MENGUKUR PH TANAH DENGAN CARA SEDERHANAFaktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan usaha budidaya tanaman adalah kadar keasaman tanah atau pH tanah. Dimana setiap tanah memiliki kadar keasaman (pH) yang berbeda-beda. Sebagian jenis tanaman dapat tumbuh dengan baik pada tanah dengan kadar pH rendah (tanah asam) dan sebagian lainnya bisa tumbuh pada tanah yang ber pH tinggi (tanah basa). Akan tetapi sebagian besar tanaman yang sering dibudidayakan hanya bisa tumbuh pada tanah yang ber-pH netral. Oleh karena itu setiap petani hendaknya wajib mengetahui kondisi tanah sebelum melakukan kegiatan budidaya tanaman. pH tanah atau media tanam sangat berpengaruh terhadap keberhasilan suatu usaha budidaya pertanian. Seringkali kegagalan usaha pertanian disebabkan karena minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mengetahui kadar keasaman lahan pertanian.Petani terkadang dalam mengusahakan budidaya tanaman padi mengejar jadwal tanam awal, karena ingin memperolah harga tinggi, sehingga mereka terburu-buru dalam mengolah tanah tanpa memperhitungkan masalah yang dihadapi. Pengolahan tanah yang kurang sempurna mengakibatkan tanah asem-asemen karena jerami belum terurai dengan sempurna sehingga mengakibatkan tanaman padi yang ditanam menjadi mati. Tanaman yang dibudidayakan pada tanah ber pH rendah maupun tinggi tidak akan tumbuh dengan baik. Sebab pada tanam masam dan basa akar tanaman tidak mampu menyerap unsur hara dengan baik. Sebagian besar tanaman budidaya hanya mampu tumbuh dengan baik pada tanah yang memiliki kadar pH netral, yaitu 7. pH minimal yang masih bisa ditoleransi oleh tanaman adalah 5,5.Beberapa faktor penyebab rendahnya pH tanah antara lain sebagai berikut : 1). Tercucinya unsur hara pada tanah akibat curah hujan yang tinggi, 2). Adanya unsur Aluminium (Al), Tembaga (Cu) dan Besi (Fe) yang berlebihan, 3). Drainase yang kurang baik sehingga menyebabkan tergenangnya air secara terus menerus dan dalam wakyu yang lama, 4). Terjadinya dekomposisi bahan organik yang berakibat keluarnya kalsium dari dalam tanah, 5). Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan, terutama pupuk nitrogen, 6). Tanah kekurangan unsur magnesium (Mg) dan kalsium (Ca).Cara Mudah Mengetahui pH Tanah Menggunakan Indikator KunyitSelain dengan cara memperhatikan tanaman yang tumbuh, cara lain untuk mengetahui keasaman tanah adalah menggunakan kunyit. Rimpang kunyit dapat digunakan sebagai indikator kadar keasaman tanah. Cara mengetahui pH tanah menggunakan kunyit adalah sebagai berikut ;a). Sediakan rimpang kunyit seukuran jempol, b). Potong kunyit tersebut menjadi dua bagian, c). Ambil sampel tanah dari 5 titik yang berbeda, yaitu 4 titik pada ujung lahan dan 1 titik di tengah-tengah lahan, d). Semua sampel tanah dijadikan satu dalam wadah dan dibasahi dengan air secukupnya, kemudian diaduk hingga tercampur rata, e). Satu bagian kunyit dimasukkan kedalam adonan tanah tersebut dan biarkan selama 30 menit, kemudian angkat, f). Selanjutnya bandingkan warna kunyit dengan potongan kunyit yang tidak dimasukkan kewadah berisi adonan tanah, g). Jika warna kunyit menjadi pudar maka tanah tersebut dapat dipastikan masam (pH rendah), Jika warna kunyit tetap berarti pH tanah tersebut netral, dan jika warna kunyit berubah menjadi biru berarti tanah tersebut ber pH tinggi atau basa.