Lada merupakan salah satu produk ekspor tanaman perkebunan di Indonesia yang mempunyai peran penting dalam menymbang devisa Negara. Tetapi sepiluj tahun terkhir produksi lada Indonesia mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya luas tanam, serangan hama dan penyakit. Salah satu komponen utama dalam upaya meningkatkan produksi dan produksivitas dan mutu lada adalah dengan penggumaan bahan tanam unggul. Di mana dalam setiap jenis varietas mempunyai keunggulan dan kelemahan dalam ketahanan hama dan penyakit uatama lada, sehingga petani dapat memilih jenis varietas lada mana yang cocok untuk dikembangkan. Dalam upaya penyediaan bahan tanam lada yang unggul pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah melepas beberapa varietas lada yaitu, Petaling 1, Petaling 2, Lampung Daun Kecil (LDK), Chunuk, Natar 1, Natar 2 dan Bengkayang dengan deskripsi Umum sebagai berikut : Petaling 1 : (SK Nomor. 275/Kpts/KB.230/4/1988, tanggal 21 April 1988) Umur mulai berbunga : ± 10 bulan Bentuk buah : bulat, Warna buah : muda hijau, masak merah jingga Mulai berbunga s/d buah masak : ± 9 bulan, Rata-rata buah pertandan : ± 60 butir, Persentase buah sempurna : ± 64,8%, Rata-rata hasil produksi : 4,48 ton/ha (± 2,8 kg/pohon) lada putih kering, Ketahanan Penyakit : Agak tahan terhadap penyakit kuning, agak peka terhadap busuk pangkal batang. Dapat ditanam ditanah-tanah yang kurang subur, pada tanah yang subur di usia tua pertumbuhannya akan lebih baik. Pemakaian tiang panjat mati dan mulsa lebih cocok.