Ketergantungan penduduk Indonesia terhadap bahan pangan pokok beras sangat tinggi. "Belum makan, kalau belum makan nasi", begitu kira-kira yang sering diungkapkan sebagian masyarakat Indonesia tentang bahan pangan pokok ini. Tidak heran konsumsi beras warga Indonesia tertinggi di dunia. Data tahun 2011, orang Indonesia mengkonsumsi beras hingga 130-140 kilogram per tahun/orang. Jumlah ini sangat jauh jika dibandingkan dengan orang Asia lainnya yang hanya mengkonsumsi beras sebanyak 65-70 kilogram per tahun/orang (www.tempo.co, 2011). Berdasarkan data tersebut, artinya negara ini memerlukan stok beras yang sangat besar. Disisi lain, Indonesia sangat kaya akan sumberdaya pangan lokal selain beras, dari golongan umbi-umbian miasalnya. Sebagian masyarakat Indonesia secara turun temurun telah mengenal beberapa jenis umbi-umbian sebagai sumber pangan pokok yang dapat dijadikan pengganti beras (nasi-red). Masayarakat di Desa Cirendeu, Cimahi Jawa Barat misalnya, sejak tahun 1924 warga di desa tersebut menjadikan singkong sebagai makanan pokoknya. Untuk itu, sebagai upaya memenuhi kebutuhan karbohidrat dengan tidak tergantung pada beras, maka penting diketahui beberapa komoditas umbi-umbian lokal yang dapat dijadikan pangan pokok pengganti beras. Mengapa Karbohidrat Penting? Sebelum membahas beberapa komoditas umbi-umbian lokal sebagai sumber karbohidrat, penting juga diketahui mengapa karbohidrat begitu penting bagi mahluk hidup, khususnya bagi manusia. Karbohidrat atau dikenal juga sebagai hidrat arang dalam tubuh makhluk hidup berfungsi sebagai bahan bakar, cadangan makanan, dan sebagai materi pembangun (http://wikipedia.org). Selain itu, karbohidrat juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh dan penting dalam metabolisme tubuh, dan sebagai pembentuk sel dengan mengikat protein dan lemak. Bahan makanan yang merupakan sumber karbohidrat utamanya berasal dari nabati, diantaranya kelompok padi-padian (beras, gandum), umbi-umbian (kentang, singkong, ubijalar, talas), dan gula (Hutagalung, 2004). Umbi-Umbian Sumber Karbohidrat Pengganti Beras 1. Ubikayu (Manihot esculenta) Ubikayu atau sering juga disebut singkong telah lama dikenal dan dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Posisinya, merupakan makanan pokok ketiga setelah padi-padian dan jagung (Asnawi dan Ratna WA, 2008). Tanaman ini merupakan salah satu komoditas tanaman penghasil sumber bahan pangan karbohidrat. Di Indonesia dikenal ada dua jenis ubikayu, yaitu ubikayu putih dan ubikayu kuning. Dari kedua jenis ubikayu ini memiliki kandungan gizi yang berbeda-beda. Berikut komposisi kandungan gizi umbi ubi kayu dalam 100 gram. Untuk dapat dikonsumsi, ubikayu dapat diolah langsung, misalnya direbus, digoreng, dibuat kripik, gethuk, tape dan lainnya. Selain itu, ubikayu juga dapat dibuat menjadi berbagai produk antara atau dikenal dengan produk intermediate, beberapa produknya adalah gaplek, tepung kasava, dan tapioka. Produk olahan ubikayu lainnya adalah tepung kasava termodifikasi. 2. Ubi Jalar (Ipomea batatas) Di beberapa daerah tertentu, Papua misalnya, ubi jalar merupakan komoditi bahan makanan pokok. Ubi jalar dapat dijadikan salah satu alternatif pengganti beras sebagai sumber karbohidrat. Tanaman ini dapat tumbuh pada daerah dataran rendah hingga tinggi, daerah kurang subur dan kering, sehingga banyak penduduk/petani yang membudidayakan tanaman ini. Hampir semua bagian tanaman ubi jalar bermanfaat. Daunnya dapat dijadikan sayuran dan pakan ternak, batangnya dapat dijadikan bahan tanam dan pakan ternak, kulit ubinya dapat dijadikan pakan ternak, ubi segarnya sebagai bahan makanan, tepungnya dapat dijadikan bahan makanan dan patinya dapat dijadikan paan ternak dan asam sitrat. Ubi jalar banyak mengandung serat, sebagian besar serat ubi jalar merah merupakan serat laut, yang menyerap kelebihan lemak/kolesterol darah, sehingga kadar lemak/kolesterol dalam darah tetap aman terkendali. Serat alami oligosakarida yang terkandung dalam ubi jalar menjadi komoditas bernilai dalam pemerkayaan produk pangan olahan, seperti susu. Selain mencegah sembelit, oligosakarida memudahkan buang angin. Hanya pada orang yang sangat sensitif oligosakarida mengakibatkan kembung. Selain mengandung pati sederhana, ubi jalar kaya akan karbohidrat kompleks, serat, beta karoten (vitamin A nutrisi setara), vitamin C, dan vitamin B6. Ubijalar kuning.Varietas ubi jalar dengan daging oranye gelap memiliki lebih mengandung beta karoten dan vitamin A lebih tinggi jika dibandingkan dengan warna daging lain. Berikut kandungan gizi pada 100 gr ubi jalar segar. Sumber: Asnawi, R. 2008. Teknologi Budidaya Ubi Kayu. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. Anonim. Ubi jalar / Ketela Rambat (Ipomea batatas). Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Anonim. Vademikum Ubikayu. http://tanamanpangan.deptan.go.id/index.php/infokomoditi/listval/2. Anonim. Garut. http://tanamanpangan.deptan.go.id/index.php/infokomoditi/detail/3/3. Anonim. 2011. konsumsi beras di Indonesia tertinggi di Dunia. http://www.tempo.co/read/news/2011/12/13/090371426/Konsumsi-Beras-di-Indonesia-Tertinggi-di-Dunia.