Loading...

MENGIDENTIFIKASI DAN PENGENDALIAN PENYAKIT BULAI PADA TANAMAN JAGUNG DI KECAMATAN PITU KABUPATEN NGAWI

MENGIDENTIFIKASI DAN PENGENDALIAN PENYAKIT BULAI PADA TANAMAN JAGUNG DI KECAMATAN PITU KABUPATEN NGAWI
Dewasa ini marak akan usaha tanaman pangan khususnya jagung yang merupakan potensi untuk di kembangkan, mengingat grafik kebutuhan akan jagung semakin meningkat, selain untuk mencukupi kebutuhan peternak negeri. Sehingga banyak petani di Kabupaten Ngawi beramai-ramai yang menanam jagung. Bahkan sebagai upaya antisipasi pemerintah untuk mencegah impor jagung ke dalam negeri, pemerintah mengintruksikan pada petani untuk menanam jagung. Jagung selain saat ini hasilnya sangat menggiurkan, jagung juga merupakan salah tanaman pangan yang sangat mudah perawatannya. Namun demikian tanaman ini juga tidak lepas dari serangan penyakit yang membuat usaha pertanian jagung mengalami kegagalan yang fatal. Penyakit pada tanaman ini yang sering menjadi para petani jagung adalah PENYAKIT BULAI. Untuk itu ada perlunya para petani untuk melakukan pengendalian serta mengenalinya akan penyakit ini sejak dini. Penyebab : Jamur Penyakit ( Peronosclerospora maydis) GEJALA : Umur 2 – 3 minggu : Semua daun menguning selanjutnya mati Umur 3 – 5 minggu : Tanaman tumbuh secara biasa Tanaman dewasa : Daun tua terdapat chorosis yang jelas dan daun yang terinfeksi dibeberapa terdapat tepung putih. SIKLUS : Jamur menyebar melalui konidia dan penetrasi lewat mulut daun Pada permukaan daun konidia bisa bertahan 1 hari sedang diudara dan tanah basah mampu bertahan 4 hari Konidia disebarkan oleh angin sampai dengan 2000 meter tanpa kehilangan daya infeksi Jamur bisa menembus biji sehingga bila biji ditanam gejala tampak sejak daun pertama , sedangkan infeksi lewat udara daun pertama, kedua dan ketiga tetap hijau Tingkat serangan sangat dipengaruhi oleh jauh dekatnya sumber serangan dan juga kesehatan tanaman. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI : Spora yang ada di udara Kerentanan varietas Umur tanaman, tanaman umur kurang dari 1 minggu paling rentan dan bersifat sistemik sedangkan pada umur lebihsatu bulan bersifat gejala Kesehatan tanaman ( vigor Tanaman) Cuaca yaitu interaksi antara suhu dan kelembaban mempunyai pengarug yang besar terhadap perkembangan penyakit. Kondisi tanah ; tanah liat lebih banyak terjadi serangan daripada tanah berpasir. PENGENDALIAN : Tanam serempak dalam satu hamparan Pola tanam yang baik untuk memutus siklus hidup Tanam varietas tahan Perlakuan benih dengan Metalaksil 2 gram / Kg benih Gunakan pupuk organic alami sebagai penutup lubang tugal Tanam benih sehat Semprot tanaman saat umur 7 HST dengan Pf dan atau PGPR dengan konsentrasi 100 – 200 cc / 15 liter air Sanitasi / eradikasi tanaman sakit secara serentak Menjemur benih yang akan ditaman dapat menekan pertumbuhan jamur Pemupukan dilakukan setelah pengairan dapat menekan laju perkembangan penyakit. Mengairi hamparan tanaman jagung pada pukul 04.00 s/d 05.00 ( sebelum matahari terbit) sebelum tanaman berumur 30 hari dapat mencegah perkecambahan spora jamur. Penulis : Sujito, SST. Penyuluh BPP Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi