Loading...

MENENTUKAN JENIS PUPUK JAGUNG

MENENTUKAN JENIS  PUPUK JAGUNG
Untuk menentukan dosis pupuk dapat menggunakan rekomendasi dari KATAM. Selain itu juga dapat mengukur dosis pupuk menggunakan PUTK untuk kandungan P dan K, sementara kandungan N menggunakan BWD. Pemupukan spesifik lokasi meningkatkan hasil dan menghemat penggunaan pupuk. Pupuk N diberikan 2 kali, 7-10 dan 30-35 HST, dan N susulan berdasarkan BWD untuk mendeteksi kecupukan N bagi tanaman, dilakukan pada umur 40-45 HST. Pupuk P dan K dilakukan berdasarkan status hara tanah atau mengacu kepada PUTK. Skala pada BWD untuk dosis pupuk pada tanaman jagung dapat dilihat pada tabel berikut: Skala Takaran Pupuk Urea (kg/ha) Hibrida Komposit<4.0 150 504.0 100 255.0 50 0 Menentukan dosis pupuk spesifik lokasiMenentukan dosis pupuk menggunakan informasi KATAM 1. Menyiapkan HP (semua jenis HP) tidak dibatasi merk tertentu.2. Melakukan SMS ke Nomor : 082123456500 dengan cara INFO_PUPUK_JAGUNG TUNGGAL_PHONSKA _NAMA KECAMATAN (Bojongpicung).3. Membaca balasan dari SMS yang anda kirim.4. Mendapatkan balasan sms sebagai berikut : “Rekomendasi pupuk kedelai di kecamatan Bojongpicung Kabupaten Cianjur : Tunggal (perlu diberikan Urea : 50 Kg/Ha, SP 36 : 50 Kg/Ha, KCl 50 Kg/Ha” Menentukan dosis pupuk menggunakan PUTK1. Mengambil Contoh tanah kurang lebih sebanyak ½ sendok stainless dimasukan ke dalam tabung reaksi.2. Menambahkan pengekstrak dan diaduk hingga tanah dan larutan menyatu homogen dengan pengaduk kaca.3. Menambahkan pengekstrak sesuai dengan urutannya.4. Menunggu sekitar + 10 menit hingga timbul warna. Warna yang muncul pada larutan jernih dibaca/ dipadankan dengan bagan warna yang disediakan.5. Mengkelompokkan Status hara P, dan K tanah menjadi 3 kelas status yaitu Rendah, Sedang, dan Tinggi, C-organik dibuat 2 kelas, yaitu < 3 % rendah dan > 3 % sedang.6. Rekomendasi pemupukan P, K, C-organik dan kebutuhan kapur ditentukan sesuai dengan bacaan status hara hasil pengujian. Menentukan dosis pupuk menggunakan BWD1. Memilih sampel sebanyak 10 tanaman (lebih banyak lebih baik).2. Memilih daun muda yang sudah terbuka sempurna (daun ketiga dari atas).3. Meletakkan daun di atas BWD, bagian daun yang dipantau di sekitar 1/3 dari ujung daun.4. Membandingkan warna daun dengan warna BWD, skala yang paling sesuai dengan warna daun kemudian dicatat. SRIYANTO. SPt. (PP MUDA) Admin Kab.Bima (Hartanto.Ts.SPt.MM)