Pendahuluan Dalam usaha agribisnis, pemasaran menjadi kunci utama agar produk pertanian dapat sampai ke pasar atau konsumen akhir. Pada kegiatan pemasaran, seringkali dijumpai rantai pemasaran yang panjang sehingga banyak pelaku pemasaran yang terlibat di dalamnya. Hal inilah yang menyebabkan tingginya akumulasi keuntungan yang diambil dari setiap pelaku pemasaran. Harga yang diterima petani sebagai produsen dan yang dibayarkan oleh konsumen akhir akan berbeda signifikan. Dalam hal ini, harga yang komoditas yang tinggi jarang sekali dinikmati oleh petani selaku produsen. Di sisi lain, para tengkulak dan pemodal besar menikmati keuntungan yang berlipat. Meningkatnya produksi komoditi pertanian tidak akan mempunyai arti jika produk-produk tersebut tidak dapat dipasarkan dengan baik atau memeroleh nilai pemasaran yang wajar bagi pendapatan petani. Dengan pendapatannya yang meningkat, maka para petani beserta keluarganya dapat membeli barang-barang lain yang diperlukan sesuai dengan kebutuhannya. Para petani dalam usaha meningkatkan pendapatannya selalu akan berhubungan pula dengan usaha-usaha perniagaan atau pemasaran. Agar para petani dalam memasarkan hasil usaha taninya tidak mengalami kerugian mereka harus dibekali dengan ilmu pengetahuan tentang pemasaran/perniagaan. Dalam hal ini mutlak harus dikuasai mereka, karena dalam dunia usaha mereka adalah sebagai produsen. Perbaikan pemasaran pada dasarnya adalah upaya perbaian posisi tawar produsen terhadap pedagang, pedagang terhadap konsumen, dan sebaliknya melalui perbaikan daya saing komoditas pertanian sehingga semua pihak memeroleh keuntungan sesuai kepentingannya masing-masing. Perbaikan pemasaran juga berarti persaingan memperebutkan keuntunga dalam perdagangan baik pada pasar domestik maupun Internasioanl secara adil dan transparan yang bebas dan kompetitif. Oleh karena itu, keberhasilan dalam perbaikan pemasaran akan memberikan dampak multifungsi terhadap pembangunan pertanian seperi menjadi penghela bagi peningkatan produksi, produktifitas dan kualitas produk pertanian, memperluas kesempatan kerja dan menjadi kunci utama upaya peningkatan pendapatan petani. Dengan kata lain perbaikan pemasaran merupakan merupakan ujung tombak revitalisasi pertanian saat ini. Analisa terhadap peluang atau kesempatan pemasaran dilakukan dengan mencari informasi tentang pasar konsumen maupun pasar bisnis, informasi tentang kondisi pesaing. Tahapan berikutnya adalah melakukan segmentasi pasar dan memilih pasar sasaran. Pembuatan strategi pemasaran merupakan penerapan strategi diferensiasi untuk pasar sasaran yang dipilihnya. Dalam merencanakan pemasaran ditetapkan besarnya biaya pemasaran, bauran pemasaran perlu dilakukan agar terjadi kesesuaian antara strategi pemasaran yang ada dengan penerapannya. Pemasaran Produk Pertanian Perkembangan dunia usaha pada dewasa ini ditandai dengan makin tajamnya persaingan. Oleh karena itu, peranan pemasaran menjadi semakin penting. Keberhasilan usaha suatu perusahaan ditentukan oleh keberhasilan pemasarannya. Pemasaran merupakan kunci keberhasilan usaha. Dalam pemasaran komoditi pertanian terdapat pelaku-pelaku ekonomi yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung. Proses pemasaran merupakan proses yang sedang dan terus berlangsung dan membentuk suatu sistem. Suatu sistem pemasaran tersusun atas beberapa sub-sistem yang saling berinteraksi satu sama lain, yang sangat menentukan hasil akhir dari suatu sistem itu sendiri. Pemasaran didefinisikan sebagai suatu runtutan kegiatan atau jasa yang dilakukan untuk memindahkan suatu produk dari titik produsen ke titik konsumen. Pemasaran termasuk kegiatan produktif karena menciptakan kegunaan, yaitu proses untuk menciptakan barang dan jasa yang lebih berguna. Secara umum petani mengeluhkan masalah sukarnya memasarkan produk yang mereka hasilkan, karena belum tersedianya fasilitas atau sarana penunjang yang tepat dan dapat membantu mereka dalam memasarkan produknya. Salah satu upaya terobosan yang dapat dilakukan dalam meningkatkan posisi tawar petani produsen adalah dengan menyediakan sarana pemasaran yang tepat bagi petani agar dapat memasarkan hasil pertaniannya secara langsung kepada konsumen yaitu melalui Pasar Tani. Berdasarkan uraian di atas, maka Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menganggap perlu untuk mengupayakan peningkatan penjualan komoditas pertanian di Kabupaten Tegal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menyelenggarakan pasar tani. Pasar tani diharapkan dapat berfungsi sebagai tempat pertemuan langsung antara prosusen dan konsumen akhir. Adanya pasar tani, diharapkan akan memperperpendek rantai pemasaran. Dengan demikian, bagi produsen dapat memeroleh kuntungan yang wajar sedangkan bagi konsumen akan mendapatkan barang yang dibutuhkan dengan harga yang relatif lebih murah jika dibandingkan dengan harga di pasaran. Pasar Tani Pasar Tani merupakan ajang pemasaran produk pertanian langsung dari petani atau gabungan kelompok tani. Pasar tani ini dapat memutus mata rantai penjualan, menjual produk segar dan olahan buah maupun sayuran berkualitas dengan harga kompetitif dan bersaing skala pasar retail maupun modern. Pasar tani merujuk kepada pasar yang khusus menjual komoditas hasil pertanian seperti sesayuran, bebuahan, hasil ternak baik berupa daging segar, telur, dan susu segar. Pasar Tani yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tegal dilaksanakan di Taman Teknologi Pertanian (TTP) Kesuben pada tanggal 27 Oktober 2022. Pasar Tani menjadi meriah setelah dikemas bersama dengan Pameran Penyediaan Layanan Pengembangan Usaha (PLPU) Agribisnis dan bazar pangan murah. Sebagaimana diuaraikan di atas, pasar tani menawarkan pangan murah dengan harga yang lebih murah bila dibandingkan dengan harga yang ada diu pasaran. Hal ini semakin meningkatkan minat masyarakat untuk membeli. Beberapa komoditas pangan murah di antaranya adalah beras medium yang dapat dibeli dengan harga Rp 46.000 /5 kilogram, cabai keriting Rp 25.000/kg, bawang merah Rp 25.000/kg, telur ayam Rp 10.000/15 butir dan daging ayam ras seharga Rp 20.000/paket (0,8 kg). Adanya Pasar Tani ini diharapkan petani selaku produsen komoditas pertanian dapat menjual produk pertaniannya dengan menetapkan harga jual yang wajar, bahkan dapat lebih murah bila dibandingkan dengan harga di pasar biasa, namun dapat tetap menguntungkan serta dapat meningkatkan pendapatannya secara berkelanjutan. Penumbuhan pasar tani ini diharapkan dapat menjadikan petani bersikap lebih responsif serta mempercepat proses pembangunan sosioekonomi masyarakat tani di Kabupaten Tegal. Pasar Tani ke depan diagendakan lebih sering untuk menciptakan dan menemukan pangsa pasar yang tepat untuk hasil pertanian yang ada di Kabupaten Tegal. Dengan begitu petani jadi punya akses pasar untuk mempromosikan dan memasarkan produk unggulan mereka pada konsumen. Di sisi lain memudahkan masyarakat mencari produk yang dibutuhkan dan digemari. Komoditas yang dijual di Pasar Tani merupakan produk segar maupun olahan yang dihasilkan di dalam negeri dari hasil pertanian termasuk hortikultura, meliputi sayuran termasuk jamur, buah, tanaman hias, tanaman obat/biofarmaka dalam bentuk segar dan olahannya. Pasar Tani ini lebih bermanfaat bagi petani hortikultura sayuran dan buah-buahan, karena pada umumnya bersifat cepat rusak atau harus dikonsumsi lebih cepat setelah dipanen. Gelar pasar tani disamping sebagai ajang pemasaran sekaligus upaya mengatasi fluktuasi harga yang terjadi di tingkat petani dan pelaku usaha sektor pertanian. Petani dan pelaku usaha harus konsisten menjaga kualitas mutu produk supaya mampu bersaing hingga luar daerah. Kesimpulan Pasar tani merupakan event yang sangat potensial untuk dilaksanakan secara berkelanjutan. Banyak manfaat dari penyelenggaraan pasar tani terutama bagi petani selaku produsen dan konsumen selaku pihak yang membutuhkan komoditas pangan yang aman, murah, terjangkau. Penyelenggaran pasar tani harus dilakukan tidak hanya sekali dalam setahun, akan tetapi dapat diselenggarakan lebih sering. Referensi: Atmaja, R. 2015. Mengembangkan Pasar Tani (online) https://tabloidsinartani.com/detail/indeks/mimbar-penyuluhan/1633-mengembangkan-pasar-tani. Dewi, I. K., Sudarso, A. P., Rachmawan, A., Sunardi, D., & Faisal, F. (2021). Meningkatkan Penjualan Hasil Pertanian Dengan Memanfaatkan Sosial Media Di Desa Cicalengka Kecamatan Pagedangan Kabupaten Tangerang–Banten. Dedikasi PKM, 2(3), 366-370. Raka, I. G. N. 2022. Pengantar Ilmu Pertanian: Tata Niaga Pertanian. (online) https://simdos.unud.ac.id/. Rokhlani Penyuluh Pertanian Madya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab. Tegal