Loading...

Memupuk Tanaman Untuk Menambah Unsur Hara Pada Budidaya Krisan Potong

Memupuk Tanaman Untuk Menambah Unsur Hara Pada Budidaya Krisan Potong
Pemupukan adalah suatu proses penambahan unsur hara yang diperlukan oleh tanaman agar terjadi keseimbangan sesuai kebutuhan tanaman sehingga dapat tumbuh dengan optimum. Tujuan dari pemupukan adalah untuk menyediakan hara tanaman yang sesuai bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman, meningkatkan produksi dan mutu hasil tanaman bunga krisan dan menjaga keseimbangan di dalam tanah.Pada umumnya pemupukan dibedakan dalam dua istilah berdasarkan waktu pelaksanaannya, yaitu pemupukan dasar dan pemupukan susulan. Pemupukan dasar dilakukan pada awal pertanaman, biasanya diberikan sebelum benih ditanam berupa pupuk organik dan anorganik. Sedangkan pemupukan susulan diberikan setelah tanaman tumbuh yang merupakan lanjutan dari pemupukan pertama.Pupuk dasar bertujuan memberikan unsur hara yang diperlukan untuk mendukung tanaman pada awal pertumbuhannya. Pada umumnya pupuk dasar yang dianjurkan adalah pupuk kandang atau kompos selain mengandung unsur hara makro dan mikro juga berfungsi untuk memperbaiki struktur tanah agar tetap porous dan ditambah pupuk kimia yang pada umumnya mengandung unsur N, P, dan K.Sejalan dengan pertumbuhan tanaman, kebutuhan terhadap unsur hara semakin besar, sementara unsur hara alami yang ada didalam tanah dan pupuk dasar berkurang jumlahnya, oleh karena itu dilakukan pemupukan susulan.Pupuk susulan selain terdiri dari unsur makro N, P, dan K juga diperlukan pupuk unsur mikro Ca, Mg, S, B, Fe, Mn, Cu, ZN, dan Mo. Disebut unsur makro karena dibutuhkan dalam jumlah yang banyak, sedangkan disebut unsur mikro karena dibuthkannya sedikit.Beberapa ciri tanaman yang terlihat gejala kekurangan unsur hara adalah :a. Nitrogen (N), daun muda tumbuh kecil-kecil, pertumbuhan terhambat, daun menguning dimulai dari daun tua.b. Phosfor (P), jarang terjadi tetapi terlihat perakaran yang lemah, kecil dan berkembang tidak sempurna.c. Kalium (K), dauntua terlihat nekrotis atau menguning, ada jaringan mati ditengah lembaran atau tepi daun. Batang kurang kuat sehingga mudah patah, Vaselife bunga lebih pendek.d. Magnesium (Mg), daun menguning pada tulang daun muda.e. Kalsium (Ca), daun muda terlihat lebih tipis, halus, dan lemas.f. Besi (Fe), terlihat nekrotis pada daun-daun muda.g. Tembaga (Cu), terlihat ujung daun mengisut dan terlihat merana.h. Boron (Bo), daun muda terlihat hijau pucat, bagian bawah terpilin dan menggulung.Sebagai dasar untuk menentukan waktu pemupukan yang tepat, maka perlu diketahui terlebih dahulu fase-fase pertumbuhan tanaman. Krisan merupakan salah satu tanaman bunga potong yang memiliki pertumbuhan cukup cepat, dimana fase pertumbuhannya bisa diatur dengan mengatur lamanya fase long day (masa pelampuan) dimana pada fase ini tanaman membutuhkan N lebih banyak.Pada fase pemupukan generatif tanaman krisan diberikan pupuk K lebih tinggi dibandingkan fase sebelumnya karena pada proses inisiasi bunga kebutuhan K cukup tinggi. Aplikasi pemupukan dapat dihentikan setelah sebagian besar tanaman memasuki fase "colouring" ( kuncup bunga terlihat mulai berwarna) karena tanaman krisan sudah tidak banyak memerlukan pupuk untuk pertumbuhannya. Ditulis ulang oleh : Dalmadi BBP2TP BogorSumber : Balitbangtang dan Berbagai sumber media elektronik (Internet)Gambar : Badan Pelatihan Pertanian