan memiliki nomor surat keputusan. Penjual resmi yaitu badan usaha/Agen/distributor/took/kios pertanian terdaftar. 2) Wadah dan kemasan Benih dikemas dalam wadah plastic yang kedap air, udara dan cahaya. Berat perwadah yaitu : 1 kg, 4 kg atau 5 kg. Pada kemasan tertera Nama Varietas, Berat bersih, Merek dagang, Nama dan alamat produsen atau distributor yang jelas. Kemasan dicetak dengan tinta yang berkualitas dan tidak mudah terkelupas. 3) Label Setiap satu kemasan terdapat satu label. Pada label tertulis keterangan mengenai : Nomor lot, Nama produsen, Nama varietas, Tanggal pengujian, Habis masa berlakunya label, Kemurnian benih, Stempel produsen (bagi produsen yang telah memiliki akreditasi dari pemerintah) dan lain-lain. Label berwarna biru dengan tulisan berwarna hitam. 4) Lain-lain Benih yang berkualitas telah diberi perlakuan (seed treatment) dengan pestisida. Setiap berat 20 kg dikemas lagi menggunakan kertas karton tebal untuk menjaga agar tidak rusak pada waktu pengangkutan dan penyimpanan. Sebelum menentukan pilihan ketahui dulu deskripsi varietasnya baik melalui brosur atau lembaran surat keputusan yang dikeluarkan oleh kementerian pertanian yang dapat diperoleh melalui penyuluh pertanian. 5) Anjuran Untuk daerah yang merupakan endemik penyakit bulai (Peronosclerospora maydis) sangat dianjurkan untuk diberi perlakuan tambahan pada benih (seed treatment) menggunakan fungisida Saromyl 35SD. Caranya setiap Saromyl 35SD sebanyak 2.5-5 gram dilarutkkan dengan 8 cc air untuk 1 kg benih jagung. Setelah benih dicampur dengan larutan fungisida Saromyl 35SD kemudian dikeringanginkan selanjutnya benih siap untuk ditanam. Dengan uraian tersebut di atas diharapkan masyarakat dapat memilih benih jagung hibrida yang berkualitas dan memiliki potensi hasil yang tinggi serta dibarengi dengan teknik budidaya jagung yang baik dan benar sehingga dapat meningkatkan produksi jagung dan pendapatan petani. Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Madya, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.com Sumber : 1) Pedoman Bertanam Jagung, Tim Karya Tani Mandiri, Seri Budi Daya Tanaman. 2010. 2) http://balitsereal.litbang.deptan.go.id 3) http://www.google.com