Loading...

Memperbaiki Tanaman Apukat Yang Tidak Produktif Menjadi Produktif Yang Berkualitas Melalui Teknik Top Working

Memperbaiki Tanaman Apukat Yang Tidak Produktif Menjadi Produktif Yang Berkualitas Melalui Teknik Top Working
Dalam berusahatani yang kita lakukan baik itu secara monokultur maupun secara tumpang sari tentulah tidak semua usaha kita sesuai dengan yang diinginkan, walau usaha kita itu sudah dilakukan sesuai dengan SOP. Karena semua itu dipengaruhi dengan keadaan kondisi alam yang tidak bisa kita ketahui dengan pasti walaupun menggunakan inovasi teknologi moderen sekali gus hanya Allahlah yang menentukan keberhasilan kita sehingga dapat mensejahterakan keluarganya. Walau begitu kita tidak boleh menyerah begitu saja, kita tetap bersemangat berusaha untuk memperbaiki apa kekurangan dan kesalahan dalam berusahatani kita sehingga memperoleh hasil yang maksimal sesuai dengan yang diharapkan. Tanaman yang kita usahakan walau sudah sesuai dengan SOP Budidaya tentu masih ada tanaman yang tidak sesuai yang diharapkan contohnya tanaman tidak serentak pertumbuhannya, berbuahnya, bahkan ada yang sama sekali tidak mau berbuah padahal tanaman yang lain sudah tiga sampai empat kali berbuah dan juga tanaman yang sudah mulai tua produksinya kualitasnya sudah menurun serta pemeliharaannya semakin sukar. Dengan adanya permasalahan tersebut maka kita harus berusaha melakukan perbaikan tanaman tersebut agar berproduksi dengan baik dan tidak mengganggu dengan tanaman disekitarnya baik dari kerusakan fisik akar tanaman maupun lingkungan. Hal tersebut perlu memilih inovasi teknologi yang cocok untuk diterapkan yaitu Teknik Top Working Tanaman Apukat Top working adalah salah satu cara yang digunakan dalam usaha untuk mengganti varietas yang ada dengan varietas baru tanpa harus mematikan tanaman. Teknik ini dapat diterapkan pada hampir semua jenis tanaman buah-buahan. Teknik top working ini ditemukan berdasarkan dari pengalaman dan berbagai percobaan yang dilakukan oleh petani dan petugas penyuluh di seluruh Indonesia. Tujuan top working adalah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tanaman buah tanpa harus melakukan perombakan pada pohon. Berdasarkan pengalaman dilapangan, pohon tanaman buah unggul pun semakin tua usianya semakin mengalami penurunan baik pada produksi maupun kualitas buah nya, nah teknologi top working dilakukan untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas pohon apukat yang kita usahakan tersebut. Memang umumnya top working ini diterapkan pada tanaman apukat yang tidak produktif dan mempunyai varietas yang kurang bagus atau tanaman yang sudah berusia tua. Cara melakukan Teknik Top Working Pada Tanaman Buah Apukat Agar Cepat Berhasil Merawat tanaman agar terjaga kesehatannya tujuannya agar semakin subur tanaman maka proses penyembuhan luka dan pembentukan pertautan yang sempurna akan semakin cepat. Melakukan penyambungan dilakukan pada saat yang tepat yaitu saat awal atau akhir musim hujan dengan suhu rata-rata antara 17 – 25 ®C dan kelembaban rata-rata 60-70%. Perlu berlatih untuk pengalaman dan mempunyai keterampilan yang baik sehingga pada waktu melaksanakan sudah semakin terampil dan menghasilkan prosentase keberhasilan yang tinggi Mengerti dan mampu merawat dan menggunakan alat untuk menyambung seperti gunting pangkas dan pisau okulasi harus steril dari penyakit. Untuk melakukan teknik top working dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu sambung kulit, sambung celah, penempelan dan sambung tunas. Masing-masing cara ini dilakukan sesuai dengan karakteristik batang atas dan batang bawah. Berikut ini adalah beberapa teknik dalam melakukan top working : Berikut ini merupakan salah satu contoh penerapan inovasi Teknologi Top Working sambung celah pada tanaman apukat. Sambung celah; Sambung celah digunakan pada batang apukat yang sudah tua atau tanaman yang tidak mau. Cara melakukan yaitu; Tanaman yang akan dijadikan batang bawah atau yang akan dilakukan Top Working dipotong setinggi kurang lebih 100 cm dari permukaan tanah. Menyiapkan benih batang atas yang didapat dari pohon induk benih yang jadi pilihannya (Produksi, mutu baik dan lainnya) seperti pemilihan benih yang baik sesuai dengan SOP dan sebaiknya batang entres atau batang atas dari varietas yang diinginkan dengan diamter batang antara 1,5 sampai dengan 2 cm. Setelah benih batang atas siap selanjutnya dibuat celah dengan pisau sepanjang 3-3,5 cm pada bagian tangkal yang tesisa. Potong batang atas sepanjang 10 sampai 15 cm, pangkal entres dibentuk runcing dengan ukuran sesuai dengan celah batang. Tautkan entres pada pohon dengan cara menyisipkan pada celah. Entres yang dipasangkan berjumlah 3 yang bertujuan agar nantinya lebih mudah untuk mengatur kanopinya dengan baik dan mudah sehingga tanaman jadi mudah perawatan dan memanennya. Untuk memperkuat pertautan antara batang atas dan batang bawah dilakukan pengikatan dengan menggunakan tali plastik. Bagian yang terbuka ditutup lilin atau parafin. Agar tidak terkena sinar matahari secara langsung tanaman disungkup dengan plastik dan kertas semen. Buat lubang pada kedua sisi kertas semen untuk menjaga sirkulasi udara. Keuntungan dari sambung celah adalah batang relatif rata dan kokoh tanpa memerlukan penyangga untuk pertumbuhan awalnya. Demikian naskah ini saya buat semoga bermanfaat bagi kita semua. Ditulis oleh : Dalmadi BBP2TP Bogor Sumber : Balitbangtang, Rawa Bibit Com dan Berbagai sumber media elektronik (Internet) lainnya Gambar : Rawa Bibit Com