Dalam dunia pertanian, tanah adalah salah satu media tumbuh yang paling penting disbanding media–media lainya. Selain itu tanah berperan sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya akar, tersedianya udara untuk pernapasan akar,tersediany aunsur-unsur makanan, ketersedianya air dan tempat berkembangnya mikro dan makro organisme yang kesemuanya sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya dan kesehatan tanaman. Agar tanah bisa menjalankan tugas dan perannya,maka tanah harus memiliki kesuburan dan kesehatan yang sesuai dengan apa yang di butuhkan tanaman. Kesuburan dan kesehatan tanah sering kita sampaikan kepada petani secara bersamaan, kata subur dan sehat untuk tanah mempunyai arti yang hampir sama, bahkan petani mempunyai anggapan bahwa tanah yang sehat itu jelas subur demikian juga tanah yang subur itu sehat. Kita sering jumpai dilapangan dan ini merupakan suatu kenyataan bahwa tanahnya subur tetapi diatasnya tumbuh tanaman yang tidak sehat.dari sini bias kita cermati adanya perbedaan difinisi yang sangat tipis antara kesuburan dan kesehatan tanah. Menurut para ahli difinisi antara kesuburan dan kesehatan tanah adalah sebagai berikut Kesuburan tanah adalah kemampuan tanah untuk mendukung pertumbuhan tanaman dengan sifat kimia, fisika dan biologi yang dimiliki. Sedangkan kesehatan tanah adalah suatu keadaan tanah yang dapat mendukung pertumbuhan tanaman secara sehat tanpa adanya gangguan apapun. ( by. Pertanian Sehat Indonesia). Dari difinisi tersebut diatas jelas-jelas terdapat perbedaan arti yang sangat mencolok yang terkadang sulit membedakannya, karena pada hakekatnya sama-sama berkaitan dengan sifat kimia, fisika dan biologi tanah. Ditinjau dari sudut kesuburan, tanah dapat diartikan sebagai tempat tumbuh tanaman dimana factor yang sangat berpengaruh adalah Tekstur, hara, aerasi dan kemampuan mengikat tanah. Ditinjau dari sudut kesehatan, tanah dapat diartikan sebagai tempat kehidupan, dimanaselain factor fisik dan kimia tanah juga sebagai tempat hidup jasad makro dan mikro tanah yang mampu mendukung kehidupan tanaman. Pada umumnya tanah pertanian di kecamatan Trucuk keadaannya sudah tidak subur dan sehat lagi ( sakit ). Penyebab menurunnya kesuburan dan kesehatan tanah diantaranya adalah petani tidak pernah melakukan pemberian bahan organic atau kalaupun menggunakan bahan organic tidak sesuai dengan apa yang direkomendasikan oleh petugas tehnis pertanian tiap hektarnya. Selanjutnya pemakaian pupuk dan obat-obatan kimia yang berlebihan adalah penyebab kerusakan tanah (terjadi pencemaran bahan kimia), berikut pembakaran limbah pertanian diatas lahan sehingga tekstur tanah rusak dan mudah erosi. Tanah yang subur dan sehat factor utama dalam rangka meningkatkan produksi pertanian secara luas ( perkebunan, horticultura, tanaman pangan ) dan jika dikelola dengan tehnik yang baik maka kesehatan tanah akan semakin meningkat. Karena tanah yang sehat berperan sebagai penyimpan nutrisi (unsure hara) yang siap digunakan untuk tumbuh kembang tanaman. Upaya mempertahankan dan meningkatkan kesuburan, kesehatan tanah adalah dengan melakukan pengolahan lahan dan budidaya tanaman sehat terpadu yang sesuai rekomendasi tehnis. Beberapa langkah memperbaiki kesuburan dan kesehatan tanah : -Pemberoan /mengistirahatkan tanah selama periode waktu tertentu setelah panen. -Pemulsaan /memberikan kuli tpenutup tanah dengan sisa tanaman. -Pemberian bahan organic ( pupuk hijau, pupuk kandang, pupuk organic cair maupun kompos ) Langkah –langkah ini harus selalu disampaikan kepada petani pada kegiatan kunjungan ,juga diberikan ketrampilan cara pembuatanya utamanya POC, MOL, PGPR, AgenyHayati, dll yang kesemuanya mengandung bermacam-macam unsure hara, meningkatkan jumlah biota, memperbaiki struktur tanah dan mudah /murah pembuatannya. Oleh: DWI SETIYARSONO PPL WilbinTrucuk II Sumber:PertanianSehat Indonesia 2016.