Loading...

Menanam Jagung Hibrida Agar Bertongkol Besar Di Desa Sukorejo Kecamatan Sukorejo

Menanam Jagung Hibrida Agar  Bertongkol Besar Di Desa Sukorejo Kecamatan Sukorejo
Menanam jagung hibrida agar cepat panen sangat mudah jika kalian mengetahui cara menanam jagung hibrida yang benar. Tanaman jagung ( Zea may ssp. Mays) merupakan jenis tanaman pangan penting dunia yang menghasilkan karbohidrat selain gandum dan padi. Tanaman jagung adalah tanaman pagan pokok di sebagain belahan dunia dan bahan pangan olahan seperti minyak jagung dan bahan dasar tepung maizena, bioenergy, bahan kosmetik, selain itu untuk kebutuhan pangan ternak. Untuk pakan ternak tanaman jagung digiling atau diselep buah jagung atau seluruhnya dari batang sampai buah sebagai sumber karbohidrat. Tanaman jagung tumbuh di dataran rendah sampai tinggi hingga 1200 mdpl, dan memerlukan media tanah lempung, lempung berpasir, tanah vulkanik, yang subur, gembur, kaya bahan organic, memerlukan sinar matahari minimal 8 jam per hari suhu udara 20-33 derajat celsius, curah hujan sedang, ph tanah 5,5-7 dengan drainase yang baik. Tiga Hal Penting Agar Jagung Hibrida Bertongkol Besar adalah Bibit Harus Unggul Pemberian Pupuk Pemeliharaan Ketiga hal tersebut merupakan kunci utama agar hasil panen jagung melimpahm, selain itu petani juga harus memperhatikan cara-cara budidaya jagung sesuai anjuran. Cara menanam jagung hibrida sama dengan jagung lokal. Teknologi yang dilakukan petani anggota Kelompoktani Subur Tani Desa Sukorejo pada musim tanam MK I tahun 2019. Langkah – langkah yang dilakukan anggota kelompoktani seperti di bawah ini agar jagung yang anda tanam menghasilkan banyak keuntungan. Persiapan Benih Jagung Hibrida Cara menanam jagung hibrida yang pertama adalah pemilihan benih. Pemilihan benih jagung dengan teliti untuk mengoptimalkan hasil, pilih benih jagung hibrida dan sesuaikan dengan musimnya. Lakukan perawatan benih dengan insektisida marshal dan fungisida dimertomorf (Renon, acrobat, sirkus) untuk mencegah penyakit bulai dan hama ulat tanah, semut. Persiapan Lahan Untuk Penanaman Jagung Hibrida Tanah di gemburkan dengan di cangkul atau di bajak sedalam 25-30 cm, setelah itu di ratakan atau dihaluskan dengan garu. Buatlah bedengan bila tanam musim penghujan agar air hujan tidak menggenang. Untuk penanaman musim pada kemarau tidak memerlukan pembedengan. Proses atau Cara Menanam Jagung Hibrida Cara menanam jagung hibrida adalah dengan dibuat lubang sedalam 5cm dengan jarak 25cm untuk tanam 2 biji per lubang atau jarak 15cm untuk 1 biji 1 lubang. Setelah itu masukan benih jagung kedalam lubang dan timbun tipis dengan bokashi, kemudian lakukan pengairan bila tanam musim kemarau. Pemupukan Tanaman Jagung Cara menaman jagung hibrida yang keempat adalah pemupukan. Jagung hibrida tidak akan menghasilkan hasil yang baik jika tidak di pupuk. Pemupukan pertama dilakukan saat tanaman jagung berumur 15hst, komposisi pupuk : ZA 280kg/ha + SP 100kg/ha + furadan 12kg/ha. Cara pemupukan dengan disebar kemudian di timbun dengan tanah, lalu di lakukan pengairan. Pemupukan kedua dilakukan pada umur 35hst, komposisi pupuk : ZA 350kg/ha + Phonska 200kg/ha. Cara pemupukan seperti pada pemupukan pertama. Proses pemupukan ke 3 atau pemupukan penutup dilakukan pada umur 50 hst, komposisi pupuk: Urea 350kg/ha + Phonska 180kg/ha. Cara pemupukan seperti pada pemupukan pertama. Perawatan Tanaman Jagung Pembubunan atau ipuk dilakukan bersamaan pada waktu pemupukan. Pembersihan gulma ada 2 cara yaitu menggunakan penyemprotan herbisida Calaris untuk gulma umur 5 – 21hst, Gramoxon untuk gulma umur 40hst keatas, hesbisida yang cocok. Pencegahan bundle pada bunga adalah pemberian insektisida furadan di kucup daun pada tanaman jagung umur 21hst dan 40hst. Pengairan tanaman jagung dilakukan pada saat setelah pemupukan, dan dua minggu sekali setelah pemupukan terakhir. Hama dan Penyakit Tanaman Jagung Hama yang menyerang pohon jagung adalah ulat tanah, ulat grayak, ulat penggerek polong, pengendaliannya semprot dengan insektisida bulldog, spontan. Untuk cara mengendalikan ulat tanah, taburi dengan regent. Hama atau penyakit yang biasa menyerang tanaman ini antara lain: bulai, bercak daun, hawar daun, busuk pelepah, busuk batang. Pengendalianya semprot dengan fungisida mankozeb, metalaksil, carbio. Saatnya Panen Jagung Tanaman jagung hibrida umumnya dipanen pada usia kisaran 60 hingga 150 hari sejak awal penanaman. Jagung merupakan tanaman yang mudah dibudidayakan baik pada dataran rendah maupun dataran tinggi memiliki begitu banyak manfaat untuk kesehatan tubuh anda. Sehingga jumlah konsumen jagung hibrida selalu meningkat oleh karena itu usaha jagung hibrida bisa menjadi ladang bisnis yang menjanjikan.