Loading...

MENGENAL UMBI-UMBIAN SUMBER KARBOHIDRAT (GANYONG, GARUT, DAN TALAS)

MENGENAL UMBI-UMBIAN SUMBER KARBOHIDRAT (GANYONG, GARUT, DAN TALAS)
Selain ubikayu dan ubi jalar, ada beberapa jenis umbi-umbian lain yang dapat dijadikan sumber karbohidrat selain beras. Berbagai tanaman umbi ini banyak dikenal masyarakat Indonesia, serta dapat tumbuh hampir di seluruh wilayah Indonesia. Berikut penjelasan ringkas beberapa umbi sumber karbohidrat selain beras. 1. Ganyong (Canna edulis Ker) Ganyong merupakan tanaman yang cukup potensial sebagai sumber karbohidrat. Bagian tanaman yang dipanen adalah rhizoma atau umbinya. Untuk dapat dijadikan bahan makanan, terlebih dahulu umbi ganyong diolah untuk mengambil patinya. Tepung ganyong cukup dikenal masyarakat Indonesia sebagai bahan baku pembuatan berbagai kue/jajanan. Kandungan karbohidrat pada ganyong cukup tinggi, ganyong sangat tepat bila digunakan untuk keragaman makanan pengganti beras. Di Indonesia setidaknya dikenal dua jenis atau varietas ganyong yang dicirikan oleh warnanya, yaitu ganyong merah dan ganyong putih. Ganyong merah ditandai dengan warna batang, daun dan pelepahnya yang berwarna merah atau ungu. Ganyong putih memiliki warna batang, daundan pelepahnya hijau dan sisik umbinya kecoklatan. 2. Garut (Maranta arundinaceae L.) Garut merupakan salah satu tanaman sumber karbohidrat alternatif selain umbi-umbian lainnya. Garut bukan saja digunakan untuk pangan, tetapi juga untuk bahan baku industri. Pati garut dapat digunakan sebagai bahan baku makanan dan minuman, farmasi atau obat-obatan, kimia, kosmetik, tekstil, kertas dan karton. Selain campuran bedak, pati garut digunakan sebagai campuran minuman alkohol, obat penyakit panas dalam, obat borok, bahan pengikat tablet dan ektender pada perekat sintetis. Selain itu, garut juga merupakan sumber potensial pengganti tepung terigu yang potensial. Dibandingkan pati lainnya, garut bentuk seratnya lebih pendek sehingga mudah dicerna dan dapat dijadikan makanan bayi serta diet bagimanula dan pasien dalam masa penyembuhan. Umbi garut merupakan bahan pangan sumber karbohidrat dan yang dominan adalah pati. Umbi garut memiliki indeks glikemik yang rendah jika dibanding umbi-umbian lain (seperti gembili, kimpul, ganyong, dan ubi jalar). Indeks glikemik merupakan ukuran yang menyatakan kenaikan kadar gula darah seseorang setelah mengonsumsi makanan yang bersangkutan. Makin tinggi indeks glikemik berarti makanan tersebut makin tidak baik dikonsumsi penderita diabetes. Oleh karena itu, umbi garut sangat baik dikonsumsi penderita diabetes atau kencing manis. 3. Talas (Colocasia esculenta L.) Talas dapat dijumpai hampir di seluruh kepulauan dan tersebar dari tepi pantai sampai ke pegunungan di atas 1000 m dpl, baik liar maupun ditanam. Didalam pertumbuhannya, tanaman talas tidak menuntut syarat tumbuh yang khusus. Tanaman ini dapat tumbuh diberbagai jenis tan ah dengan berbagai kondisi lahan baik lahan becek (talas Bogor) maupun lahan kering. Talas mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi karena hampir seluruh bagian tanaman talas dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari serta mempunyai kandungan gizi yang cukup. Seperti halnya umbi-umbian yang lain, nutrisi terbanyak di dalam talas adalah karbohidrat. Komponen karbohidrat di dalam talas berupa pati yang kandungannya mencapai 77.9 persen. Kandungan amilopektin yang tinggi di dalam talas menjadikan rasa dan tekstur talas menjadi lengket dan pulen seperti beras ketan. Pati di dalam talas memiliki sifat yang mudah dicerna, cocok dijadikan makanan lansia atau menu diet pasca sakit. Kandungan nutrisi lain yang cukup berati di dalam talas adalah protein. Dibandingkan dengan singkong dan ubi jalar, kandungan protein talas setingkat talas lebih tinggi. Setiap 100 g talas mengandung 2.2 g protein, sedangkan singkong mengandung 1.2 g dan ubi jalar 1 g. Kandungan protein di dalam talas mengandung beragam asam amnino esensial namun rendah histidin, lisin, isoleusin, triptofan dan metionin, karenanya variasikan umbi talas dengan bahan lain seperti kacang-kacangan untuk meningkatkan sumber peoteinnya. Selain protein, talas juga kaya akan vitamin dan mineral esensial. Seperti vitamin C, kalsium, fosfor dan zat besi. Meskipun bukan zat gizi, kandungan serat di dalam talas juga cukup tinggi. Kehadiran serat sangat baik untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan. Hampir seluruh bagian tanaman talas bisa dimakan. Daun talas bisa dimasak menjadi pembungkus masakan buntil. Batang talas bisa diolah menjadi sayur sedangkan umbinya bisa dimasak menjadi nasi talas, prekedel talas, sayur talas, gulai talas, keripik talas hingga talas goreng. Selain diolah dalam keadaan segar, umbi talas juga bisa diolah menjadi tepung talas. Caranya dengan mengeringkan umbi talas dan dihaluskan hingga berbentuk tepung. Penggunaan umbi talas lebih beragam seperti, menjadi subtitusi bahan roti, kue kering, cake, brownies hingga dijadikan bahan utama kue talam dan kue lumpur. Sumber: Anonim. Umbi-umbian (Talas). http://tanamanpangan.deptan.go.id/index.php/infokomoditi/listval/4 Anonim. Ganyong. http://tanamanpangan.deptan.go.id/index.php/infokomoditi/detail/6/6. Anonim. Teknologi Tepat Guna Pengolahan Pangan Tepung Ganyong. Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Anonim. Colocasia esculenta. http://en.wikipedia.org/wiki/Colocasia_esculenta. Anonim. Karbohidrat. http://id.wikipedia.org/wiki/Karbohidrat. [diakses, 14 Juni 2012] Penyusun: Ume Humaedah (Penyuluh Pertanian Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. emai: ume_humaedah@yahoo.com