Domba persilangan antara tiga rumpun domba yang dilakukan dengan cara memasukkan gen-gen unggul dari domba St. Croix dan Barbados Blackbelly ke dalam domba lokal Sumatera, sehingga berhasil membentuk rumpun domba komposit dengan komposisi genetik 50% domba lokal Sumatera, 25% domba St. Croix dan 25% domba Barbados Blackbelly yang memiliki kemampuan beradaptasi baik terhadap kondisi semi-intensif. Domba hasil pemuliaan di atas disebut sebagai Domba Compass Agrinak (CA).Pengertian dari Domba Compass Agrinak adalah domba unggul hasil persilangan antara domba lokal Sumatera dengan domba St. Croix (Virgin Island, Amerika Serikat) dan domba Barbados Blackbelly (Barbados Islands) dengan komposisi ½ Lokal Sumatera, ¼ St. Croix, ¼ Barbados BlackbellySifat kuantitatif domba Compass Agrinak: 1) Lambing rate. Hasil perkawinan kelompok domba Compass Agrinak (CA) dan pembandingnya domba Lokal Garut (LG). Fertilitas domba CA lebih baik dibandingkan domba LG. Disamping itu terjadi peningkatan fertilitas domba CA dari tahun sebelumnya. Sementara itu lambing rate yang dihitung berdasarkan jumlah anak lahir dibagi dengan jumlah induk yang dikawinkan, menunjukkan bahwa lambing rate domba CA lebih baik dibanding domba LG.2) Bobot badan lahir dan sapih. Bobot lahir dan sapih domba CA lebih berat dibandingkan dengan domba lokal Garut (P3) Bobot badan pasca sapih umur 6 bulan, 9 bulan dan 12 bulan. Bobot badan pasca sapih umur 6, 9 dan 12 bulan domba CA sama dengan pembandingnya domba LG. Ternak jantan lebih berat (P4) Produktivitas induk. Total bobot lahir dan total bobot sapih domba CA lebih berat dibandingkan pembandingnya domba LG. Rataan jumlah anak sekelahiran domba LG lebih baik dibandingkan domba CA. Sementara itu, daya hidup domba CA lebih baik dibandingkan domba LG. 5) Pertumbuhan pada beberapa generasi. Hasil penelitian tahun 2004 (Subandriyo et al., 2004) menunjukkan bahwa analisis genetik dengan membandingkan kurva pertumbuhan non-linear domba komposit generasi kedua, ketiga dan keempat ternyata bahwa semua parameter yang diestimasi tidak berbeda nyata antar generasi, hal ini menunjukkan bahwa pola pertumbuhan domba komposit dari generasi kedua sampai dengan keempat adalah sama.6) Ukuran tubuh. Perbandingan ukuran beberapa bagian tubuh domba jantan CA dengan domba LG dapat dilihat pada Tabel 11. Domba CA dari ukuran tubuh lebih besar dibandingkan domba LG, hal tersebut terlihat dimana umumnya ukuran beberapa bagian tubuh domba CA lebih besar dibandingkan domba LG. Namun demikian, untuk ukuran tanduk (panjang tanduk dan lingkar pangkal tanduk) domba LG lebih besar dibandingkan domba CA. Untuk ukuran ekor, domba CA mempunyai ekor lebih panjang dibandingkan domba LG namun demikian untuk lebar ekor lebih kecil dibandingkan domba LG.7) Kualitas karkas. Hasil pengamatan karakteristik komponen karkas dan mutu karkas domba CA generasi pertama (K1), generasi kedua (K2), generasi ke tiga (K3) yang berumur sekitar satu tahun telah dilaporkan oleh Triyantini et al., (2006). Bobot hidup, bobot karkas dan presentase karkas domba komposit dan BC kira-kira lebih tinggi dua kali lipat dari domba Priangan umur sekitar satu tahun yang digembalakan di padang rumput alam yaitu sebesar 8,40 kg untuk bobot hidup, bobot karkas 3,60 kg dengan presentase karkas hampir sama yaitu 43,20% (Hendri, 1986). Mutu karkas domba komposit dan domba Barbados Blackbelly (BC) yang dinilai berdasarkan syarat mutu SNI 1998 tidak menunjukkan adanya perbedaan dan termasuk mutu 1 (Triyantini et al., 2006).8) Umur dan bobot badan pubertas. Umur pubertas domba CA berkisar antara 249 hari untuk domba yang mendapatkan pakan standar (Pakan A) dan 277 hari untuk domba CA yang mendapatkan pakan pedesaan (Pakan B). Umur pubertas tersebut dicapai pada bobot badan 15,3 kg untuk Pakan A dan 15,7 kg untuk pakan B. Meskipun pemberian pakan sedikit menunda pencapaian umur pubertas domba CA namun antar dua perlakuan pakan tersebut tidak berbeda nyata. Keunggulan. 1) Mampu beradaptasi pada lingkungan tropis dan lembap; 2) Daya tahan terhadap internal parasit lebih tinggi atau sama dengan domba lokal; 3) Mempunyai laju pertumbuhan lebih tinggi dari domba lokal Sumatera.Sistem pemeliharaan. Untuk sistem pemeliharaan yaitu intensif dan semi intensif. Uji adaptasi domba tersebut telah dilakukan dibeberapa wilayah di Indonesia uji adaptasi domba ini bekerja sama dengan pihak perkebunan kelapa hibrida, kelapa sawit, karet dan koperasi.Produktivitas; 1) Bobot lahir : 2,2 kg; 2) Bobot sapih : 11,9 kg; 3) Bobot 6 bulan : 16,1 kg; 4) Bobot 12 bulan : 23,3 kg; 5) Pertumbuhan lepas sapih : 75 gram/hari; 6) Jumlah anak sekelahiran:1,5 ekor/induk; 7) Produktivitas induk : 21,3 kg/induk/tahun.Hasil penelitian menunjukkan bahwa domba compass agrinak dapat berkembang dengan baik dan menampilkan kemampuan produksi yang lebih tinggi dibandingkan domba lokal sebagai pembandingnya. Adapun sifat kualitatif domba compass agrinak jantan yakni bulu sebagian besar (68%) berwarna putih dan jumlah kecil berwarna coklat (32%), pola warna campuran dua warna (44%) atau satu warna (36%) atau campuran tiga warna (20%), warna belang hitam atau dalam jumlah lebih kecil coklat tua, coklat muda dan putih, persentase belang 1-10%, profil muka lurus (84%) dan dalam jumlah kecil cembung (16%), bertanduk (60%) dan tidak bertanduk (40%), tanduk berwarna kuning, orientasi tanduk berupa tonjolan (48%) selebihnya melengkung (12%). (Suwarna-BPPSDMP).Sumber : Bebagai sumber