Loading...

Menghindari Virus Kuning Dengan Tanam Bibit Anti Virus

Menghindari Virus Kuning Dengan Tanam Bibit Anti Virus
Kawasan hortikultura di daerah kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo berkembang sangat pesat dengan keberagaman berbagai jenis komoditas hortikultura yang dikembangkan oleh petani. Sepanjang jalan daendels yang terbentang dari ujung timur Kecamatan Purwodadi hingga kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo merupakan sentra hortikultura di Purworejo selatan. Pada kawasan tersbut cukup tersedia sumberdaya manusia dan sumberdaya alam yang mendukung kegiatan pengembangan tanaman hortikultura antara lain komoditas Cabai besar, Cabai rawit, melon, semangka, jambu air, jambu biji dan berbagai jenis tanaman sayuran lainnya. Sepedas-pedasnya cita rasa cabai kata orang bilang tetap akan melahap kembali seakan tidak kapok akan rasa yang membuat otak seakan segar kembali. Begitu pula dalam budidaya cabai petani sudah mengerti akan seluk beluk, harga yang fluktuative, dan waktu tanam untuk menemukan harga cabai yang bagus petani seakan sudah memiliki kalender tersendiri dalam usaha tani si pedas cabai ini. Pemanfaatan lahan bero dengan pengembangan tanaman hortikultura bertujuan untuk meningkatkan indeks pertanaman juga mendukung perekonomian bagi petani di Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo Jawa Tengah juga upaya pemerintah untuk menyediakan atau menghasilkan sentra atau kawasan unggulan agar pada kawasan tertentu bisa mendukung ketersediaan komoditas unggulan daerah yang spesifik sehingga tidak ketergantungan dengan daerah lain. Dengan ketersediaan produksi yang stabil maka rantai perdagangan yang tidak terlalu panjang dan kualitas produk dapat dipertahankan dengan harga yang standar. Sebagai contoh Ketersediaan benih pada kawasan sentra cabai dewasa ini sudah terkontaminasi oleh virus kuning yang ditularkan oleh kutu kebul. Saat ini sebagian petani sudah mulai mengembangkan varietas cabai anti virus dengan varietas Anti Virus sosok tanaman setelah dilapangan tidak jauh beda dengan varietas cabai keriting pada umumnya, yang sangat menonjol keistimewaan varietas ini tahan terhadap virus kuning. Kalau pada kondisi normal tanaman dilahan umur 15 Hst sudah mulai terserang virus kuning, tetapi pada varietas ini sampai tanaman di lapangan umur 75 Hst sama sekali tidak menunjukkan gejala terserang virus kuning dengan metode tanam dan pemeliharaan yang sama. Sosok tanaman tahan kering sehingga cocok dibudidayakan di musim kemarau. Teknik budidaya tanaman anti virus ini perlakuan dan pemeliharaannya sama dengan budidaya cabai pada umumnya . Pengamatan dilapangan dengan demplot dua varietas yang berbeda antara varietas non Anti Virus dan Anti Virus ternyata pada umur 20 HST varietas non Anti Virus sudah mulai terserang virus Gemini, sedangkan pada varietas Anti Virus tetap segar dan hijau tanpa ada gejala tanaman yang terserang virus kuning tsb. Samingan Afifudin salah satu petani di Desa Jogoresan Kecamatan Purwodadi yang menanam varietas cabai ini mengungkapkan keistimewaan tanaman yang ditanamnya, sampai pada petik yang ke empat tanaman tetap hijau segar. Hasil ubinan sampai petik ke 4 tersebut dengan ukuran 2,5 m X 2,5 m menghasilkan 2,5 Kg provitas mencapai 40 Kw/Ha (baru sampai petik ke 4) secara normal bisa panen sampai pada 12 sampai 14 kali. Informasi dipasaran mengenai harga jual sering simpang siur yang katanya ada selisih ternyata memang ada beda sedikit antara Rp 500,- sampai Rp 1.000,-/Kg nya tergantung keadaan barang yang tersedia di lokasi lelang pada panenan saat ini pasar lelang Gapoktan “Dadi Makmur” harga masih sama dengan varietas lain. Kelemahan dari varietas anti virus ini sepertinya di bobot buah yang petani bilang “ampang” (kurang bobot) namun dengan keunggulan lainnya yang banyak tentunya petani di untungkan dengan bebas dari virus kuning tentunya produksi juga dapat ditingkatkan dengan budidaya yang lebih intensif. Analisa usaha tani cabai anti virus kuning luas 2000 m2; Biaya tetap Sewa lahan 2000 m2 satu musim Rp 3.000.000,- Biaya tidak tetap Sarana produksi Benih cabai 3 sachet @ Rp 125.000,- Rp 375.000,- Polybag Rp 250.000,- Pupuk Kandang 20 Karung Rp 400.000,- Kapur dolomit 2 Karung @ 50 Kg Rp 90.000,- Pupuk NPK Phonska 15:15:15 100 Kg Rp 230.000,- Pupuk SP36 50 Kg Rp 100.000,- Pupuk ZA 50 Kg Rp 75.000,- Pupuk NPK Mutiara 16:16:16 30 Kg Rp 252.000,- KNO3 merah 2 Kg Rp 32.000,- KNO3 Putih 2 Kg Rp 44.000,- Mulsa hitam perak 2 rol Rp 1.100.000,- Pestisida 1 paket Rp 750.000,- Biaya tenaga kerja Rp 6.300.000,- Lain-lain Rp 1.338.000,- Total Pengeluaran Rp 14.336.000,- Hasil Panen Hasil panen 1.747 Kg harga ratar-rata @ Rp 15.000,- = Rp 26.205.000,- Keuntungan Rp 26.205.000,- - Rp 14.336.000,- = Rp 11.869.000,- (catatan harga-harga per Januari 2019) Oleh : Legirin Penyuluh Pertanian DinPPKP Kab Purworejo