Loading...

MENINGKATKAN KOMPETENSI PENYULUH MELALUI KERJASAMA BP4K KAB.TABANAN DENGAN UNIVERSITAS UDAYANA

MENINGKATKAN KOMPETENSI PENYULUH MELALUI KERJASAMA BP4K  KAB.TABANAN DENGAN UNIVERSITAS UDAYANA
Universitas Udayana khususnya dari Fakultas Pertanian telah dikenal sebagai gudang intelektual dan gudang teknologi khususnya dalam bidang pertanian. Keberadaan lembaga pendidikan tinggi ini telah diakui melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan langsung dilapangan dalam memfasilitasi kelompok tani dalam menerapkan teknologi. Melalui hasil aplikasi teknologi tersebut masyarakat menjadi mengenal lembaga tersebut selain Penyuluh pertanian yang selalu mendampingi petani dalam kesehariannya. Saat ini fasilitasi yang sedang gencar dilakukan dari lembaga ini adalah usahatani untuk memproduksi BERAS SEHAT, yaitu beras hasil usahatani yang menggunakan sarana produksi dari bahan organik yaitu pupuk organik dan pestisida nabati, yang saat ini telah tersebar di beberapa Subak Sawah yang ada di Kabupaten Tabanan. Hal ini terus mengalami perkembangan dalam setiap tahunnya baik luas areal maupun produksinya, karena manfaat dari produksi beras sehat ini telah dirasakan. Bahkan beberapa petani sudah fanatik dengan produk ini, dan tidak mau mengkonsumsi beras lain selain beras sehat hasil produksinya sendiri. Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi dari program yang telah dicanangkan Pemerintah Kabupaten Tabanan yaitu "Gerbang Pangan Serasi" yaitu Gerakan Pembangunan dalam bidang pangan menuju Tabanan yang Sejahtera, Aman dan Berprestasi. Dalam rangka untuk meningkatkan motivasi kerja para penyuluh di Kabupaten Tabanan tentu sangat membutuhkan adanya penyegaran, yang bukan semata-mata hanya masalah teknis namun juga dalam memotivasi Penyuluh untuk meningkatkan prestasi. Sehubungan dengan hal tersebut BP3K Kecamatan Baturiti, melalui Badan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Tabanan mengadakan kerjasama dengan para pakar pertanian dari fakultas Pertanian Universitas Udayana, untuk memberi motivasi pada para penyuluh di Kabupaten Tabanan, walaupun secara keproyekan tidak tersedia dana secara khusus. Namun karena sama-sama memiliki komitmen untuk memajukan pertanian di Bali dan khususnya di Kabupaten Tabanan, maka dua Doktor pakar pertanian dari Universitas Udayana yaitu Dr. Ir. Gede Wijana, MS. dan Dr. Ir. Ni Luh Ketut Kartini, MS., rela selama lima (5) hari berturut-turut memberikan motivasi pada para Penyuluh di Kabupaten Tabanan, walaupun tanpa honor serupiah pun. Para doktor tersebut mengingatkan pada para Penyuluh bahwa pekerjaan penyuluhan bukan hanya menjadikan petani responsif terhadap inovasi tetapi juga menjadikan mereka berdaya, mampu memutuskan sendiri terkait usaha tani yang dilakukan dan mampu mencari alternatif sumber informasi selain dari Penyuluh. Dikatakan juga bahwa modal dasar agar sukses sebagai Penyuluh adalah mencintai profesi. Menurut mereka mencintai profesi merupakan langkah awal untuk meraih sukses dalam pekerjaan. Dikatakan juga sebagai Penyuluh diharapkan memiliki kecerdasan, kreatif dan inovatif yaitu dapat memikirkan apa yang jarang dipikirkan orang lain, memiliki kompetensi (kemampuan manajerial, penguasaan teknologi, komunikasi efektif kepada petani dan jaringan kerjanya, bermental wirausaha serta memiliki integritas (keteguhan seseorang dalam memegang nilai dan prinsip). Pada kesempatan tersebut disampaikan pula bahwa saat ini kesuburan tanah sudah sangat rendah, yang dicirikan dengan kandungan bahan organik tanah yang sangat rendah, yaitu + 1 %, padahal idealnya kandungan bahan organik tanah minimal 5 %. Untuk memenuhi kebutuhan ideal tersebut dibutuhkan sangat banyak pupuk organik, dan ini tentu sangat sulit dipenuhi. Oleh karena itu diharapkan Penyuluh mampu memotivasi petani untuk melakukan usaha tani secara terpadu dengan memanfaatkan limbah pertanian sebagai pupuk dan menggunakan pupuk kimia seminimal mungkin. Hal lain yang disampaikan dalam pertemuan tersebut adalah mengajak para penyuluh untuk menghayati setiap lirik pada lagu Mars Penyuluh Pertanian, karena pada setiap lirik lagu tersebut merupakan tugas-tugas Penyuluh dalam keseharian menjalankan tugasnya. Begitu juga terhadap isi dari "Sembilan Indikator Keberhasilan Penyuluhan"harus dipahami dan dihayati ( I Ketut Karta, SP., BP3K Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali).