Loading...

Mengatur Pola Tanam

Mengatur Pola Tanam
Apa Itu Pola Tanam? Pola tanam adalah usaha penanaman pada sebidang lahan dengan mengatur susunan tata letak dan tata urutan tanaman selama periode tertentu, termasuk masa pengolahan tanah dan masa tidak ditanami selama periode tertentu. Pengaturan pola tanam umumnya dalam kurun waktu satu tahun. Pengaturan pola tanam dilakukan dengan menyesuaikan waktu tanam dengan musim pada suatu sistim budidaya tanaman, umumnya disesuaikan dengan pola curah hujan atau ketersediaan air. Pola tanam dalam usahatani mempunyai peranan yang sangat penting untuk meningkatkan pendapatan petani. Selain itu, pengaturan pola tanam juga dapat mempertahankan dan meningkatkan kelestarian sumber daya alam serta dapat meningkatkan produktivitas lahan dan pendapatan usahatani secara terus menerus, dan dan untuk menghindari risiko kegagalan. Mengapa Perlu Mengatur Pola Tanam? Lahan merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan usahatani. Baik dari sisi luas maupun kualitasnya. Dari sisi luas, data Sensus Pertanian Tahun 2013 menunjukkan bahwa rata-rata luas lahan yang dikuasai per rumah tangga petani hanya sekitar 8.580 meter persegi, atau dengan kata lain dibawah 1 hektar. Dari sisi kualitas, saat ini disadari sudah terjadi penurunan kualitas yang ditandai oleh menurunnya tingkat kesuburan dan semakin sulitnya sumberdaya air. Untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian dengan segala keterbatasannya tersebut, para petani dapat melakukannya dengan mengatur pola tanam. Mengatur pola tanam dilakukan untuk meningkatkan pendapatan usaha tani dan mengurangi risiko kegagalan usahatani. Faktor-faktor yang Perlu Dipertimbangkan dalam Penyusunan Pola Tanam Dalam penyusunan pola tanam, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, diantaranya: Kondisi tanah Keadaan tanah penting diperhatikan, mengingat setiap jenis tanaman menghendaki jenis, sifat dan tingkat kesuburan tertentu. Sebagai contoh, di tanah yang asam, sifat pH-nya rendah tidak cocok untuk jenis tanaman yang menghendaki tanah netral atau basa dan sebaliknya. Umumnya tanaman menghendaki tanah yang sifatnya netral. Kondisi tanah tersebut dapat dijadikan pertimbangan bagi petani apakah akan ditanam tanaman campuran atau tanaman giliran, serta jenis dan varietas yang sesuai dengan kondisi lahan. Iklim dan sumberdaya air Iklim dan air merupakan salah satu faktor teknis-biologis yang sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Tiap jenis tanaman menghendaki iklim dan tata pengairannya sendiri. Oleh karena itu penentuan jenis tanaman yang akan diusahakan harus memperhatikan kondisi iklim dan ketersediaan dan pengaturan sumberdaya air. Tradisi, sosial ekonomi petani Tradisi, sosial ekonomi (kepemilikan modal, lahan, pasar, dan pendapatan) petani harus diperhatikan dalam pengaturan pola tanam, karena akan berkaitan dengan penerapan dan pengembangan inovasi teknologi. Semakin besar modal dan kepemilikan lahan petani, maka kemungkinan untuk penataan jenis tanaman yang diharapkan menghasilkan pendapatan yang tinggi juga akan besar. Apabila permintaan pasar terhadap hasil produksi pertanian tinggi, maka petani akan menanamnya. Pemenuhan kebutuhan pangan keluarga Dengan memanfaatkan pola tanam yang optimal. Selain dapat menjual hasil usahatani, petani dapat mencukupi persediaan pangan keluarga. Keadaan saprodi Ketersediaan sarana produksi usahatani seperti pupuk, benih, pestisida, traktor dan pompa air merupakan faktor pendukung penerapan pola tanam. Sumber : Rusastra,IW., Handewi P Saliem, Supriati dan Saptana. 2004. Prospek Pegembangan Pola Tanam dan Diversifikasi Tanaman Pangan di Indonesia. Forum Penelitian Agro Ekonomi. Volume 22 No. 1. Juli. 2004.Karama, A.S., 1990. Padi Dalam Pola usahatani Padi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Bogor. Penulis: Ume Humaedah (Penyuluh Pertanian Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian; Email: ume_humaedah@yahoo.com