Buah labu siam Labu siam (Sechium edule) termasuk dalam famili Cucurbitaceae dan merupakan salah satu sayuran buah yang disukai masyarakat Indonesia, karena rasanya enak dan dingin yang sering digunakan sebagai bahan pokok masakan sayur asem, godog, tumis/oseng-oseng, dan lain-lain. Ada juga yang merebus labu siam muda langsung beserta kulitnya untuk dijadikan lalap. Labu siam bukan berasal dari Siam atau Thailan, melainnya pada awalnya dibudidayakan di Amerika Tengah oleh peradaban Maya dan Aztec. Setelah penaklukan Spanyol, labu siam menyebar ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia melalui orang-orang Belanda. Di seluruh dunia, labu siam dikenal dengan berbagai nama, termasuk chayote (Inggris), welok (Jawa), christophene (Perancis) dan chowchow (China). Sedangkan di Indonesia banyak juga namanya, antara lain: gambas, waluh jipang, waluh siam, labu jepan, labu jepang/labu jipang. Labu siam merupakan buah hasil dari tanaman berbatang penunjang menjalar, kuat dibanding mentimun, dan dapat hidup sampai tahunan. Tanaman labu siam mempunyai akar tunggang dengan akar samping yang agak dalam dan kuat. Buahnya berbentuk membulat agak lonjong seperti lampu bolam yang bagian bawahnya bulat lebih besar dan agak gepeng. Buah juga mempunyai tekstur garis-garis/beralur-alur yang masuk ke dalam sebanyak 5 - 10 alur. Daging buah labu siam sangat tebal dan di tengahnya terdapat biji buah berbentuk gepeng dan lunak. Berat buah bervariasi dari 50 gr sampai 2 kg dengan panjang 5 cm sampai 20 cm. Daging buah labu siam banyak mengandung pati dan air. Daging buah yang mentah kondisinya keras dan jika direbus menjadi lunak. Buah ini memiliki kulit yang tipis berwarna hijau muda atau hijau kekuningan. Bila dikupas atau dipotong akan mengeluarkan getah yang cukup banyak kandungan getahnya keluar. Untuk menghilangkan getah tersebut, buah dibelah dua lalu kedua permukaan ditempelkan lagi dan digosok-gosok sampai getahnya habis, atau direndam sebentar dalam air sebelum dimasak. Daunnya berlekuk menjari dan dangkal serta berbulu tajam. Daun labu siam ini mempunyai aroma sedap sehingga daun mudanya enak disayur. Tanaman labu siam juga mempunyai bunga berwarna kuning kehijauan. Dilihat dari kulitnya, ada dua jenis labu siam, yaitu labu siam berkulit mulus dan berkulit dengan duri-duri kecil. Kemudian berdasarkan ukuran buah, dibedakan menjadi dua jenis, yaitu labu siam kecil (jepang) dan labu siam lokal. Labu siam jepang, buahnya kecil dengan berat sekitar 300 - 500 gram. Kedua varietas tersebut memiliki buah dengan bentuk sama dan berwarna hijau. Tanaman labu siam berasal dari daerah beriklim sedang (subtropis) sampai tropis dan dapat tumbuh baik pada lahan dengan kandungan air yang sesuai dengan kapasitas lapang (field capacity) maupun pada lahan yang banyak mengandung air. Tetapi akan tumbuh baik dan berproduksi maksimal apabila di tempat yang cocok, antra lain: 1) Tanah subur, gembur, pH tanah sebaiknya antara 5 - 6; 2) Tersedia cukup air tetapi tidak boleh becek; 3) Lahan terbuka, tidak ternaungi sehingga sinar matahari langsung menyinari tanaman labu siam; 4) Tinggi tempat pada ketinggian dataran medium antara 500 - 700 m dpl sampai dataran tinggi antara 700 - 1.500 m dpl; dan 5) Kemiringan lahan maksimal 30% dan suhu antara 15 - 32oC. Manfaat Labu Siam Labu siam mengandung zat gizi, antara lain: 1) Vitamin K, membantu kesehatan tulang dan gigi; 2) Vitamin C, merupakan salah satu antioksidan kuat yang dapat melindungi sel dari kerusakan oleh radikal bebas; 3) Vitamin B yang sangat bermanfaat bagi ibu hamil; 4) Mangan, dalam labu siam membantu tubuh mengubah protein dan lemak menjadi energy; 5) Serat, membantu mencegah sembelit dan melancarkan pencernaan; 6) Tembag, membantu yodium dalam menjaga kesehatan tiroid; dan 7) Zinc, membantu menyehatkan kulit. Buah labu siam tidak hanya enak, tetapi juga memiliki gizi dan bermanfaat bagi kesehatan, antara lain untuk mengobati: batu ginjal, melancarkan urinasi, kesehatan ibu hamil, asam urat, membantu mengurangi aterosklerosis, hipertensi/tekanan darah tinggi, mengontrol kadar gula darah, meredakan sembelit, wasir, radang gusi, peradangan, gangguan lambung, panas dalam, gangguan usus 12 jari. Penulis : SUSILO ASTUTI H. (Penyuluh Pertanian, Pusluhtan) Sumber informasi: 1. Hendro Sunarjono. 2007. Bertanam 30 Jenis Sayur. Jakarta, Penerbit Swadaya. 2. Standar Operasional Prosedur (SOP) Budidaya Labu Siam (Sechiuj edule) Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat. Direktorat Buidaya dan Pascapanen Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian.