MENGENAL DAN MENGENDALIKAN HAMA PENGGEREK BATANG PADI Oleh Dwi Anngraeni Kusuma, S.PKP (THL-TB Penyuluh Pertanian) PENDAHULUAN Penggerek batang padi merupakan salah satu hama utama pada tanaman padi. Hama penggerek batang merusak tanaman padi pada semua fase mulai dari persemaian sampai menjelang panen. Kerugian akibat kehilangan hasil dari serangan penggerek batang padi pada fase vegetatif tidaklah terlalu besar apabila dilakukan penanganan dengan baik seperti pengendalian hama penggerek batang dan pemupukan, karena pada fase ini tanaman masih bisa tumbuh kembali dengan cara membentuk anakan baru. Sedangkan kerugian hasil yang disebabkan gejala serangan pada fase generatif ini berkisar antara 1-3 %. Dan kerugian terbesar bahkan gagal panen terjadi bila penerbangan ngengat (serangga bersayap yang berhubungan dekat dengan kupu-kupu) bersamaan dengan fase tanaman bunting umur 50-60 HST. CIRI SERANGAN HAMA PENGGEREK BATANG Pada tanaman padi fase vegetatif akan ditemukan larva (ulat) yang akan memotong bagian tengah anakan menyebabkan pucuk layu dan mudah dicabut, kering hingga mati, ini merupakan ciri gejala serangan yang disebut sundep. Sedangkan serangan pada fase generatif akan terlihat malai muncul putih dan hampa yang biasa disebut dengan beluk. JENIS PENGGERAK BATANG PADI Ada 4 (empat) jenis penggerek batang yang sering menyerang tanaman padi : Penggerak batang padi kuning (Scirpophaga incestulas) Penggerak batang padi bergaris (Chilo supresalis) Penggerak batang padi putih (Scirphophaga innotata) Penggerak batang padi jingga (Sesamia inferens) Mengenal fase tumbuh Penggerek Batang Fase telur akan menetas menjadi larva setelah 6-7 hari dari penelurannya. Telur biasa diletakkan di bawah permukaan daun atau dekat ujung daun dengan ciri seperti gumpalan kecil yang diselimuti bulu-bulu halus mengkilat yang berasal dari bulu belakang induk betina. Kemudian telur akan menetas menjadi larva (ulat) akan bergerak kebawah menuju pangkal dan mulai menggerek anakan utama, hingga mulai dewasa, kemudian beralih ke anakan lainnya. Ulat ini hidup selama 30 hari kemudian menjadi kepompong. Pada kondisi lingkungan yang sangat mendukung kepompong berubah menjadi ngengat dalam waktu 9 hari, namun pada kondisi tidak mendukung untuk pertumbuhannya misal karena kekeringan maka kepompong dapat bertahan hingga 1 tahun. Ngengat bisa hidup hingga 10 hari setalah itu mati. Pengendalian Hama Penggerek Batang Fase Pratanam Sanitasi lingkungan. Penyabitan tanaman padi serendah mungkin sampai permukaan tanah pada saat panen. Penggenangan lahan tanaman padi dengan air setinggi 10 – 15 cm pada lahan bekas serangan penggerek batang selama 1 minggu. Pengolahan tanah di percepat. Tunda persemaian lebih kurang 10 hari setelah puncak penerbangan ngengat (serangga bersayap yang berhubungan dekat dengan kupu-kupu). Fase Persemaian Dengan cara mengelompokkan persemaian. Pengamatan secara berkala (mingguan) dan lakukan pengumpulan telur dipersemaian. Jika terlihat penerbangan ngengat penggerek batang pada sore hari, lakukan penangkapan dengan lampu perangkap pada malam hari (lampu petromak/lampu lain yang dikombinasikan dengan pemasangan bak/ember/baskom penampungan yang telah diisi oleh air yang campur minyak/detergen). Taburkan garam/pupuk urea di persemaian. Musnahkan tanaman yang menunjukkan gejala sundep. Fase Vegetatif Tanam serentak dalam satu hamparan. Penangkapan ngengat dengan lampu perangkap jika masih terlihat ada penerbangan ngengat penggerek batang, untuk lahan yang sering terserang sebaiknya selalu memasang lampu perangkap sebagai langkah pencegahan karena potensi ngengat datang lebih besar. Musnahkan tanaman yang menunjukkan gejala sundep. Aplikasikan insektisida apabila serangan sundep telah melampaui ambang ekonomi/pengendalian 10%. Fase Generatif Melakukan pencabutan/pemusnahan tanaman yang menunjukkan gejala beluk, diharapkan dapat menekan intensitas serangan dan populasi larva yang akan menjadi ngengat. Pemanfaatan musuh alami Parasit Telur : tawon, semut, serangga Pemangsa Telur : jangkrik, capung, kepik, belalang sembah Pemangsa Larva : kumbang dan laba – laba. Penggunaan pestisida (Insektisida) Pestisida merupakan alternatif terakhir dalam pengendalian hama pada tanaman padi salah satunya pada hama penggerek batang atau biasa disebut ulat penggerek batang, dan tentunya dengan tetap memperhatikan ambang batas untuk menjaga lingkungan dan kesehatan manusia baik pelaku utama maupun konsumen. Yang terpenting dalam pengendalian hama adalah kenali siklus hama dan cari titik terlemah hama tersebut, misalnya pada hama penggerek batang ini titik terlemahnya adalah pada fase telur, dan yang tidak kalah penting adalah mencegah lebih baik daripada mengobati. Jadilah Sahabat Terbaik bagi Alam. DWI ANGRAENI KUSUMA, S.PKP BPP TEMBILAHAN THL TB Penyuluh Pertanian Kelurahan Sungai Beringin Kecamatan Tembilahan, INHIL - RIAU