Loading...

MENGENAL PENYAKIT PADA TANAMAN KEDELAI DAN PENGENDALIANNYA

MENGENAL PENYAKIT PADA TANAMAN KEDELAI DAN PENGENDALIANNYA
Tujuan kita melakukan pengendalian Organisme penganggu tanaman (OPT) kedelai adalah agar tanaman kedelai dapat tumbuh secara optimal dan menghindari kerugian ekonomis berupa kehilangan hasil (kuantitas) dan penurunan mutu (kualitas) yang disebabkan oleh adanya serangan hama dan penyakit. Berikut ini beberapa jenis penyakit yang umum menyerang pada kedelai dan pengendaliannya :a. Penyakit karat daun (Phakopsora phachyrizi)Gejala serangan :Serangan ditandai dengan adanya bintik-bintil coklat seperti besi karatan pada permukaan daun. Pada serangan berat seluruh permukaan daun diliputi oleh karat, akhirnya daun mengering dan gugur. Serangan pada tanaman muda dapat mengakibatkan gagal panen, sedangkan pada tanaman yang sudah membentuk polong dapat menurunkan produktifitas.Pengendalian : (1) Menanam varietas yang resisten terhadap karat daun; (2) Sanitasi bagian tanaman yang terserang; (3) Penyemprotan fungisida yang mengandung belerang, misalnya : Alto 100 SL, Anvil 50 SC, Baycor 300 EC, Bayleton 250 EC, Dithane M-45 80 WP, Indar 240 F, Sumiate 12,5 WP atau fungisida lain yang terdaftar. b. Penyakit layu jamur Sclerotium rolfsiiGejala serangan :Tanaman yang terserang akan membusuk pangkal batangnya, kemudian layu dan mati. Gejala serangan akan muncul setelah tanaman berumur 2 – 3 minggu. Jamur ini dapat bertahan lama di dalam tanah dalam bentuk istirahatnya yang berupa sklerotium (gumpalan miselium). Penyakit ini cepat berkembang pada kondisi lingkungan yang lembab.Pengendalian : (1)Mengatur jarak tanam, agar tidak terlalu rapat; (2) Menanam varietas yang resisten terhadap penyakit ini; (3) Sanitasi tanaman yang terserang dengan cara mencabutnya agar penyakit tidak menyebar; (4) Penyemprotan dengan fungisida c. Penyakit layu bakteri Xanthomonas solanacearumGejala serangan :Penyakit ini ditandai dengan layunya pucuk daun kemudian menjalar ke bagian bawah daun sampai seluruh dauh menjadi layu dan akhirnya tanaman menjadi mati. Jaringan pembuluh batang bagian bawah dan akar menjadi kecoklatan. Apabila batang dan akar terserang dipotong melintang dan dicelupkan ke dalam air jernih tampak mengeluarkan cairan keruh yang merupakan koloni bakteri. Penyakit ini berkembang pada tanah yang aerasinya kurang baik, becek dan selalu tergenang.Pengendalian : (1) Menanam varietas kedelai yang tahan penyakit layu bakteri; (2) Melakukan pergiliran tanaman dengan tanaman yang bukan menjadi inang bagi bakteri Xanthomonas solanacearum; (2) Memperbaiki aerasi tanah agar tidak terjadi genangan air yang menyebabkan kelembaban cukup tinggi, dengan membuat guludan; (3) Apabila tanaman sudah terserang segera dilakukan sanitasi dengan mengeradikasi tanaman yang terserang dan sisa-sisa tanaman sakit dicabut dan dimusnahkan. (4) Penyemprotan bakterisida d. Penyakit Antraknosa (Colletotrichum dematium)Gejala serangan :Serangan ditandai dengan adanya bintik-bintik hitam pada daun dan polongnya. Daun yang terserang akan rontok, polong akan hampa, bahkan tanaman akan mati lebih cepat. Jika sempat terbentuk polong, biji yang terbentuk kecil-kecil dan keriput. Penyakit ini sering menyerang pada tanaman yang hampir panen. Penyakit ini menyebar melalui benih, angin, dan sisa tanaman yang terserang.Pengendalian :(1) Merendam benih kedelai sebelum ditanam dengan fungisida sistemik golongan Triazole dan Pyrimidin (0,05 – 0,1%). (2) Sanitasi gulma dan tanaman kedelai yang terserang kemudian dimusnahkan, tanaman sakit tidak boleh dipendam dalam tanah; (3) Melakukan pergiliran tanam dengan tanaman yang bukan sefamili (4) Memanfaatkan agens antagonis trichoderma spp dan Gliocladium spp. (5) Apabila gejala serangan penyakit memakin meluas segera lakukan penyemprotan fungisida, misalnya benlate atau fungisida lain yang terdaftar. e. Penyakit sapuGejala serangan :Serangan ditandai dengan daun-daun tanaman yang mengecil, ruas-ruasnya memendek, dan tunas pada ketiak berkembang, sehingga berbentuk seperti sapu. Penyakit ini disebabkan Mycoplasma (sejenis virus).Pengendalian :(1) Memusnahkan tanaman yang terserang agar tidak menular ke tanaman yang lain; (2) Menanam varietas kedelai yang resisten terhadap penyakit sapu; (3) Menanggulangi vektornya agar penyakit tidak menyebar dengan penyemprotan insektisida. f. Penyakit virusGejala serangan :Soybean Dwarf Virus dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman kedelai kerdil. Sedangkan Soybean Mosaic Virus membuat daun tanaman kedelai menjadi belang-belang.Pengendalian : (1) Penggunaan pupuk yang berimbang, baik pupuk kimia maupun pupuk organik; (2) Menggunakan benih yang resisten dan sehat (3) Melakukan rotasi tanam dengan tanaman bukan sefamili (4) Eradikasi tanaman yang sakit. (5) Sanitasi lingkungan di sekitar pertanaman, termasuk penyiangan gulma dan tanaman liar lainnya yang dapat menjadi inang sementara bagi virus atau inang bagi vektor. (6) Melakukan penyemprotan serangga vektor dengan insektisida sesuai anjuran. Demikian berapa penyakit yang menyerang pada tanaman kedelai kita dan cara pengendaliannya. Dengan pengendalian yang cepat dan tepat, penyakit didapat tekan populasinya sehingga tidak sempat untuk menyebar.Ditulis oleh : Tri Santoso, THL-TBPP Kab. Klaten Daftar Pustaka :Suhartina, 2003, Perkembangan dan Deskripsi Varietas Unggul Kedelai 19182002, Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Ubi-ubian, Malang. Suprapto, 1991, Bertanam Kedelai, Penebar Swadaya, Jakarta Ghulamahdi, Rumawas, F., Wiroatmojdo, J., Koswara, J., 1991, Pengaruh Pemupukan Fosfor dan Varietas Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kedelai pada Budidaya Jenuh Air, Forum Pasca Sarjana No. 14 (1) : 26 – 30.