Loading...

Mengendalikan Penyakit Bulai Jagung

Mengendalikan Penyakit Bulai Jagung
Sasaran utama mempertahankan swasembada pangan, yaitu perbaikan sistem produksi tanaman pangan, khususnya tanaman serealia ditujukan untuk: meningkatkan produksi melalui peningkatan produktivitas dan perluasan areal panen, meningkatkan nilai tambah ekonomi melalui peningkatan efisiensi produksi, perbaikan mutu produk, usaha agribisnis tanaman jagung. Permintaan jagung yang semakin meningkat itu belum seiring dengan produktifitas jagung di Indonesia. Banyaknya faktor yang membuat produktifitas jagung tidak meningkat, salah satu faktornya yaitu serangan penyakit BULAI. Tanaman jagung yang terserang penyakit bulai tidak hanya menurun produksinya tetapi bisa juga tidak panen Perkembangan dari penyakit ini adalah melalui spora. Waktu keluarnya spora pada pagi hari, jam 04,00 sampai dengan 05,30. Gejala serangan penyakit BULAIAda bercak berwarna klorotik memanjang searah tulang daun dengan batas yang jelas Adanya tepung berwarna putih pada bercak tersebut (terlihat lebih jelas saat pagi hari) Daun yang terkena bercak menjadi sempit dan kaku Tanaman menjadi terhambat petumbuhannya bahkan bisa tak bertongkol Tanaman muda yang terserang biasanya akan mati (umur tanaman dibawah 1 bulan) Kadang-kadang terbentuk anakan yang banyak, daun menggulung dan terpuntir Gejala serangan penyakit Bulai (downy mildew) Untuk mengendalikan penyakit bulai pada tanaman jagung, yang pertama perlu di perhatikan yaitu mempelajari karakter penyakit tersebut. Penyakit bulai dapat tumbuh dan berkembang pada tanaman apabila daun tanaman tersebut masih terdapat air gutasi. Spora bulai apabila menempel pada air gutasi akan berkembang dan akan menyerang tanaman jagung melalui jaringan tulang daun tetapi apabila tanaman jagung tersebut sudah tidak ada air gutasinya maka biarpun spora tersebut menempel pada daun jagung maka spora tersebut tidak dapat tumbuh dan berkembang. CARA PENGENDALIAN YANG EFEKTIF Siapkan alat dan bahan yaitu hand SprAyer dan air biasa.Hand spayer yang telah berisi air biasa di semprotkan pada tanaman dan lahannya pada jam 04.00 s/d 05.30 pagi, mulai tanaman berumur 7 s/d 21 hari setelah tanam. Dengan melakukan hal tersebut maka dapat menekan perkembangan spora bulai, sehingga tanaman tidak terserang oleh penyakit bulai. Langkah Kedua Siapkan alat dan bahan yaitu hand preyer dan air biasa dan fungisida. Hand spayer yang telah berisi air biasa dan fungisida di semprotkan pada tanaman dan lahannya pada jam 04.00 s/d 05.30 pagi, mulai tanaman berumur 7 s/d 21 hari setelah tanamDengan melakukan hal tersebut maka dapat menekan perkembangan spora bulai, sehingga tanaman tidak terserang oleh penyakit bulai.