Loading...

MENGENAL TANAMAN PAPRIKA

MENGENAL TANAMAN PAPRIKA
Paprika (Capsicum annum var. grossum) merupakan tanaman sayuran yang relatif baru dikenal di Indonesia, yaitu sejak tahun 1990-an. Pada umumnya paprika digunakan sebagai penyedap bahan masakan,terutama yang berasal dari Eropa dan Amerika. Saat ini paprika ini sudah banyak dikemangkan di Indonesia. Dengan semakin banyaknya wisatawan asing dan ekspatriat yang tinggal di Indonesia dan semakin populernya makanan Barat di Indonesia, permintaan akan paprika semakin meningkat. Tersedianya dataran tinggi dan lahan yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman paprika, serta adanya permintaan pasar yang terus meningkat, menyebabkan budidaya paprika berkembang di dataran tinggi di Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan lain-lain. Pengembangan paprika selain ditujukan untuk memenuhi pasar dalam negeri yaitu kebutuhan hotel, pasar swalayan, rumah makan internasional dan lain-lain, juga untuk memenuhi permintaan pasar di negara Asia. Pengembangan paprika umumnya diusahakan oleh perusahaan-perusahaan agribisnis sedangkan yang dikembangkan oleh petani masih sangat terbatas karena budidaya paprika dapat memberikan produktivitas yang tinggi diperlukan penerapan teknik budidaya yang maju. A. Varietas Paprika Paprika memiliki banyak varietas, yang masing-masing memiliki keunggulan dalam hal kemampuan berproduksi, bentuk/tipe buah, bibit buah, rasa buah, daya adaptasi terhadap lingkungan dan ketahanan terhadap serangan hama dan penyakit. Berdasarkan bentuk atau tipenya, buah paprika dibedakan menjadi dua, yaitu berbentuk blok (blocky) atau lonceng (bell) dan berbentuk lonjong (lamujo). Dari segi warna, buah paprika dibedakan menjadi empat warna utama, yaitu paprika hijau, kuning, merah, dan paprika ungu. Paprika hijau hanya memiliki rasa manis, tanpa rasa pedas sama sekali. Paprika kuning dan paprika merah memiliki rasa manis dan sedikit pedas.Varietas paprika yang umum diusahakan petani adalah varietas yang berwarna hijau, merah ( Edison dan Spartakus), kuning ( Manjalika, Capino, Suny dan Gold Frame) yang merupakan benih hibrida dan umumnya asal impor. Jika ditinjau dari aspek harga, paprika hijau merupakan yang termurah, sedangkan harga yang tingi adalah paprika kuning dan merah. B. Kandungan Nutrisi Paprika Setiap 100 g paprika hanya menghasilkan 20 kalori dan hampir seluruhnya sebagai karbohidrat dan serat. Paprika menyediakan sejumlah nutrisi termasuk vitamin C, B6, tiamin, dan K, beta karoten, dan asam folat. Paprika juga mengandung zat aktif yang berkhasiat antioksidan (di antaranya chlorogenic acid, coumeric acid, cryptoxantin, dan zeaxanthin), capsaicin, 6,7-dihydrocapsaicin, homocapsaicin, homodihydrocapsaicin, capsanthin, capsorubin, solanin, dan solanidine. Buah paprika mengandung sedikit protein, lemak dan gula, tetapi mengandung banyak karoten dan sebagai sumber vitamin C .Jika dibandingkan dengan buah jeruk yang mengandung vitamin C sekitar 146 mg/100g, maka kandungan vitamin C paprika jauh lebih tinggi daripada buah jeruk yaitu sampai 340 mg/100 gram buah segar. Paprika merah mengandung likopen dan lutein. Likopen adalah karoten yang memproteksi terhadap timbulnya kanker, penyakit jantung, dan mencegah pengeriputan kulit. Capsaicin telah disetujui oleh Food and Drug Administration untuk digunakan sebagai pereda nyeri topikal (topical analgesic). C.Manfaat dan Khasiat Paprika Pada umumnya paprika digunakan sebagai bumbu penyedap atau bahan masakan, juga digunakan sebagai zat pewarna makanan. Antosianin yang terkandung dalam paprika merupakan zat pewarna makanan yang memiliki keunggulan dibandingkan dengan pewarna makanan yang berasal dari sumber lain, yaitu lebih tahan suhu tinggi dan stabil pada kisaran pH lebar yaitu 1 - 9. Paprika merah mempunyai nilai nutrisi yang lebih tinggi dari paprika hijau. Paprika mempunya efek melindungi mata dari timbulnya katarak. Hal ini mungkin disebabkan karena adanya kandungan vitamin C, Beta karoten, dan zat aktif lain yang berkhasiat antioksidan. Kandungan capcaicin, flavonoid, dan vitamin C dapat meningkatkan aliran darah, mencegah permbentukan thrombus, mengurangi risiko serangan jantung, stroke, dan penyakit arteri perifer. Paprika juga bermanfaat mengatasi kadar kolesterol yang tinggi, membantu memetabolisir alkohol, peluruh dahak (ekspektoran) untuk meringankan bronkhitis dan emphysema, merangsang keluarnya endorphin sehingga dapat meredakan nyeri dan menimbulkan perasaan sehat. Paprika juga bermanfaat mencegah penyakit jantung koroner, kaludikasi intermiten, nyeri iskemik sewaktu istirahat (ischemic rest pain), nocturnal ret pain, mencegah keriput, nyeri otot, dan reumatik, gangguan tulang, sakit kepala,sakit pinggang, sakit perut,diare, kram, sakit gigi,,sesak napas,pegal-pegal, dan lain-lain. Larutan capsicum juga bermanfaat untuk menurunkan kolesterol, menurunkan gula darah, mengatur suhu tubuh, dan mencegah penggumpalan darah. Selain itu, paprika juga mengandung flavonoid dan antioksidan yang dapat mencegah kanker, serta mengandung mineral silikon yang dapat meningkatkan kesehatan rambut, kuku, kulit dan gigi. Buah paprika juga mengandung minyak asiri yang dapat digunakan sebagai bahan baku obat-obatan dalam industri farmasi dan kosmetika. Sebagai obat, minyak asiri paprika dapat menggantikan fungsi minyak kayu putih. Disarikan oleh : Lasarus, Pusluhtan Sumber : 1. Asep H; dan R. Dermawan; 2002. Budi Daya Cabai Unggul, Penerbit Penebar Swadaya, Depok. 2. Dr.Setiawan D dan Dr. Felix A; 2011. Khasiat Buah dan Sayur. Penerbit Penebar Swadaya, Depok. 3. Ir. Bambang Cahyono,2012. Budidaya Intensif Cabai Paprika secara Organik dan Anorganik, Penerbit Pusta Mina, Depok.