Fall Army Worm atau dikenal dengan sebutan ulat tantara merupakan jenis Spodoptera frugiperda (FAW). Hama ini saat ini sudah menyerang sejumlah tanaman jagung di Sumatera Barat (Sinartani, 2019). FAW ditengarai menyerang tanaman jagung yang masih muda. Hama ini berupa ulat (mirip ulat grayak). Hama ini berasal dari Amerika Serikat (AS). Untuk memantau gejala kerusakan serangan hama ini, dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi Maize FAW. Aplikasi yang diproduksi oleh Mugisha Paul, Kenya berbahasa Inggris. Aplikasi ini dapat diunggah di playstore android bila ingin mengetahui lebih jauh tentang penanganan hama ulat tentara Fall army worm (FAW). Cara kerja cacing tentara FAW menyerang tanaman jagung. Gejala kerusakan; Tempat yang paling sering ditemui pada tahap ulat, FAW berada di bagian gulungan daun jagung yang dia merasa terlindungi di dekat tempat makannya daun jagung muda. Ketika daun tersebut dimakan, daun akan terus tumbuh keluar, meninggalkan daun yang setengah dikunyah, khas dari tanaman jagung yang terinfestasi FAW. Periksa lubang kecil sampai besar yang tidak beraturan dan memanjang pada daun. Jika ada bentuk seperti jendela di bidang tembus cahaya dapat disebabkan FAW kecil yang berumur 3-6 hari (1-3 instar) setelah menetas dan berada di bagian bawah daun. Ulat usia ini dapat memintal benang sutera yang bila ada angin dapat membawa ulat ke tanaman lainnya. Ulat usia ini lebih aktif pada malam hari. Sementara lubang memanjang tidak teratur yang besar pada daun disebabkan oleh FAW besar yang telah berumur 6-14 hari (4-5 instar). Ulat dapat mencapai gulungan daun yang paling bawah yang kerusakannya lebih besar sehingga terbentuk lubang-lubang kasar pada daun (6 instar). Kerusakannya di tanaman muda dapat menghancurkan titik pertumbuhan pada jagung sehingga tidak ada daun atau tongkol yang akan tumbuh.Namun seringkali hanya 1-2 ulat yang ditemukan di satu tempat, karena mereka menjadi kanibalistik ketika lebih besar dan akan saling memakan untuk mengurangi persaingan makanan. Bahan seperti serbuk gergaji (“frass”) di corong jagung atau pada daun, jumbai dan tongkol yang menunjukkan infestasi berat di tanaman. Walaupun jarang, FAW mampu memotong tanaman muda yang baru tumbuh jika serangan bermula dari gulma atau tanaman inang lainnya yang berdekatan dengan tanaman jagung yang baru ditanam. Tanaman inang FAW yang sangat banyak dan luas serta yang lebih disukai adalah rumput. Sedangkan tanaman inang yang paling sering terkena serangan adalah jagung ladang, jagung manis, padi, sorgum, tebu, dan rumput bermuda. FAW juga menjadi hama serius pada tanaman kedelai, kapas, kacang tanah, bawang, umbi jalar, tomat dan sejumlah tanaman hias. Infestasi FAW tahap vegetatif awal (hingga berumur 30 hari) dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan daun dan kehilangan hasil dibandingkan infestasi stadium vegetatif akhir (hingga berumur 60 hari). Untungnya, tanaman jagung dapat pulih secara signifikan dari kerusakan tahap awal pertumbuhan daun dan defoliasi (peghilangan daun dibawah tongkol) yang berdurasi pendek. Ketika populasi FAW tinggi pada tanaman, larva dewasa mungkin sesekali pindah ke rumbai dan telinga, mengurangi kualitas hasil panen saat panen. Hal-hal penting yang perlu diketahui Serangan FAW tidak menyebabkan puso (kerusakan total) dikarenakan tanaman jagung yang memiliki kemampunan regenerasi untuk memperbaiki kerusakan daun. Namun beberapa studi menunjukkan hasil yang diperoleh setelah ada serangan FAW sekitar 20-50%. Tanaman jagung mampu mengimbangi kerusakan daun, terutama jika ada nutrisi dan kelembaban tanaman yang baik. Sementara pengendalian FAW perlu dikelola secara berkelanjutan oleh petani melalui tindakan monitoring dan pemberian penyemprotan pestisida sehingga tidak perlu panik. Adanya hujan dapat mengurangi populasi yang akan mengeluarkan dari tanaman atau mendorong ulat ke dalam uliran daun tanaman jagung namun tidak akan menyingkirkan hama tersebut sehingga tindakan lebih lanjut tetap harus dilakukan. Hama FAW tidak dapat dikontrol /dikendalikan hanya dengan satu semprotan. Terdapat tahapan pertumbuhan yang berbeda pada satu tanaman sehingga Pemantauan rutin masih diperlukan untuk mendeteksi keberadaannya untuk tindakan yang sesuai yang mungkin termasuk penyemprotan kedua tergantung pada populasi hama yang ada. Tidak setiap pestisida efektif melawan FAW terdapat beberapa bahan aktif yang terbukti efektif mengendalikan FAW. Tidak disarankan untuk mencampur pestisida yang berbeda dalam pompa semprot ransel yang sama saat menyemprot FAW. Dianjurkan untuk menggunakan dosis pestisida yang direkomendasikan karena dibuat untuk penggunaan hama spesifik. Tidak dianjurkan untuk mencampur pestisida dengan pupuk daun dalam pompa semprotan ransel yang sama saat menyemprot FAW. Gunakan pestisida dan dosis yang disarankan. Saat menggunakan pestisida, pastikan bahwa tidak menggunakan Penggunaan pestisida palsu atau kadaluwarsa. Waktu penggunaan pestisida lebh efektif disemprot pada saat sebelum pagi sekitar jam 5.00 -10.00 pagi atau mendekati malam sekitar jam 5.00 sore – 07.00 malam dikarenakan FAW secara aktif memakan saat malam. Harus diperhatikan bahwa penggunaan pestisida yang sama secara terus menerus akan mengembangkan resistensi pada hama. Penyemprotan sebagai satu kelompok bersama (terkoordinasi) adalah penting. Ini membantu pengelolaan FAW secara luas. Jika Anda menyemprot dan tetangga Anda tidak, hama masih bisa bermigrasi ke kebun Anda. FAW kebanyakan memakan daun jagung namun kadang-kadang menyerang telinga /tongkol juga. Biasanya, bagian itu seperti itu tidak dikonsumsi oleh manusia. Sementara kerusakan langsung dari FAW tidak mempengaruhi keamanan pangan jagung, itu bisa membuat jagung lebih rentan terhadap aflatoksin dan penyakit jamur. Penyemprotan secara preventif bukanlah cara yang efektif untuk mengendalikan FAW. Ini tidak efektif dari segi biaya. Efektiftas pestisida yang digunakan hanya akan berfungsi mematikan hama ketika hama tersebut ada. Dianjurkan untuk selalu berkonsultasi dengan petugas penyuluh pertanian Anda Penulis: Ume Humaedah (Penyuluh Pertanian di Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. Sumber: Aplikasi Maize FAW Fall army worm (FAW) https://tabloidsinartani.com/detail/indeks/pangan/8800-Petani-Jagung-Waspadalah-Ulat-Tentara-Sudah-Masuk-Ke-Indonesia