Loading...

MEMPERBAIKI KESUBURAN TANAH DENGAN PUPUK ORGANIK

MEMPERBAIKI KESUBURAN TANAH DENGAN PUPUK ORGANIK
BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangTanah adalah media tumbuh bagi tanaman sebagai tempat tanaman hidup dan berproduksi. Tanah yang sehat tentunya akan menghasilkan tanaman yang baik, dan begitupun sebaliknya. Tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman padi adalah tanah yang subur, gembur, tata air dan udara yang baik, dan mengandung banyak bahan organik. Namun sejak tahun 1980 petani mulai banyak menggunakan pupuk buatan tanpa sedikitpun menggunakan pupuk organik karena pupuk kimia lebih praktis penggunaannya penggunaan pupuk kimia secara umum memang akan mempercepat pertumbuhan tanaman, meningkatkan produksi dan hasil panen. Sehingga dalam hal ini banyak para petani menggunakan pupuk kimia sebagai pupuk andalan pada usaha pertanian mereka. Selain itu harga pupuk masih terjangkau, karena pupuk tersebut biasanya merupakan pupuk bersubsidi, sehingga bagi mereka yang mempunyai keterbatasan dana akan memilih pupuk kimia. Hasilnya penggunaan pupuk kimia bisa dirasakan oleh petani dapat meningkatkan hasil panennya dan menguntungkan. Bahkan pada saat itu sedikit demi sedikit para petani mengurangi bahkan berhenti menggunakan pupuk organik dan berpindah menggunakan pupuk kimia. Kebiasaan ini terus menerus berlangsung sampai dengan saat ini dan sudah kelihatan dampak negatifnya akibat yang terjadi dan dirasakan diantaranya lahan pertanian menjadi sakit dan berakibat terjadinya penurunan kesuburan tanah dan turunnya hasil produksi produk pertanian.Salah satu upaya untuk perbaikan kesuburan tanah yaitu dengan penggunaan pupuk organik. Pupuk organik sudah lama dikenal para petani, jauh sebelum revolusi hijau berlangsung di Indonesia pada Tahun 1960 an. Sedangkan pupuk hayati dikenal para petani sejak proyek intensifikasi kedelai pada Tahun 1980 an. Bangkitnya kesadaran sebagian masyarakat akhir-akhir ini akan dampak penggunaan pupuk buatan terhadap lingkungan dan terjadinya penurunan kesuburan tanah mendorong untuk membudayakan kembali penggunaan pupuk organik. Oleh karena itu saya akan membahas masalah tentang perbaikan kesuburan tanah dengan penggunaan pupuk organik. B. Identifikasi MasalahDari latar belakang diatas dapat diidentifikasikan masalah sebagai berikut :1. Penggunaan pupuk kimia secara terus menerus mengakibatkan menurunnya tingkat kesuburan tanah2. Membudayakan kembali Penggunaan pupuk organik dapat memberikan pengaruh baik terhadap perbaikan kesuburan tanah. C. Tujuan Tujuan dari karya tulis ini adalah : 1. Menerangkan apa dampak dari penggunaan pupuk kimia terhadap tanah dan bagaimana cara memperbaiki kesuburan tanah2. Menerangkan tentang pengertian dan keunggulan pupuk organik pada masyarakat.3. Mengetahui manfaat dari penggunaan pupuk organik.4. Mengetahui perkembangan pupuk organik pada masa sekarang ini.5. Karya tulis ini diharapkan bisa memberikan sumbangan positif bagi pengembangan ilmu dan pengembangan teknologi budidaya pertanian, serta penerapannya dalam pemanfaatan pupuk organik untuk perbaikan kesuburan tanah. BAB IITINJAUAN PUSTAKADi dalam ilmu tanah pertanian, tanah diidentifikasikan memiliki “tubuh (profil) tanah”, sehingga dapat dibedakan antara satu jenis tanah terhadap jenis tanah lainnya. Secara ilmiah, tanah didefenisikan sebagai “benda alam di permukaan bumi yang tersusun dalam horizon-horizon (lapisan-lapisan) dan terdiri dari campuran bahan mineral, bahan organik, air, dan udara, dan merupakan media untuk tumbuhnya tanaman”. Dari defenisi ilmiah tentang tanah tersebut dapat diketahui bahwa tanah tersusun dari empat bahan (komponen) utama yaitu: bahan mineral, bahan organik, air, dan udara. Bahan-bahan penyusun tanah ini kadarnya berbeda-beda untuk setiap jenis tanah, begitupun untuk setiap lapisan tanah. Pada tanah lapisan atas (area perakaran tanaman) yang baik (ideal) untuk pertumbuhan tanaman apabila mengandung 45% bahan mineral, 5% bahan organik, 20-30% air, dan 20-30% udara. Ditinjau dari sifat fisika tanah, bahan organik berperan dalam memperbesar prositas (kegemburan) tanah melalui penurunan berat volume (bulk density), tetapi tanah memiliki kemantapan agregat yang tinggi karena fungsinya sebagai cementing agent (zat perekat antar butir/partikel tanah). Dengan demikian, udara mudah beredar atau bertukar antara udara atmosfer (di atas permukaan tanah) dengan udara di dalam pori-pori tanah (aerase baik), perakaran mudah berpenetrasi di dalam matrik atau diantara butir-butir agregat tanah.Terhadap sifat kimia tanah, bahan organik dapat memperbesar nilai kapasitas tukar kation tanah sehingga dapat menjerap hara lebih banyak, menyumbang hara ke dalam tanah, terutama hara N, P, S, dan unsur hara mikro, menurunkan tingkat keracunan Al dan Fe karena sebagian besar Al dan Fe-dapat dipertukakan (ion Al dan Fe) di dalam tanah dapat membentuk senyawa komplek dengan senyawa organik (chelation).Bahan organik juga memperbaiki kehidupan mikroorganisme (sifat biologi) tanah. Bahan organik yang cukup dan memiliki kualitas yang baik (nilai gizi yang tinggi dan berimbang) merangsang pertumbuhan dan peningkatan keanekaragaman mikrobia dalam tanah. Jumlah dan aktifitas yang tinggi dari mikrobia dalam tanah dapat membantu pelarutan bahan mineral dan bahan organik (unsur hara) tanah sehingga unsur hara cukup tersedia bagi tanaman. Jadi keberadan bahan organik yang cukup dan berkualitas di dalam tanah, bukan hanya sebagai sumber unsur hara saja, namun lebih jauh lagi berperan dalam semua sifat dan prilaku tanah (memperbaiki sifat fisika, kimia, dan biologi tanah), bahkan dapat menekan laju erosi dan pencucian unsur hara di dalam tanah. Kemantapan agregat dan daya sangga serta porositas tanah yang tinggi akibat kecukupan bahan organik dalam tanah dapat menekan laju erosi dan pencucian hara dimaksud karena tanah tidak mudah pecah oleh energi kinetik curah hujan, air mudah diserap masuk ke dalam tanah, dan unsur hara banyak tertahan dalam mikro sel (misel) tanah.Sejarah penggunaan pupuk pada dasarnya merupakan bagian daripada sejarah pertanian itu sendiri. Penggunaan pupuk diperkirakan sudah mulai pada permulaan dari manusia mengenal bercocok tanam >5.000 tahun yang lalu. Bentuk primitif dari pemupukan untuk memperbaiki kesuburan tanah terdapat pada kebudayaan tua manusia di negeri-negeri yang terletak di daerah aliran sungai-sungai Nil, Euphrat, Indus, di Cina, Amerika Latin, dan sebagainya (Honcamp, 1931).Dalam buku yang diterbitkan oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian Pupuk organik adalah nama kolektif untuk semua jenis bahan organik asal tanaman dan hewan yang dapat dirombak menjadi hara tersedia bagi tanaman. Dalam permentan No.2/pert/hk.060/2/2006, tentang pupuk organik dan pembenah tanah, dikemukakan bahwa produk organik adalah pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri atas bahan organik yang berasal dari tanaman atau hewan yang telah melalui preses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan mensuplai bahan organic untuk memperbaiki sifat kimia dan biologi tanah. Jadi secara umum pupuk organik adalah suatu bahan yang digunakan untuk memperbaiki kesuburan tanah dengan cara menambah bahan itu ke dalam tanah agar menjadi subur. BAB IIIPEMBAHASANSumber bahan organik dapat berupa pupuk kandang, pupuk hijau, kompos, sisa panen (jerami padi, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dan sabut kelapa), limbah ternak, limbah industri yang menggunakan bahan pertanian, dan limbah kota.Jenis – jenis :3.1 Pupuk kandangPupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan. Hewan yang kotorannya sering digunakan untuk pupuk kandang adalah hewan yang bisa dipelihara oleh masyarakat, seperti kotoran kambing, sapi, domba, dan ayam. Selain berbentuk padat, pupuk kandang juga bisa berupa cair yang berasal dari air kencing (urine) hewan.Pupuk kandang mengandung unsur hara makro dan mikro. Pupuk kandang padat (makro) banyak mengandung unsur fosfor, nitrogen, dan kalium. Unsur hara mikro yang terkandung dalam pupuk kandang di antaranya kalsium, magnesium, belerang, natrium, besi, tembaga, dan molibdenum. Kandungan nitrogen dalam urine hewan ternak tiga kali lebih besar dibandingkan dengan kandungan nitrogen dalam kotoran padat. Pupuk kandang terdiri dari dua bagian, yaitu:1. Pupuk dingin adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan yang diuraikan secara perlahan oleh mikroorganime sehingga tidak menimbulkan panas, contohnya pupuk yang berasal dari kotoran sapi, kerbau, dan babi.2. Pupuk panas adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan yang diuraikan mikroorganisme secara cepat sehingga menimbulkan panas, contohnya pupuk yang berasal dari kotoran kambing, kuda, dan ayam. Pupuk kandang bermanfaat untuk menyediakan unsur hara makro dan mikro dan mempunyai daya ikat ion yang tinggi sehingga akan mengefektifkan bahan - bahan anorganik di dalam tanah, termasuk pupuk anorganik. Selain itu, pupuk kandang bisa memperbaiki struktur tanah, sehingga pertumbuhan tanaman bia optomal. Pupuk kandang yang telah siap diaplikasikan memiliki ciri dingin, remah, wujud aslinya tidak tampak, dan baunya telah berkurang. Jika belum memiliki ciri-ciri tersebut, pupuk kandang belum siap digunakan. Penggunaan pupuk yang belum matang akan menghambat pertumbuhan tanaman, bahkan bisa mematikan tanaman. Penggunaan pupuk kandang yang baik adalah dengan cara dibenamkan, sehingga penguapan unsur hara akibat prose kimia dalam tanah dapat dikurangi. Penggunaan pupuk kandang yang berbentuk cair paling bauk dilakukan setelah tanaman tumbuh, sehingga unsur hara yang terdapat dalam pupuk kandang cair ini akan cepat diserap oleh tanaman. 3.2 Pupuk hijauPupuk hijau adalah pupuk organik yang berasal dari tanaman atau berupa sisa panen. Bahan tanaman ini dapat dibenamkan pada waktu masih hijau atau setelah dikomposkan. Sumber pupuk hijau dapat berupa sisa-sisa tanaman (sisa panen) atau tanaman yang ditanam secara khusus sebagai penghasil pupuk hijau, seperti sisa–sisa tanaman, kacang-kacangan, dan tanaman paku air (Azolla). Jenis tanaman yang dijadikan sumber pupuk hijau diutamakan dari jenis legume, karena tanaman ini mengandung hara yang relatif tinggi, terutama nitrogen dibandingkan dengan jenis tanaman lainnya. Tanaman legume juga relatif mudah terdekomposisi sehingga penyediaan haranya menjadi lebih cepat. Pupuk hijau bermanfaat untuk meningkatkan kandungan bahan organik dan unsur hara di dalam tanah, sehingga terjadi perbaikan sifat fisika, kimia, dan biologi tanah, yang selanjutnya berdampak pada peningkatan produktivitas tanah dan ketahanan tanah terhadap erosi. Pupuk hijau digunakan dalam penggunaan tanaman pagar, yaitu dengan mengembangkan sistem pertanaman lorong, dimana tanaman pupuk hijau ditanam sebagai tanaman pagar berseling dengan tanaman utama.Penggunaan tanaman penutup tanah, yaitu dengan mengembangkan tanaman yang ditanam sendiri, pada saat tanah tidak ditanami tanaman utama atau tanaman yang ditanam bersamaan dengan tanaman pokok bila tanaman pokok berupa tanaman tahunan. 3.3. KomposKompos merupakan sisa bahan organik yang berasal dari tanaman, hewan, dan limbah organik yang telah mengalami proses dekomposisi atau fermentasi. Jenis tanaman yang sering digunakan untuk kompos di antaranya jerami, sekam padi, tanaman pisang, gulma, sayuran yang busuk, sisa tanaman jagung, dan sabut kelapa. Bahan dari ternak yang sering digunakan untuk kompos di antaranya kotoran ternak, urine, pakan ternak yang terbuang, dan cairan biogas. Tanaman air yang sering digunakan untuk kompos di antaranya ganggang biru, gulma air, eceng gondok, dan azola. Beberapa kegunaan kompos adalah:? Memperbaiki struktur tanah.? Memperkuat daya ikat agregat (zat hara) tanah berpasir.? Meningkatkan daya tahan dan daya serap air.? Memperbaiki drainase dan pori - pori dalam tanah.? Menambah dan mengaktifkan unsur hara.Kompos digunakan dengan cara menyebarkannya di sekeliling tanaman. Kompos yang layak digunakan adalah yang sudah matang, ditandai dengan menurunnya temperatur kompos (di bawah 400 c). 3.4 HumusHumus adalah material organik yang berasal dari degradasi ataupun pelapukan daun-daunan dan ranting-ranting tanaman yang membusuk (mengalami dekomposisi) yang akhirnya merubah humus menjadi (bunga tanah), dan kemudian menjadi tanah. Bahan baku untuk humus adalah dari daun ataupun ranting pohon yang berjatuhan, limbah pertanian dan peternakan, industri makanan, agro industri, kulit kayu, serbuk gergaji (abu kayu), kepingan kayu, endapan kotoran, sampah rumah tangga, dan limbah-limbah padat perkotaan. Humus merupakan sumber makanan bagi tanaman, serta berperan baik bagi pembentukan dan menjaga struktur tanah. Senyawa humus juga berperan dalam pengikatan bahan kimia toksik dalam tanah dan air. Selain itu, humus dapat meningkatkan kapasitas kandungan air tanah, membantu dalam menahan pupuk anorganik larut-air, mencegah penggerusan tanah, menaikan aerasi tanah, dan juga dapat menaikkan fotokimia dekomposisi pestisida atau senyawa-senyawa organik toksik. Kandungan utama dari kompos adalah humus. Humus merupakan penentu akhir dari kualitas kesuburan tanah, jadi penggunaan humus sama halnya dengan penggunaan kompos. 3.5 Pupuk organik buatanPupuk organik buatan adalah pupuk organik yang diproduksi di pabrik dengan menggunakan peralatan yang modern. Beberapa manfaat pupuk organik buatan, yaitu:? Meningkatkan kandungan unsur hara yang dibutuhkan tanaman.? Meningkatkan produktivitas tanaman.? Merangsang pertumbuhan akar, batang, dan daun.? Menggemburkan dan menyuburkan tanah.Pada umumnya, pupuk organik buatan digunakan dengan cara menyebarkannya di sekeliling tanaman, sehingga terjadi peningkatan kandungan unsur hara secara efektif dan efisien bagi tanaman yang diberi pupuk organik tersebut.3.6. ManfaatBerbagai hasil penelitian mengindikasikan bahwa sebagian besar lahan pertanian intensif menurun produktivitasnya dan telah mengalami degradasi lahan, terutama terkait dengan sangat rendahnya kandungan karbon organik dalam tanah, yaitu 2%.Padahal untuk memperoleh produktivitas optimal dibutuhkan karbon organik sekitar 2,5%. Pupuk organik sangat bermanfaat bagi peningkatan produksi padi baik kualitas maupun kuantitas, mengurangi pencemaran lingkungan, dan meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan. Penggunaan pupuk organik dalam jangka panjang dapat meningkatkan produktivitas lahan dan dapat mencegah degradasi lahan. Sumber bahan untuk pupuk organik sangat beranekaragam, dengan karakteristik fisik dan kandungan kimia yang sangat beragam sehingga pengaruh dari penggunaan pupuk organik terhadap lahan dan tanaman dapat bervariasi.Selain itu, peranannya cukup besar terhadap perbaikan sifat fisika, kimia biologi tanah serta lingkungan. Pupuk organik yang ditambahkan ke dalam tanah akan mengalami beberapa kali fase perombakan oleh mikroorganisme tanah untuk menjadi humus. Bahan organik juga berperan sebagai sumber energi dan makanan mikroba tanah sehingga dapat meningkatkan aktivitas mikroba tersebut dalam penyediaan hara tanaman. Penambahan bahan organik di samping sebagai sumber hara bagi tanaman, juga sebagai sumber energi dan hara bagi mikroba. Bahan dasar pupuk organik yang berasal dari sisa tanaman sedikit mengandung bahan berbahaya. Penggunaan pupuk kandang, limbah industri dan limbah kota sebagai bahan dasar kompos berbahaya karena banyak mengandung logam berat dan asam-asam organik yang dapat mencemari lingkungan. Selama proses pengomposan, beberapa bahan berbahaya ini akan terkonsentrasi dalam produk akhir pupuk. Untuk itu diperlukan seleksi bahan dasar kompos yang mengandung bahan-bahan berbahaya dan beracun (B3).Pupuk organik dapat berperan sebagai pengikat butiran primer menjadi butir sekunder tanah dalam pembentukan pupuk. Keadaan ini mempengaruhi penyimpanan, penyediaan air, aerasi tanah, dan suhu tanah. Bahan organik dengan karbon dan nitrogen yang banyak, seperti jerami atau sekam lebih besar pengaruhnya pada perbaikan sifat-sifat fisik tanah dibanding dengan bahan organik yang terdekomposisi seperti kompos. Pupuk organik memiliki fungsi kimia yang penting seperti:Penyediaan hara makro (nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, magnesium, dan sulfur) dan mikro seperti zink, tembaga, kobalt, barium, mangan, dan besi, meskipun jumlahnya relatif sedikit. Meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK) tanah. Membentuk senyawa kompleks dengan ion logam yang meracuni tanaman seperti aluminium, besi, dan mangan. Pelestarian lingkungan. Tanaman penutup tanah (cover crop) dapat digunakan sebagai pupuk organik. Penggunaan pupuk organik saja, tidak dapat meningkatkan produktivitas tanaman dan ketahanan pangan. Oleh karena itu sistem pengelolaan hara terpadu yang memadukan pemberian pupuk organik dan pupuk anorganik perlu digalakkan. Sistem pertanian yang disebut sebagai LEISA (Low External Input and Sustainable Agriculture) menggunakan kombinasi pupuk organik dan anorganik yang berlandaskan konsep good agricultural practices perlu dilakukan agar degredasi lahan dapat dikurangi dalam rangka memelihara kelestarian lingkungan.Pemanfaatan pupuk organik dan pupuk anorganik untuk meningkatkan produktivitas lahan dan produksi pertanian perlu dipromosikan dan digalakkan. Program-program pengembangan pertanian yang mengintegrasikan ternak dan tanaman (crop-livestock) serta penggunaan tanaman legum baik berupa tanaman lorong (alley cropping) maupun tanaman penutup tanah (cover crop) sebagai pupuk hijau maupun kompos perlu diintensifkan. BAB IVPENUTUPA. KesimpulanBerdasarkan dari uraian – uraian di atas, dapat kita ketahui bahwa penggunaan pupuk organik pada tanaman padi dapat dapat memperbaiki tingkat kesuburan tanah dan meningkatkan pendapatan petani. Karena dengan menggunakan pupuk organik dapat meningkatkan hasil panen padi dan harga beras organik juga lebih mahal dibandingkan dengan beras non-organik. Tentunya diikuti dengan cara pengolahan tanaman yang benar. Dan jika menggunakan pupuk organik juga tidak akan merusak lingkungan karena pupuk organik ramah lingkungan oleh karena itu, sudah saatnya masyarkat beralih menggunakan pupuk organik. Dengan menggunakan pupuk organik yang tentunya lebih memberikan untung lebih banyak dibandingkan jika mereka menggunakan pupuk non-organik. Kita juga sudah dimudahkan dengan adanya produksi pupuk organik oleh para produsen pupuk besar di Indonesia yang mulai giat untuk memproduksi pupuk organik. Hal itu tentunya bisa dijadikan alasan untuk beralih ke pupuk organik. B. SaranSemoga dengan adanya Penugasan Karya Tulis Ilmiah ini dapat menjadi motivasi bagi kami para penyuluh dan untuk kedepannya diharapkan adanya pelatihan khusus Penulisan Karya Tulis Ilmiah sehingga akan lebih intensif lagi dalam pembelajarannya.