Loading...

Menanam Duku Yang Baik

Menanam Duku Yang Baik
Pertumbuhan tanaman duku akan baik bila kondisi lingkungan sesuai dengan syarat tumbuhnya. Tanaman ini sebaiknya ditanam pada wiayah agroekologi agar dapat berproduksi tinggi dengan kualitas buah yang baik. Untuk itu anda perlu mengetahui syarat tumbuh tanaman duku, meliputi : Keadaan Tanah. Tanaman duku mempunyai daya adaptasi terhadap berbagai jenis tanah. Meskipun demikian, jenis tanah yang ideal bagi tanaman duku adalah tanah lempung atau aluvial yang mengandung pasir dan kapur serta pH tanah 6 – 7. Ketinggian Tempat. Ketinggian tempat sangat berpengaruh terhadap suhu,kelembaban,dan intensitas cahaya matahari. Secara umum tanaman duku dapat tumbuh di daerah yang mempunyai ketinggian 0 – 650 m diatas permukaan laut (dpl). Ketinggian tempat yang ideal antara 30 – 500 m dpl. Ketinggian tempat dapat mempengaruhi waktu pembungaan dan pembuahan tanaman duku. Meskipun dapat tumbuh dengan subur, tetapi jika ditanam di tempat yang tinggi, tanaman duku akan mengalami kelambatan berbunga dan berbuah. Pada dataran rendah, tanaman duku akan menerima sinar matahari dalam jumlah besar, karena tanaman duku tidak tahan menerima cahaya matahari secara langsung sehingga perlu peneduh disekitar tanaman. Tanaman duku bisa tumbu di dataran rendah pada tanah-tanah miring seperti di lereng bukit atau lembah. Di daerah perbukitan juga bisa dibudidayakan, asal ketinggian tempat tidak melebihi dari 650 m dpl. Pembibitan. Pemilihan bibit merupakan kunci sukses agar dapat menghasilkan buah yang banyak dan bermutu. Bibit yang dipilih harus berasal dari varitas yang sesuai dengan persyaratan pertumbuhan di kebun. Bibit harus sehat dan cukup umur. Apabila kondisi bibit tidak memungkinkan untuk di tanam harus diberi perlakuan terlebih dahulu di persemaian. Bentuk perlakuannya dengan cara penyiraman,pemupukan agar tanaman tetap sehat. Gunakan bibit berasal dari perbanyakan yang tepat dengan varitas yang bermutu. Untuk memproduksi bibit duku bisa dengan okulasi. Memproduksi bibit cara okulasi perlu memperhatikan persyaratan batang bawah dan batang atas serta bentuk atau model okulasi. Batang bawah harus memiliki pertumbuhan yang subur, sehat, normal dan berumur antara 1 – 1,5 tahun atau ukuran batangnya sebesar pensil. Akar benih harus kuat, sehat dan tidak terserang penyakit. Pemeliharaan bibit asal okulasi sampai siap dipindahkan ke kebun meliputi kegiatan penyiraman dengan frekuensi 1 – 2 kali sehari. Pemupukan dengan pupuk urea SP-36 dan KCl (2:1) sebanyak 3 – 5 gram per pohon setiap tiga bulan. Tanaman duku hasil okulasi sesudah tumbuh dewasa membentuk tanaman dengan postur tajuk yang tinggi dan percabangan yang jarang dan jauh dari tanah. Bentuk tajuknya kurang indah , kurang menarik dan tidak berfungsi sebagai tanaman peneduh, namun berproduksi tinggi dibandingkan denan tanaman asal cangkok. Memproduksi bibit duku dengan sambung pucuk memerlukan batang atas (entres) dan batang bawah dengan persyaratan yang sama seperti okulasi, namun cara menyatukannya dengan cara menyambungkan batang atas (entres) dengan batang bawah. Batang bawah dan batang atas yang akan disatukan harus berukuran sama, yaitu sebesar ukuran pensil. Dua minggu setelah penyambungan pucuk dapat dilakukan pemeriksaan hasil sambungan dengan membuka kerudung plastik dan pembalut sambungan. Bila sambungan berwarna hijau dan segar berarti sambung pucuk berhasil. Penyiapan lahan. Penyiapan lahan dilakukan pada awal musim tanam. Tanah diolah secara merata dengan kedalaman 30 cm. Sebelum dilakukan pembuatan lubang tanam,diawali peletakan ajir sebagai pertanda jarak antar lubang atau antar tanaman duku sekitar 10 – 12 m atau 8 x 8 m. Lubang tanam dibuat ditengah ajir dengan ukuran lubang tanam 50 cm x 50 cm x 50 cm. Kebutuhan benih. Sebelum penanaman, benih diadaptasikan dengan lingkungan kebun dengan cara dipelihara di tempat lokasi kebun selama satu bulan. Jumlah bibit duku dibutuhkan perhektar sekitar 120 – 150 pohon dengan jarak tanam 8 – 12 m. Waktu tanam. Waktu tanam yang paling baik adalah 1 – 2 bulan sesudah lubang tanam disiapkan dan awal musim hujan. Pada awal pertumbuhan tanaman duku harus mendapatkan pengairan yang cukup untuk menunjang pertumbuhan tanaman. Bagi daerah yang memiliki pengairan cukup sepanjang tahun dapat menanam tanaman duku setiap saat. Penyulaman. Setelah dua tahun sejak di tanam akan terlihat ada pertumbuhan tanaman yang tidak normal atau mati maka tanaman duku segera dicabut dan diganti dengan tanaman baru yang ukuran tajuk hampir sama. Apabila umur tanaman sudah lebih dari tiga tahun, tetapi mengalami kegagalan pertumbuhan, segera ditanam kembali dengan tanaman baru yang besar tajuknya hampir sama agar tidak ada ketimpangan pertumbuhan tanaman duku di areal kebun. Sumardi Sumber : Ditjen Hortikultura.