Loading...

Mengenal Ayam Sensi Agrinak - 1

Mengenal Ayam Sensi Agrinak - 1
Indonesia mempunyai sumberdaya genetika asli yang beragam, termasuk ayam. Saat ini, ayam kampung lokal nasional mulai dilirik sebagai salah satu sumber protein utama selain daging sapi ataupun ayam ras.Untuk mempertahankan kualitas serta keaslian ayam kampung yang telah mempunyai segmen pasar tersendiri, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah melakukan penelitian sehingga terseleksi ayam kampung pedaging unggul yang diluncurkan di Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Ciawi, Selasa (21/2/2017).Rumpun ini mempunyai postur tubuh yang khas Sentul terselekSi pertama biasa disingkat SenSi-1 Agrinak, merupakan salah satu galur murni (pure line) ayam dan dominasi warna bulu abu polos yang khas, meskipun di tempat habitatnya ayam Sentul ini mempunyai keragaman warna bulu dan bentuk jengger, sebagai akibat perkawinan dengan rumpun asli ayam Kampung. Ayam yang diberi nama Ayam SenSi-1 Agrinak ini merupakan salah satu galur murni ayam lokal pedaging unggul dari rumpun ayam Sentul dari Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Ayam Sensi sendiri adalah singkatan dari Sentul Terseleksi.Ayam ini juga telah ditetapkan sebagai galur ayam lokal pedaging asli Indonesia oleh Menteri Pertanian melalui Surat Keputusan nomor 39/Kpts/PK.020/1/2017. Salah satu keunggulan ayam sentul dibanding ayam kampung lainnya adalah bobot hidup pada umur 10 minggu yang siap dipanen mencapai 900 gram/ekor, sementara ayam kampung biasa hanya berkisar 400-500 gram/ekor.Ayam ini sudah dimanfaatkan sebagai ayam niaga (final stock) dan/atau sebagai ayam tetua (parent stock). Ada dua varian warna bulu yaitu: SenSi-1 Agrinak bulu Abu dan SenSi-1 Agrinak bulu Pucak (putih bercak hitam). Ayam ini relatif tahan terhadap penyakit. SenSi-1 Agrinak bulu Abu dengan karakteristik varian berwarna bulu abu dengan keseragaman 88% dengan bentuk jengger kacang pada umur 70 hari. Bobot tubuh anak umur satu hari (day old chick, doc) 29,7 g/ekor jantan betina. Sedangkan bobot tubuh umur 70 hari, jantan 1000 g/ekor, dan betina 800 g/ekor. Feed conversion ratio (FCR) sampai umur 70 hari, FCR 2,7 – 3,7. Pada umur umur 20 minggu bobot badan jantan: 2381 kg/ekor dan betina 1528 kg/ekor. Umur 29-45 minggu produksi telur 52%; dengan bobot telur 44,5 g/butir. Sedangkan SenSi-1 Agrinak bulu Pucak (putih bercak hitam) karakteristiknya adalah varian berwarna bulu pucak dengan keseragaman 95% dengan bentuk jengger kacang pada umur 70 hari. Bobot tubuh anak umur satu hari (day old chick, doc) 30,5 g/ekor jantan betina; Bobot tubuh umur 70 hari, jantan 1000 g/ekor, betina 800 g/ekor. Feed conversion ratio (FCR) sampai umur 70 hari, FCR 2,7 – 3,7. Pada umur 20 minggu bobot badan Jantan: 2424 kg/ekor dan Betina 1619 kg /ekor. Umur umur 29-45 minggu produksi telur 52% dengan bobot telur 44,8 g/butir.Ditulis kembali : Dani MedionoviantoInformasi lebih lanjut : Balai Penelitian Ternak