Loading...

Mempertahankan Mutu Manggis Selama Penyimpanan

Mempertahankan Mutu Manggis Selama Penyimpanan
Manggis merupakan tanaman asli Indonesia,terkenal akan kelezatannya,sehingga manggis mendapat julukan sebagai ratunya buah. Sebagai buah segar, manggis merupakan sumber mineral dan vitamin yang sangat dibutuhkan oleh manusia dan bermanfaat untuk kesehatan. Setiap 100 g daging buah manggis mengandung 0,6 g protein, 0,6 g lemak,15,6 g karbohidrat, 8 mg kalsium, 12 mg fosfor, 0,8 mg besi, 70 g air dan 53 kalori. Selain kandungan mineral, vitamin, manggis mengandung komponen kimia bersifat sebagai anti oksidan yang kuat , yakni xanthone. Xanthone merupakan anti oksidan yang sangat kuat ini berpotensi untuk memelihara kesehatan sistem imun dan mendukung kesehatan mental. Kegunaan lain dari xanthone adalah mendukung keseimbangan mikrobiologi dan meningkatkan kelenturan sendi. Kandungan xanthone tidak hanya pada daging buah tetapi juga pada kulit buah. Kulit buah manggis dapat digunakan sebagai bahan obat,pewarna alami, dan lotion penyegar kulit. Saat ini belum semua permintaan buah manggis dari mancanegara dapat terpenuhi yang disebabkan mutu manggis kurang memenuhi persyaratan yang diminta oleh negara pengimpor. Sebagian besar tanaman manggis di Indonesia merupakan tanaman warisan leluhur dan telah berumur puluhan tahun. Pada umumnya tanaman kurang terpelihara sehingga produktivitasnya rendah. Selain cara panen yang belum komersial, cara pengangkutan buah dari sentra produksi ke lokasi pemasaran juga masih dilakukan secara tradisional. Kendala utama dari buah manggis segar adalah adanya getah kuning dan kerasnya buah. Apabila getah kuning masuk ke dalam daging buah maka daging buah rasanya pahit. Getah kuning sering juga ditandai sebagai bintik kuning pada permukaan kulit buah manggis sehingga mempengaruhi kualitas buah. Keluarnnya getah kuning pada buah manggis sebenarnya merupakan kelainan fisiologis yang dapat disebabkan oleh hujan lebat yang terus-menerus , terik matahari dan juga tungau. Mutu buah manggis segar sangat ditentukan oleh penanganan pascapanennya, mulai dari pemilihan tingkat ketuaan buah, pengemasan sampai penyimpanannya. Buah manggis merupakan buah klimakterik sehingga buah dapat matang selama masa penyimpanannya. Puncak klimaterik dicapai setelah penyimpanan 10 hari pada suhu ruang. Pemanenan umumnya dilakukan setelah buah berumur 104 hari dihitung mulai bunga mekar, saat itu warna kulit buah manggis masih berwarna hijau dengan sedikit ungu muda pada permukaan kulit buahnya. Enam hari setelah dipanen warna kulit buah menjadi ungu tua. Buah yang dipanen saat buah berwarna merah tua (114 hari) menyebabkan daya simpannya lebih singkat dan tidak dapat memenuhi persyaratan mutu manggis untuk ekspor. Buah yang muda berwarna hijau dan mengandung banyak getah yang berwarna kuning. Terdapatnya getah pada buah manggis mengakibatkan buah menjadi kotor dan tidak menarik,sedangkan getah pada daging buah menyebabkan kesulitan untuk memisahkan daging buahnya. Buah yang dipanen pada tingkat ketuaan buah berwarna hijau dengan bintik ungu, yaitu pada umur 104 hari, warna kulitnya berubah dengan cepat menjadi 20 – 25 % ungu kemerahan dalam satu hari penyimpanan pada suhu 25 derajat celcius dan kelembaban 70 %. Warna kulit berubah menjadi ungu kemerahan 100 % setelah 6 hari penyimpanan. Buah manggis mempunyai daya simpan yang singkat. Kerusakan buah manggis ,seperti sepal dan tangkal buah menjadi ridak segar, buah mengeras dan jaringan daging buah yang matang bergetah sehingga sukar dibelah dan sulit untuk memisahkan daging dengan kulitnya. Kerusakan tersebut seringkali dijumpai setelah pengangkutan dan penyimpanan. Salah satu cara agar memperkecil kerusakan penyimpanan antara lain dengan penutupan pori-pori buah. Penutupan sebagian pori-pori buah dengan ekstrak umbi bit dapat mempertahankan kesegaran buah. Pencelupan buah dalam larutan ekstrak bit dapat mempertahankan tekstur dan penampakan buah. Kesegaran buah dapat dipertahankan bila dilakukan penyimpanan pada suhu dingin dengan kombinasi pengemasan atau tanpa pengemasan. Penyimpanan buah pada suhu ruang diupayakan suhu tidak boleh terlalu tinggi dan terlalu rendah. Suhu tinggi dapat mempercepat reaksi biokimia sehingga pematangan akan lebih cepat. Sedangkan suhu yang terlalu rendah dapat menyebabkan kerusakan buah akibat suhu dingin. Penyimpanan pada suhu 12 – 14 derajat celcius mampu memperpanjang daya simpan buah sampai 20 hari. Kerusakan buah akibat suhu dingin akan terjadi bila suhu penyimpanan kurang dari 10 derajat celcius. Sumardi Sumber : Buletin Teknologi Pascapanen,2007. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian.