Loading...

MENGUSIR TIKUS DAN PENGGEREK BATANG DENGAN KENCING MANUSIA

MENGUSIR TIKUS DAN PENGGEREK BATANG DENGAN KENCING MANUSIA
Tikus dan penggerek batang menjadi hama utama pada tanaman padi. Petanipun tidak kehabisan akal untuk mengendalikan kedua jenis hama padi tersebut. Salah satu cara yang dilakukan petani Pinrang adalah mengusir tikus dengan bau urine manusia. System repelant memiliki prinsip yaitu menciptakan suasana yang tidak disukai oleh tikus lewat bau yang ditimbulkan oleh suatu bahan tambahan yang diberikan pada tanaman padi. Bahan bisa dibuat dari buah, daun atau rempah-rempah. Tapi bahan yang sudah dicoba dan terbukti ampuh yaitu urine manusia yang telah difermentasi dengan menggunakan EM4. Cara pembuatannya pun sangat mudah, yaitu setelah urine terkumpul sebanyak 1 liter lalu dicampur dengan air tajin sebanyak 1 liter dan ditambah EM4 sebanyak 250 ml. setelah itu difermentasi selama 7 hari. Aplikasinya yaitu untuk serangan ringan dengan mencampur Bio urine sebanyak 250ml / tangki (15 liter air) dan untuk serangan berat dosisnya bisa ditambah menjadi 500ml / tangki dan diulangi setiap 10 hari.Dari hasil aplikasi yang telah dilakukan, ternyata mampu menghentikan aktivitas makan hama tikus setelah dilakukan penyemprotan. Hasil fermentasi bio urine ini memiliki bau yang sangat pesing / tajam sehingga akan membuat hama tikus yang memiliki penciuman yang baik tidak betah lalu pergi. Bio urine ini juga mampu mengapus jejak tikus sehingga tikus tidak memiliki lagi petunjuk jalan dalam melakukan aktivitasnya. Seperti diketahui bahwa tikus akan selalu berjalan dengan rute yang sama yang mana sebelumnya telah ia tandai dengan bau urinenya sendiri.Selain hama tikus bio urine manusia juga mampu mengendalikan hama penggerek batang padi yang mana hama ini juga termasuk hama utama dengan tingkat kerusakan yang ditimbulkan juga sangat tinggi. Bio urine bekerja dengan cara mengacaukan system perkawinan ngengat penggerek batang. Ngengat jantan dan ngengat betina berkomunikasi dengan bau feromon sex yang dikeluarkan oleh betina, dengan dilakukannya penyemprotan bio urine yang memilki bau khas maka akan menutupi bau feromon sex betina sehingga tidak akan terjaadi perkawinan. (Mubarak Harun)