Loading...

Mengenal Tanaman Vanili

Mengenal Tanaman Vanili
Tanaman vanili termasuk family Orchidaceae, memiliki 1500 species. Marga vanili terdiri atas 50 jenis, yang memiliki nilai ekonomi yaitu Vanilla planifolia Amdrews, Vanilla pompano Schieda dan Vanilla tahitensis Moore. Diantara 3 jenis tersebut yang banyak dibudidayakan adalah Vanilla planifolia Amdrews. Sistematika dan morfologi tanaman. Klasifikasi tanaman vanili: Tanaman vanili termasuk Devisi: Spermatophyta, Kelas: Angiospermae, Bangsa: Orchidules, Famili: Orchidales, Genera: Vanilla, dan Jenis: Vanilla planifolia Andrews, Vanilla tahitensis.J.W.Moore, Vanilla albida BL,Vanilla pompana, Vanilla Palembanica. Karakteristik jenis vanili. 1. Vanilli planifolia: Syn.V. aromatic, SW., V. epidendrum Mieb., V. viridiflora BL., V. sativa Shiede, V. sylvestris Shiede, V.majaijensis BL., Lobus aromaticus Baunch, Myrobroma fragrans Salisb, Volubilis silignosa mexiana Catesb, Epidendrum vanilla L.,V. mexiana Mill.. Batang: Batang memanjat berbentuk sulur, panjang mencapai 100 m, bentuk silindris, bersifat sukulen dan bila dipotong batangnya berlendir mengandung Ca-Oxalat yang menyebabkan terasa gatal bila terkena kulit. Batang berbuku-buku, pada buku tumbuh daun, bagian buku pada batang agak membengkok, panjang ruas 8-12 cm dan diameter 6-12 mm. Batang muda berwarna hijau muda, yang tua berwarna hijau tua, permukaan batang licin. Apabila telah mencapai masa generatif , batang kadang-kadang bercabang. Daun: Daun letaknya berselang-seling tumbuh pada buku dengan tangkai daun yang pendek. Daun tebal berdaging, mudah dipatahkan, daging daun berlendir. Daun tua berwarna hijau tua, daun muda yang masih menggulung berwarna hijau pucat kekuning-kuningan. Daun berbentuk memanjang jorong (oblong ellipticus) atau bangun lanset (lanceolatus), dengan panjang 12-17 cm, lebar 4-5 cm dan tebal 1,4-2 mm. Ujung daun runcing (acute) atau meruncing (acuminate) dengan pangkal daun membulat (rounded) dan tepi daun rata. Permukaan daun licin mengkilap, berwarna lebih gelap bila dibandingkan bagian bawah daun yang licin dan kusam. Bunga: Bunga vanili biseksual (hemaprodit), tetapi mempunyai putik (ginesium) yang bersatu dengan benang sari (stamen). Putik dan benang sari berbentuk tiang yang disebut ginostemium atau column. Pollinia ditutup oleh katup yang disebut cup, sehingga vanili harus diserbuki dengan bantuan manusia. Bunga vanili adalah bunga majemuk tak terbatas (Inflorescentia racemosa) yang keluar dari ketiak daun. Bunga mekar hanya dalam satu hari, terbukanya biasanya satu per satu , kadang-kadang 2-3 bunga terbuka bersamaan dalam satu tandan/malai. Tanaman yang sehat dapat mempunyai 20 malai dengan panjang tangkai bunga 10 cm. Setiap tandan terdapat 15-20 bunga, berbentuk memanjang (oblong), berwarna hijau pucat. Bibir mahkota bunga yang berbentuk trompet lebih pendek, berwarna hjau pucat , bagian dalam bunga berwarna kuning. Panjang seludang (bractea) 4-15 mm dan lebarnya ± 7mm, kepala putik (stigma) yang sudah masak sangat lengket sehingga memudahkan melekatnya tepung sari. Vanili berbunga setahun sekali, umumnya muncul pada Bulan September-November, dan sangat tergantung pada iklim. Bunga akan muncul setelah mengalami stress pada musim kemarau. Buah: Buah vanili besudut tiga, berbentuk kapsul panjang berdaging berwarna hijau, panjang buah 10-25 cm dan diameter 12-14 mm, permukaan buah licin. Pematangan buah berlangsung ±9 bulan tergantung jenis dan cuaca. Buah yang belum matang keras berwarna hijau tua, setelah matang agak lembek berwarna kekuningan dan setelah diproses (fermentasi) berwarna coklat tua. Pemetikan buah dilakukan satu per satu karena pematangan buah tidak serempak. Buah matang cenderung berpilin dan berminyak . Biji dilapisi oleh minyak berwarna gelap dikenal dengan balsam of vanilla. Akar: Akar adventif ada 2 macam, yang keluar dari buku. Akar pertama berfungsi melekatkan tanaman pada panjatannya tetapi tidak berfungsi sebagai penghisap unsur hara, sedang akar yang lainnya panjangnya dapat mencapai beberapa meter . Akar yang menggantung berfungsi menghisap dan menyimpan air dari udara dan apabila mencapai tanah dapat menghisap unsur hara. 2. Vanilli tahitensis J.W. Mooree: Jenis ini berasal dari Tahiti. Perbedaan dengan V. planifolia terutama pada ukuran daunnya. Daun V. tahitensis lebih sempit, panjang daun 12 cm dan lebar daun 2,5-3 cm. Bibirnya lebih pendek dari pada kelopak. 3. Vanilli albida BL.: Jenis vanili liar yang banyak terdapat di Indonesia yaitu V. albida BL., Syn V. griffthii Reichb F. Jenis ini di Indonesia terdapat di terdapat di Jawa, Sumatera dan Kalimantan pada ketinggian 200-900 m dpl. Batang agak lurus/kecil, daun mempunyai tangkai daun yang panjangnya 1,2-2,5 cm. Daun kecil berbentuk elip, lonjong, bulat telur dan membulat pada dasarnya. Panjang daun 7,5-17,5 cm dan lebarnya 1,8-4 cm, panjang daun seludang 5-12 mm. Bunga lebih kecil dari pada V. planifolia berjumlah 6-12, panjang kelopak dan mahkota bunga 4 cm, warna hijau muda kekuningan. Panjang bibir bunga 4,75 cm umumnya berwarna putih dan dasar bunga bagian dalam berwarna ungu tua. Bagian ujungnya berumbai berbentuk trompet, lebar mulutnya 3,75 cm. Masa pembungaan dan pembuahan hampir sama waktunya dengan V. planifolia, tetapi hujan yang lebat pada Bulan Desember dan Januari tidak mempengaruhi pematangan buah. Buah vanili ini tidak mengeluarkan aroma seperti buah V. planifolia. Penulis: Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian Pusluhtan. Sumber: Pedoman Teknis Budidaya Vanili. Departemen Pertanian, Direktorat Jenderal Perkebunan. Jakarta. 2008.