Loading...

Mengenal Jamur Ganoderma, Gejala dan Cara Penyebaran Jamur Ganoderma

Mengenal Jamur Ganoderma, Gejala dan Cara Penyebaran Jamur Ganoderma
Jamur Ganoderma adalah organisme eukariotik yang digolongkan ke dalam kelompok jamur sejati. Sejatinya dapat bertahan lama di dalam tanah. Dinding sel-nya terdiri atas kitin, namun tidak memiliki klorofil. Proses organisme eukarotik ini mendapatkan makanan adalah secara heterotrof, yaitu dengan mengambil makanan dari bahan organik di sekitar tempat tumbuhnya. Bahan organik tersebut yang akan diubah menjadi molekul-molekul sederhana untuk diserap langsung oleh hifa. Organisme ini bersifat saprofitik (dapat hidup pada sisa tanaman) karena akan berubah menjadi patogenik bila bertemu dengan akar tanaman kelapa sawit sehat yang tumbuh di dekatnya.Jamur ini adalah momok menyeramkan dalam dunia persawitan, petani sawit akan merasa terganggu jika penyakit ini sudah menyerang tanaman mereka. Betapa tidak, begitu terjangkit jamur Ganoderma, maka selain produksi Tandan Buah Segar (TBS) mengalami penurunan drastis, pembentukkan bunga dan buah berkurang serta dalam kurun waktu 6 sampai 12 bulan pohon akan mati total serta meninggalkan inokulum Ganoderma yang siap menyerang sawit sehat di sekitarnya dalam jarak radius 200 meter.Sampai sepuluh tahun lalu, belum ditemukan cara efektif untuk membasminya. Bahkan sampai sekarang sudah banyak fungisida kimia serta biofungisida yang mengklaim dapat mengatasinya, akan tetapi hal itu hanya berhasil di percobaan pada laboratorium karena agroklimatnya terkendali baik suhu, cahaya & kelembapan. Akan tetapi ketika diterapkan di lapangan hasilnya gagal bahkan tidak berpengaruh terhadap penyakit Ganoderma.Terus Menyerang Sampai Mati?Serangannya pada kelapa sawit menjadi dominan karena terjadi ketidakseimbangan agroekosistem di perkebunan kelapa sawit. Ketidakseimbangan tersebut merupakan akibat dari tidak adanya jamur kompetitor dalam tanah dan hilangnya predator yang dapat membantu menyeimbangkan agroekosistem tanah. Hal ini disebabkan oleh menurunnya unsur hara organik dalam tanah. Hilangnya predator tersebut disebabkan karena penggunaan pupuk kimia, pestisida, herbisida secara tidak bijaksana sehingga terjadinya residu bahan kimia yang dapat merusak lingkungan air dan tanah .Berdasarkan riset serta analisa yang telah dilakukan oleh PT Propadu Konair Tarahubun (PKT) terhadap beberapa lahan perkebunan di daearah Sumatera Utara baik secara analisa laboratorium maupun lapangan, memang lebih baik pada perkebunan kelapa sawit menggunakan pupuk organik, biopestisida, bioherbisida dengan penggunaan yang tepat. Sebab selain ramah lingkungan sehingga jamur Ganoderma ini menjadi sulit berkembang.Morfologi GanodermaSecara makroskopis, organisme jamur sejati ini menghasilkan tubuh buah. Mula-mula tampak sebagai salah satu bonggol kecil berwarna putih dan berkembang menjadi berbentuk seperti kipas,tebal dan keras. Terkadang tubuh buah seperti mempunyai tangkai. Letaknya sendiri berdekatan, saling menutup atau saling bersambungan sehingga menjadi sebuah susunan besar. Warna permukaan atas tubuh buah bervariasi. Mulai dari cokelat muda sampai cokelat tua, biasanya tampak mengkilat, khususnya pada waktu masih muda. Pada permukaan paling luar berwarna putih kekuningan, permukaan bawahnya berwarna putih. Uniknya, jika disentuh akan segera berubah menjadi kelabu kebiruan dan lapisan bawah tubuh buah terdiri atas lapisan pori, tempat terbentuknya basidium dan basidiospora.TaksonomiAgar gambaran jamur ini semakin jelas, berikut adalah taksonomi (berdasarkan Agrios [1996]) jamur penyebab penyakit Busuk Pangkal Batang (BPB) pada sawit.Kingdom: FungiPhylum: BasidiomycotaClassis: BasidiomycetesSubclass: AgaricomycetidaeOrdo: PolyporalesFamily: GanodermataceaeGenus: GanodermaSpesies: Ganoderma sp.Gejala Tanaman Sawit Terkena Jamur GanodermaSampai sekarang jamur Ganoderma masih menjadi momok menakutkan bagi para pengelola sampai pengusaha sawit. Pasalnya begitu jamur menyerang, maka tumbuhan penghasil bahan baku berbagai produk kebutuhan sehari-sehari ini bisa langsung tumbang. Boro-boro meningkatkan hasil panen, memberantasnya pun susah. Meminjam seperti pepatah bilang, lebih baik mencegah daripada mengobati, lebih baik memang mengenali 7 tanda berikut, siapa tau memang pohon Anda sudah terjangkit penyakit Busuk Pangkal Batang akibat jamur Ganoderma.1. Lihat DaunnyaTelah dikasih pupuk kok daunnya kelihatan buram dan kusam? Pohon sehat pasti memiliki pertumbuhan vegetatif tanaman lebih baik, dimana warna daun lebih hijau mengkilat. Akan tetapi jika Anda menemukan warna daun yang buram tidak mengkilat, layu seperti kekurangan air, warna daun menguning, serta terdapat bercak-bercak kuning pada daun (nekrosis), dapat dipastikan bahwa tanaman sawit tersebut terinfeksi jamur Ganoderma (penyebab penyakit Busuk Pangkal Batang).2. Pelepah Pucuk pada DaunCoba perhatikan pelepah pucuk daun paling atas. Jika pada pelepah pucuk paling atas lebih kecil daripada yang ada di bawah, maka dapat dipastikan tanaman tersebut terinfeksi jamur Ganoderma. Kalau gejala ini muncul, dipastikan tanaman sudah memasuki stadium 1.3. Muncul Miselia Benang-Benang PutihGejala ini sudah memasuki stadium 2 dari penyakit Busuk Pangkal Batang. Munculnya bisa dilihat dari tumbuhnya benang-benang putih pada pangkal batang dan akar. Pertumbuhan misilia juga menjadikan keadaan daun menjadi kering (nekrosis pada ujung daun).4. Munculnya Basidiokarp di AkarHati-hati ketika melihat daerah seputar akar dan menemukan bentuk meyerupai tubuh buah jamur Basidiocotina. Kalau basidiokarp muncul, maka penyakit pangkal busuk pada tanaman sawit Anda sudah mencapai stadium 3. Ibarat penyakit kanker, cukup mengerikan bukan?5. Munculnya Tiga (3) Daun TombakSeramnya serangan jamur ini semakin parah kalau Anda menemukan tiga (3) daun tombak yang tidak membuka pada pucuk serta berpatahannya pelepah dan anak daun yang mengering.6. Pelepah BerpatahanTingkatkan kewaspadaan Anda kalau sudah menemukan pelepah pada tingkat 4, 5, dan 6 sudah berpatahan. Seluruh daun juga akan berpatahan dan menggantung di pohon. Biasanya pada tahap stadium tersebut, pohon sawit Anda sebenarnya tinggal menunggu matinya saja.7. Tumbangnya PohonJatuhnya posisi tanaman ke tanah yang disertai dengan ciri atau tanda pangkal tanaman pun ikut patah tanda kasat mata bahwa memang benar pohon kelapa sawit Anda mengidap penyakit jamur Ganoderma dan telah berada di tahap stadium 4. Ibarat kanker yang sulit untuk disembuhkan pada stadium ini, penyakit ini pun demikian.Beginilah secara kasat mata gejala yang dapat anda lihat dan perhatikan pada tanaman sawit Anda kalau penyakit Busuk Pangkal Batang sudah menyerang si tanaman penghasil bahan baku berbagai produk yang kita gunakan sehari-hari. Oh, ya, hati-hati, berdasarkan riset lapangan yang sudah dilakukan oleh PT Propadu Konair Tarahubun (PKT) terhadap beberapa lahan sawit seperti di beberapa daerah Sumatera Utara, kalau tanaman sudah terserang, maka dalam waktu 6 bulan ke depan, tanaman sehat di sekitarnya juga pasti terserang.Penyebaran Penyakit Ganoderma Pada SawitKedengarannya cukup unik juga ya, ternyata jamur pun punya beberapa model penyebaran infeksi ketika mau menumbangkan tanaman penghasil Crude Palm Oil ini. Kalau diibaratkan seperti strategi berperang, pasukan Ganoderma ternyata cukup lihai dan ahli juga dalam menyusun strategi melumpuhkan pohon tempat mereka tinggal. Silakan disimak model penyerangan mereka ini.1. Kontak Akar ke AkarJadi awal ceritanya adalah pohon berpenyakitan menularkan jamur ini pada pohon yang sehat melalui kontak akar di dalam tanah. Model ini menjadi metode penyebaran sebagian besar penyakit busuk pangkal batang. Mekanisme yang dipakai adalah kontak akar pohon sehat dengan sumber infeksi yang ada di dalam tanah seperti potongan akar padat dan batang yang mengandung koloni patogen. Selanjutnya perkembangan infeksi Ganoderma ini semakincepat ketika populasi sumber penyakit (inokulum) semakin banyak di area perkebunan kelapa sawit. Akibatnya? Ya, benar. Kelapa sawit muda yang baru saja ditanam juga terancam terinfeksi karena dukungan daerah asal dari satu inokulum.2. Penyebaran Melalui SporaSudah tau apa itu spora? Benar. Spora merupakan sel-sel (bisa haploid atau diploid) alat perkembangbiakan tumbuhan. Tubuh buah Ganoderma ini akan muncul pada bagian tengah atau atas batang pohon yang sehat. Biasanya basidiospora akan disebarkan paling banyak antara pukul 22.00 – 06.00.Spora jamur ini berkembang pada tunggul atau kayu-kayu, yang selanjutnya dapat menjadi sumber infeksi bagi kelapa sawit. Kesimpulannya, kekuatan utama spora ini adalah memencarkan sumber infeksi. Belum lagi saat di udara jumlah basidiospora dari jamur ini jumlahnya sangat melimpah. Artinya, anginpun sekarang juga menjadi agen penyebar penyakit ini. Tak ketinggalan serangga juga. Itu sebabnya jangan tunggu lagi untuk melindungi pohon Anda dari penyebaran basidiospora Ganoderma ini.3. Penyebaran dari Inokulum SekunderModel ini lain lagi ceritanya. Pohon sawit yang dulunya sudah mati ternyata menjadi sumber inokulum Ganoderma. Kecenderungannya adalah bahwa semakin tua umur tumbuhan, maka semakin besar pula kerusakan yang terjadi. Peningkatan ini sejalan dengan bertambahnya daur pertanaman dalam suatu kebun (generasi tanaman). Ini berarti substrat bagi Ganoderma akan semakin tersedia atau inokulum semakin tinggi populasinya.Memikirkan strategi membasmi memang tak akan ada habis-habisya. Itu sebabnya meminjam pepatah bilang, lebih baik mencegah daripada mengobati, maka sebelum terjangkit, segeralah periksa dan pastikan pohon sawit Anda memang dalam keadaan sehat dan lingkungan yang mendukung.PenyusunDelita Ningsih, SP