Menanam padi gogo selain diusahan di lahan sawah terbuka, dapat juga dilakukan lahan hutan melalui sistem tumpang sari dengan tanaman hutan. Melalui sistem tumpangsari, masyarakat di sekitar hutan dapat menarik manfaat untuk melakukan budidaya tanaman pangan, sekaligus meningkatkan produksi dan penghasilannya.Berdasarkan batas naungan tanaman pokok 50%, melalui sistem tumpangsari dapat dilakukan sampai tahun ketiga untuk peremajaan tanaman karet dan tahun keempat untuk kelapa sawit. Pengolahan TanahPengolahan tanah sebaiknya dilakukan 2 kali, pengolahan pertama dilakukan pada musim kemarau atau setelah terjadi hujan pertama yang dapat melembabkan tanah, dan pengolahan kedua pada saat menjelang tanam. Pengolahan tanah dapat menggunakan cangkul atau dengan traktor. Apa bila belum turun hujan, tanah dibiarkan/dikelantang. Bila hujan sudah turunsecara kontinyu dan memungkinkan untuk menanam, segera lahan diolah kembali untuk menghaluskan bongkahan tanah dan meratakan tanah untuk siap ditanami. Untuk kondisi lahan yang berlereng dan bergelombang, setelah pengolahan pertama perlu dibuat teras gulud untu mengurangi terjadinya erosi tanah. Pada guludan sebaiknya ditanami rumput unggul yang dapat dikombinasikan dengan tanaman penguat berupa legum pohon yang secara periodik dapat dipangkas untuk pakan ternak.Pada lahan terbuka dan relatif datar, perlu dubuat bedengan dengan ukuran lebar bedengan sekitar 6 meter, panjang bedengan disesuaikan dengan keadaan lahan. Antar bedengan dibuat parit/saluran sedalam 20 cm dan lebar 30 cm berfungsi sebagai saluran drainase. Hal ini sangat penting, karena apa bila terjadi hujan berkepanjangan air akan terdistribusi dengan baik, tidak meluap ke petakan tanaman, tidak terjadi tingginya kelembaban tanah. Kelembaban tanah yang tinggi dapat merangsanga munculnya jamur upas yang dapat menyerang perakaran tanaman padi. Penyiapan BenihDianjurkan menggunakan benih sebar yang dikeluarkan oleh penangkar benih, bermutu dan bersertifikat, daya tumbuh di atas 80%. Bila menggunakan benih produksi sendir, benih harus memenuhi syarat sebagai berikut : 1) tua dan kering, 2) bernas (tidak kopong), 3) murni (tidak tercampur dengan varietas lain), 4) bebas hama dan penyakit.Sebelum ditanam di lapangan sebaiknya benih direndam di dalam air selama 1 malam, tujuannya untuk memacu percepatan perkecambahan di lapangan. Akan lebih baik benih direndam dalam larutan fungisida untuk mengurangi serangan penyakit blas.PenanamanUntuk mengurangi terjadinya serangan hama dan penyakit (terutama penyakit Blas), sebaiknya dalam satu hamparan lahan ditanam lebih dari 3 varietas padi gogo, setiap varietas ditanam pada bedengan, dan lorong yang berbeda (sistem mozaik). Misalnya bila menggunakan 3 varietas padi gogo, lorong pertama ditaman varietas A, lorong kedua varietas B, dan lorong ketiga varietas C. Selanjutnya lorong keempat kembali ditanam varietas A, lorong kelima varietas B, dan lorong keenam varietas C. Begitu seterusnya akan terjadi penanaman varietas yang berbeda pada setiap lorongnya.Kegiatan tanam baru dapat dilakukan, bila curah sudah cukup stabil, atau sekitar 60 mm dalam tiap 10 hari. Keadaan ini biasanya dicapai pada sekitar akhir bulan oktober samapi akhir Nopember (kasus Pulau Jawa dan Lampung). Kebiasaan lain yang menjadi patokan awal tanam padi gogo adalah : sudah ada penerbangan binatang laron(sisaru atau imago rayap), pohon bambu sudah mulai bertunas, tumbuhan gadung sudah mulai keluar bunga pada sulurnya, atau tanda-tanda spesifik lain yang biasa digunakan petani sebagai patokan awal tanam.Penanaman dianjurkan menggunakan sistem tanam jajar legowo dengan jarak 20x10x30 cm, benih ditanam dengan cara ditugal sebanyak 4-5 butir/lubang. Berdasarkan perhitungan cara tanam semacam ini, populasi tanaman akan mencapai sekitar 400.000 rumpun/ha. Keuntungan dari sistem tanam jajar legowo adalah lebih mudah dalam pemeliharaan tanaman, terutama penyiangan dan pemupukan secara larikan. (pupuk dasar dan pupuk susulan pertama) Bila keadaan lahan tidak datar atau berlereng, sebainya pengaturan barisan tanaman harus memotong lereng. Hal ini untuk mengurangi terjadinya erosi bila terjadi curah hujan yang tinggi.Cara aman tanam padi gogo adalah dengan cara ditugal, karena benih akan berada kedalaman tanah dengan kelembaban yang cukup setelah lubang tanam ditumbun. Tanam tugal dilakukan untuk mengantisipasi curah hujan yang tidak menentu. Tetapi pada daerah-daerah yang curah hujannya dapat diramalkan tetap, maka tanam padi gogo dapat dilakukan dengan sistem larikan. Kedalaman larikan 2-3 cm saja, benih yang ditanam akan cepat tumbuh karena curah hujan relatif tetap dan merata.Ada juga petani tradisional yang menanam padi gogo dengan cara disebar, tanpa menggunakan jarak tanam yang teratur. Hal ini akan menyulitkan dalam pemeliharaan setelah tanaman tumbuh, misalnya dalam pemupukan dan pengendalian gulma menjadi tidak efesien.Pemeliharaan1) PenyianganPenyiangan dilakukan pada saat tanaman sudah berumur 3 minggu, sekaligus penggemburan tanah.Yaitu membersihkan rumput/gulma yang tumbuh disekitar tanaman utama dengan cara dicabut atau menggunakan alat penyiang. 2) PemupukanPupuk yang digunakan berupa pupuk kandang (kompos maupun pupuk hijau), dan upuk buatan. Pupuk alam diberikan sebelum tanam, dengan dosis 10 ton/ha. Diberikan 2 kali, yaitu : (1) Pertama diberikan pada saat tanaman sudah berumur 3-4 minggu setelah penyiangan pertama, (2) Pemupukan kedua diberikan apa bila tanaman sudah berumur 6-8 minggu setelah penyiangan kedua. Pemberian pupuk yaitu disebar disekitar tanaman, dengan cara membuat lubang memanjang mengikuti barisan tanaman. Sedangkan pupuk buatan/ha, yaitu berupa Urea 150 kg, TSP 200 kg, dan ZK 250 kg.Ruslia atmajaSumber : Badanlitbang Pertanian, berbagai sumber