MENGOPTIMALKAN PANEN PADI SAWAH Oleh : Dormaita H. Samosir, SPt Padi SawahTanaman padi merupakan jenis tanaman pangan penghasil beras sebagai bahan pangan pokok masyarakat Indonesia. Selain Indonesia beras juga menjadi bahan pangan pokok di negara-negara di benua Asia seperti China, India, Vietnam dan negara lainnya. Ketahanan pangan sangat penting untuk menjaga stabilitas perekonomian, politik dan kesejahteraan. Untuk menjaga ketersediaan pangan dalam negeri pemerintah Indonesia terus berupaya melalui program upaya khusus yang digulirkan dalam rangka meningkatkan produksi maupun produktivitas padi. Panen merupakan kegiatan akhir dari setiap budidaya dan permulaan kegiatan pascapanen. Tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil panen gabah pada tingkat kematangan yang optimal, dan menjaga mutu hasil. Secara visual bulir padi yang siap dipanen apabila bulir gabah pada malai 95% sudah menguning, kira-kira 35-36 hari setelah berbunga, dengan kadar air gabah 21-26%. Untuk meningkatkan hasil panen padi sawah terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan antara lain; penggunaan benih bermutu, penentuan jarak tanam (sistem tanam), pemeliharaan tanaman (pemupukan, pengendalian hama penyakit) serta penanganan pascapanen yang baik. Penggunaan Benih Bermutu Salah satu faktor kunci keberhasilan dalam pembudidayaan tanaman padi adalah menggunakan benih padi yang bermutu baik dan bersertifikat, mampu beradaptasi dan berproduktivitas hasil panen tinggi. Terdapat berbagai varietas benih bermutu yang sudah diluncurkan dan diminati oleh petani antara lain; Mekongga, Mira 1, Batang Gadis, Ciherang, Cigeulis, Ciliwung, Cibogo dan Bondoyudo, dll. Untuk memperoleh benih padi yang bermutu baik dapat diperoleh dengan mudah di pasaran baik di toko-toko pertanian maupun lembaga yang membidangi perbenihan. Agar benih yang ditanam mempunyai kualitas baik bisa dilakukan seleksi sendiri dengan cara sederhana dan mudah yaitu memakai larutan garam dengan indikator telur sebagai berikut ; (1) sediakan air dalam wadah secukupnya, (2) larutkan garam dalam air dan aduk sampai merata, (3) masukkan 1 butir telur dalam larutan garam, apabila telur mengapung ke permukaan maka garam sudah cukup dan telur bisa dikeluarkan, (4) masukkan benih padi ke dalam larutan tadi sambil diaduk-aduk (5) benih yang baik dan bernas akan tenggelam, sebaliknya benih yang kurang baik akan mengapung. Gunakanlah benih yang bernas dan berkualitas baik sebagai calon benih untuk dibudidayakan. Keuntungan dalam mengunakan benih padi bermutu antara lain; benih memiliki pertumbuhan yang cepat serta seragam, mampu tegar dan sehat saat di semaikan, memasuki fase tanam bibit mampu tumbuh lebih cepat, mudah beradaftasi dengan lingkungan dan menghasilkan produktivitas hasil yang tinggi. Sistem Tanam Sistem tanam merupakan upaya pengaturan jarak tanam dengan mengunakan sistem tanam, berfungsi meningkatkan jumlah populasi tanaman padi dilahan persawahan. Umumnya petani mengunakan sistem tanam tegel atau jajar legowo yang terbukti dapat meningkatkan hasil panen padi per hektarnya. Keuntungan Jajar Legowo diantarana yaitu ; (1) semua barisan rumpun tanaman berada pada bagian pinggirnya sehingga penyebaran sinar matahari terhadap tanaman akan merata dan biasanya akan memberi hasil yang lebih tinggi, (2) lebih mudah dalam pemeliharaan baik pengendalian hama dan penyakit amupun gulma, (3) pada tahap awal areal pertatanaman akan terbuka dan terang sehingga tidak disenangi hama tikus, (4) menyediakan ruang kosong untuk pengaturan air lebih mudah, dan bisa dijadikan sebagai usaha mina padi, (5) penggunaan pupuk lebih efisien dan berdaya guna. Pemeliharaan merupakan bagian terpenting dalam kegiatan budidaya padi dalam upaya meningkatkan hasil panen, antara lain ; pemupukan, pengendalian, gulma, hama dan penyakit. Pemupukan Pupuk merupakan aspek sangat penting dalam budidaya tanaman sebagai pemasok unsur hara makro maupun mikro yang dibutuhkan tanaman untuk hidup dan bisa berproduksi baik. Untuk memperoleh manfaat dari proses pemupukan diperlukan dosis yang tepat (berimbang). Artinya bahwa pupuk yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan tanaman, bisa berdasarkan analisa tanah maupun bagan warna daun (BWD). Pada umumnya untuk menghasilkan tiap ton gabah tanaman padi membutuhkan pasokan unsur hara Nitrogen (N) sebanyak 17,5 kg, posfor (P) sebanyak 3 kg dan Klaium (K) sebanyak 17 kg. Oleh karena itu agar pemberian pupuk efektif dan efesien harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan setempat dan kebutuhan tanaman dan ketersediaan hara dalam tanah. Penyiangan Dilakukan untuk mengendalikan tingkat pertumbuhan gulma sebagai pesaing tanaman utama dalam mengambil unsur hara tanaman. Pengendalian gulma cukup dilakukan 2 kali pada saat tanaman berumur 3 dan 6 minggu setelah tanam dengan cara mencabut atau menggunakan alat penyiang. Pengendalian Hama dan Penyakit Hama yang sering menyerang tanaman padi adalah wereng, walang sangit, thrips, kepik hijau, penggerek batang, tikus dan burung. Sedangkan penyakit adalah bercak daun coklat, penyakit blast, busuk pelepah daun, fusarium, kresek, hawar daun dan penyakit tungro. Kedalikan hama dan penyakit secara bijaksana dan sesuai teknis yang dianjurkan agar tidak menimbulkan resistensi dan resurjensi yang memicu ledakan semakin membahayakan. Panen dan Pascapanen Untuk memperoleh hasil panen yang optimal dan bermutu baik, maka penentuan waktu panen harus diperhatikan sehingga kehilangan hasil dapat minimalisir. Penentuan waktu dan cara panen, pascapanen yang tepat akan menekan kehilangan hasil dan akan menghasilkan gabah dan beras berkualitas baik.