Loading...

MENGENAL TANAMAN NILA

MENGENAL TANAMAN NILA
Asal usul dan penyebaran geografis ; Marga Indigofera (tanaman nila) yang besar (kira-kira 700 jenis) tersebar di seluruh wilayah tropika dan subtropika di Asia, Afrika dan Amerika sebagian besar jenisnya tumbuh di Afrika dan Himalaya bagian selatan. Kira-kira 40 jenis asli Asia Tengara, dan banyak jenis lainnya telah diintroduksikan ke wilayah ini. Banyak jenisnya yang telah dibudidayakan di seluruh wilayah tropika. Indigofera arrecta adalah tumbuhan asli Afrika Timur dan Afrika bagian selatan, serta telah diintroduksikan ke Laos, Vietnam, Filipina (Luzon), dan Indonesia (Sumatera, Jawa, Sumba, Flores). Kedua anak jenis dari Indigofera suffruticosa berasal dari Amerika tropika, dan di daerah-daerah tertentu di Jawa dibudidayakan. Indigofera tinctoria mungkin berasal dari Asia, tetapi kini tersebar di seluruh wilayah pantropik. Di Nusantara bahan indigo disamping dari tanaman Marsdenia tinctoria R. BR, dari suku Asclepiadaceae, hanya dihasilkan dari daun berasal dari beberapa jenis tanaman yang masuk marga indigofera. Mengenai pengolahan dan budidaya indigo kering yang terutama digunakan untuk pasaran Eropa, sedang mengenai Indigo basah yang terutama digunakan dari dua jenis bahan tersebut tidak begitu banyak harapan. Manfaat dan kegunaan ; Indigofera) dimanfaatkan secara luas sebagai sumber pewarna biru, tarum, di seluruh wilayah tropika. Jenis-jenis ini juga dianjurkan untuk ditanam sebagai tanaman penutup tanah dan sebagai pupuk hijau, khususnya di perkebunan-perkebunan teh, kopi, karet. Daun Indigofera arrecta dan Indigofera tinctoria digunakan dalam pengobatan tradisional untuk menyembuhkan penyakit ayan dan gangguan syaraf, juga untuk luka dan borok. Kandungan kimia ; Daun Indigofera arrecta mengandung : N 4,46 %; P2O5 0,02 %; K2O 1,95 %; CaO 4,48 % dan Indigofera tinctoria : N 5,11 %;, P2O5 0.78 %; K2O 1,67 %; CaO 5,35 % ( menurut bobot keringnya). Sifat Kimia ; Tanaman Indigofera mengandung glukosida indikan. Setelah tanaman ini direndam di dalam air, proses hidrolisis oleh enzim akan mengubah indikan menjadi indisil (tarum-putih) dan glukosa. Indoksil dapat di oksidasi menjadi tarum - biru. Banyak jenisnya yang mengandung senyawa -senyawa organik nitro yang beracun. Walaupun demikian, disebutkan bahwa Indigofera tinctoria dapat dimakan ternak. Sistimatika ; Botani Klasifikasi : Divisi : Spermato phyta ; Sub divisi : Angiospermae ;Kelas : Dicotyledonae ; Bangsa: Rosales ; Suku : Leguminosae ; Marga: Indigofera ; Jenis : Indigofera arrecta L; Jenis-jenis utama dan sinonim : Indigofera arrecta Hochst.ex A. Ric, Tent, F1 Abys, 1; 184 (1847); Indigofera suffruticosa Miller ssp. Suffruticosa, Gard. Diet, ed .8, No. 2 (1768), sinonim : I. Anil L (1771); - Indigofera suffruticosa Miller ssp. Guatemalensis (Mocino, Sesse & Cerv, ex Backer) de Kort & Thijase, Blumea 30 : 135 (1984), sinonim Indigofera guatemalensis Mocino, Sesse & Cerv.ex Backer (1908); - Indigofera tinctoria L. Sp.pl.2 : 751 (1753), sinonim : Indigofera Sumatrana Gaertner (1971) ; Nama umum dagang Nila : Nama daerah umum (Inggris) : indigo, Indonesia : tom, tarum. Malaysia : tarom Filipina : anil. Thaliland : kharam. Vietnam : cham; - I. Arrecta Inggris : Natal -indigo, Bengal-indigo, Java-indigo, Indonesia : tom atal, tom tatemas (Jawa); - I. Suffruticosa ssp. Suffrucosa : Indonesia : taem -taem, tagom-tagom, toma cantik. Filipina : tina-tinaan(Tagalog), tayum (Bisaya, Ilokano). Thailand : khraam-thuean (Shan- Chiang Mai), khraam yai (Ubon Rachathani); - I. Suffrucosa ssp. Guatemalensis. Inggris : Guatemala indigo. Indonesia : tom presi; - I. Tinctoria Inggris : common indigo, Indian indigo. Indonesia : tom jawa, tarum alus, tom kayu. Malaysia : nila, tarum; Filipina : tagung-tagung (Bisaya), taiom (Ilokano), taiung (pampango). Kamuchea : trom. Laos khaam. Thailand : khraam (umum), na-kho (Karen, Mae Hong Son). Vietnam : cham, cham Nhuom. Deskripsi ; Marga indigofera Mencakup perdu; Habitus Perdu kecil, dan terna; Batang Berkayu di bagian pangkal batangnya, dengan percabangan yang tegak atau memancar, tertutup indumentum yang berupa bulu-bulu bercabang dua; Daun, daun-daunnya berseling, biasanya bersirip ganjil, kadang-kadang beranak daun tiga atau tunggal; Bunga, bunga-bunganya tersusun dalam suatu tandan di ketiak daun, bertangkai; daun kelopaknya berbentuk genta bergerigi lima; daun mahkotanya berbentuk kupu-kupu; Buah, umumnya bertipe polong , berbentuk pita (pada beberapa jenis hampir bulat), lurus atau bengkok, berisi 1 - 20 biji yang kebanyakan bulat sampai jorong. Semainya dengan perkecambahan epigeal, keping bijinya tebal, cepat rontok; Akar , tunggang. Jenis Indigofera adalah : - Indigofera arrecta : Berawakan perdu besar, tingginya mencapai 3 m, sering dibudidayakan sebagai tanaman setahun, dengan bunga panjangnya kira-kira 5 mm dan polongnya 2-2,5 cm, berisi 6-8 biji; - Indigofera suffruticosa : berperawakan perdu, tingginya sampai 2,5 m, ssp dengan bunga panjang 5 mm dan polongnya yang bengkok berisi 6-8 biji; - Indigofera suffruticosa : memiliki ukuran bunga yang lebih kecil (3 mm) dan ssp guatemalensis polong yang lurus, berisi 1-3 biji; - Indigofera tinctoria : berperawakan perdu kecil (sampai 1 m tingginya) dengan bunga yang panjangnya 5 mm, polongnya lurus atau sedikit bengkok, berisi 7-12 biji. Sumber : Pedoman Budidaya Tanaman Nila Dirat Tan. Semusim Ditjenbun th.2010 Penulis : Agus Sutarman, Penyuluh Pertanian Madya Pusat Penyululuhan Pertanian BPPSDMP