Loading...

MENGUPAYAKAN KELAHIRAN KEMBAR PADA SAPI

MENGUPAYAKAN KELAHIRAN KEMBAR PADA SAPI
Secara alami, sapi betina biasanya melahirkan anak seekor saja per tahun. Berbeda halnya dengan hewan ruminansia lain seperti kambing, yang bisa melahirkan kembar 2 atau 3. Kondisi ini tentu saja menjadi salah satu kendala juga dalam meningkatkan populasi sapi. Namun demikian, bukan berarti tidak mungkin sapi melahirkan kembar, walaupun peluangnya sedikit. Secara prosentase, sapi betina masih dapat melahirkan anak kembar antara 0,5 – 9 %. Lantas, bagaimana caranya agar peluang melahirkan kembar pada sapi betina bisa ditingkatkan ? Jangan khawatir ! Saat ini, dengan kemajuan teknologi apapun bisa dilakukan. Dengan berbagai teknik reproduksi melalui rekayasa genetika yang terus dikembangkan, kelahiran sapi kembar untuk meningkatkan populasi sapi semakin bisa diwujudkan. Ada 3 cara yang bisa dilakukan yaitu : cara seleksi, memanipulasi produksi dan yang terakhir dengan cara inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik. Berikut ini dijelaskan ketiga cara yang dapat menghasilkan kelahiran kembar pada sapi: 1) Seleksi. Jika menginginkan sapi lahir kembar, maka pilihlah sapi yang memiliki keturunan kembar baik pada sapi betina maupun pada jantan. Dengan cara ini, kemungkinan sapi yang dilahirkan nanti juga akan kembar karena faktor genetis. Untuk itu lakukan seleksi secara selektif dan pilihlah indukkan yang berkualitas dan sehat guna menghasilkan sapi kembar dalam kondisi sehat. 2) Memanipulasi produksi. Metode selanjutnya adalah memanipulasi produksi dengan cara pemberian hormon pada sapi betina dewasa yang akan menjadi indukan. Tujuannya agar menghasilkan lebih dari 1 sel telur yang nantinya dibuahi oleh spermatozoa hasil pemisahan kromosom. Kemudian, embrio yang merupakan hasil pembuahan terbelah menajdi 2 sel yang akan dipisahkan oleh micromanipulator, dikultur hingga stadium matang baru setelah itu dimasukkan ke rahim bagian kanan dan kiri dan akhirnya menghasilkan anakkan kembar. 3) Inseminasi Buatan (IB) dan Transfer Embrio (TE). Metode yang ketiga adalah dengan cara memadukan atau kombinasi Inseminasi Buatan atau IB dengan Transfer Embrio (TE) dalam satu masa kebuntingan. IB adalah memasukkan mani/semen ke dalam alat kelamin hewan betina sehat dengan menggunakan alat inseminasi agar hewan tersebut menjadi bunting. Adapun yang dimaksud semen adalah mani berasal dari pejantan unggul, digunakan untuk inseminasi buatan. Sedangkan yang dimaksud Transfer Embrio (TE) adalah proses kegiatan yang meliputi produksi embrio, pembekuan, penyimpanan, handling, thawing, memasukkan embrio ke dalam alat kelamin ternak betina dengan teknik tertentu agar ternak tersebut bunting. Proses kombinasi IB dan TE ini menjadikan pembelahan telur yang telah dibuahi sehingga menghasilkan anak sapi kembar. Secara rinci tujuan dilakukannya cara yang ketiga ini sebagi berikut : 1) Membuat sekali reproduksi menghasilkan 2 anakkan sapi; 2) Mengoptimalkan bibit yang unggul pada sapi; 3) Meningkatkan angka kelahiran pada sapi; 4) Memperbaiki genetika sapi; 5) Mencegah terjadinya penularan penyakit Cara ini sangat dikenal para peternak karena cara ini cukup sukses untuk menghasilkan keturunan kembar. Namun, tak boleh dilupakan cara ini juga memiliki kekurangan, di antaranya : 1) Air susu yang dihasilkan oleh induk kurang; 2) Indukan akan mengalami mandul; 3) Proses kelahiran akan sulit; 4) Akan menurunnya sifat genetika pada sapi; 5) Bisa–bisa terjadinya kawin sedarah pada anakkan sapi. Berikut ini teknik dan proses IB pada sapi : a. Penampungan semen : 1) Siapkanlah tempat untuk penampungan sperma dan vagina buatan; 2) Lakukan evaluasi pada kualitas sperma; 3) Lakukan proses pengenceran dan pengawetan sperma; 4) Lakukan proses pengawetan semen beku; b. Waktu proses IB pada sapi : 1) Permukaan birahi sudah sekitar 44 %; 2) Pada pertengahan birahi sudah 82 %; 3) Akhir dari Birahi mencapai 75 %; 4) Setelah 6 jam birahi terjadi sekitar 62,5 %; 5) Setelah 12 jam birahi terjadi 32,5 %; 6) Setelah 18 jam birahi terjadi sekitar 28 %; 7) Setelah 24 jam birahi terjadi sekitar 12 %; c. Cara membuat IB : 1) Semen yang dihasilkan harus di cairkan terlebih dahulu; 2) Masukkan air hangat setelah nitrogen dimasukkan; 3) Thawing dilakukan pada 37 derajat celcius; 4) Air pada suhu badan 37 derajat celcius yang waktunya sekitar 7 – 18 detik; 5) Keluarkan dan keringkan menggunakan tisu jika proses Thawing telah selesai; 6) Masukkan dalam gun dan potong menggunakan gunting pada ujung yang mencuat; 7) Masukkan plastik sheath pada gun yang telah terisi dengan semen beku; 8) Siapkan sapi yang siap untuk di IB; 9) Lakukan proses IB sesuai dengan prosedur. Dengan menerapkan cara-cara tersebut di atas, semoga keinginan peternak untuk menjadikan kelahiran kembar pada sapi indukan atau betinanya dapat terwujud dan populasi sapi menjadi meningkat sesuai yang diharapkan. (Inang Sariati). Sumber : dari berbagai sumber