Loading...

MEMPERKENALKAN PUPUK CAIR DARI KULIT TELUR KEPETANI DI WILAYAH EMPOANG UTARA

MEMPERKENALKAN PUPUK CAIR DARI KULIT TELUR KEPETANI DI WILAYAH EMPOANG UTARA
Penomena pupuk langka dan pupuk mahal banyak terjadi dimasyarakat, tak terkecuali di wilayah kerja Kelurahan Empoang Utara Kabupaten Jeneponto. Oleh karena itu penyuluh pertanian gencar memperkenalkan alternatif yang bisa dilakukan oleh petani kita, salah satunya yaitu memanfaatkan limbah dapur yaitu kulit telur. kulit telur dapat diolah kemudian dijadikan sebagi pupuk cair yang dapat diaplikasikan kepada tanaman seperti padi, jagung dan lainnya. Telur merupakan makanan yang pasti sangat dekat dengan kita semua. Jika kita gemar mengonsumsi telur, pasti kita semua cenderung untuk membuang cangkang atau kulitnya. Sepertinya kulit telur tersebut tidak berguna dan tidak mempunyai fungsi apa-apa sehingga dianggap sebagai sampah. Kandungan yang ada didalam cangkang telur terdiri dari 94% kalsium karbonat, 1% kalium phospat, dan 1% magnesium karbonat. Untuk membuat pupuk cair yang kaya Kalsium tersebut terdiri dari : Alat dan Bahan Cara Membuat : Cuci bersih kulit telur Jemur kulit telur himgga kering, dan pastikan benar-benar kering Kulit telur diremas remas sampai berukuran kecil Kemudian campurkan kulit telur dengan cuka Perbandingan ,kulit telur dengan cuka adalah 1 gelas kulit telur dicampur ke cuka 1 botol Masukkan cuka kedalam toples plastic, kemudian cangkang atau kulit telur masukkan kedalam toples sedikit demi sedikit. Tutup toples dengan plastic lalu ikat dengan karet gelang Diamkan selama 7 hari, apabila sudah 7 hari campuran tersebut disaring dan hasilnya disimpan didalam botol dan ditutup rapat. Tanda atau ciri pupuk jadi adalah air berubah warna seperti bensin dan baunya agak menyengat. Aplikasi pada tanaman: Dengan mencampurkan 1 : 14 ( artinya 1 liter pupuk cair diencerkan dengan 14 liter air bersih/1 tangki). Setelah itu semprot ketanaman secara merata. Pupuk Cair Cangkang telur sangat kaya dengan Kalsium. Dimana Kalsium (Ca) pada tanaman berperan untuk merangsang pembentukan bulu akar, mengeraskan batang tanaman, dan merangsang pembentukan biji. Kalsium pada daun dan batang berkhasiat menetralkan senyawa . (Jumriani Rasyid, SP PPL KEL. EMPOANG UTARA)