Loading...

Meningkatkan Produksi Padi Dengan Aplikasi Pupuk Silika Cair

Meningkatkan Produksi Padi  Dengan Aplikasi Pupuk Silika Cair
Indonesia merupakan negara agraris yang beriklim tropis, namun ironisnya, masih banyak hasil pertanian yang saat ini diimpor dari negara lain. Bahkan bahan makanan pokok yang palin penting seperti beras. Ada beberapa faktor yang menyebabkan tingginya nilai impor bahan komoditas pangan, seperti semakin berkurangnya lahan pertanian, semakin tidak menentunya iklim, berkurangnya SDM dan kurangnya informasi ilmu pengetahuan terkini mengenai tanaman tersebut. Untuk mengatasi berbagai persoalan tersebut supaya indonesia bisa kembali swasembada pangan khususnya beras, perlu dilakukan beberapa inovasi, seperti pembukaan lahan pertanian baru, dan penerapan teknologi pertanian yang menyangkut rekayasa teknologi tanaman dan nutrisi. Nutrisi tanaman merupakan faktor yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan menjaga kestabilan hasil tanaman. Salah satu nutrisi yang penting dan sudah dilupakan petani di Indonesia adalah unsur hara Silika (Si). Pengaruh positif unsur hara Silika pada tanaman padi telah banyak dilaporkan diberbagai negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Cina, Korea Selatan, Taiwan dan India. Silika merupakan salah satu unsur hara yang dibutuhkan tanaman keluarga gramineae seperti tanaman padi, jagung, tebu dan tanaman lain yang bersifat akumulator silika. Terdapat di permukaan daun, batang, dan gabah (padi). Tanaman yang kekurangan Si menyebabkan ketiga organ tanaman tersebut kurang terlindungi oleh lapisan silikat yang kuat, akibatnya (1) daun tanaman lemah terkulai, tidak efektif menangkap sinar matahari, sehingga produktivitas rendah (2) penguapan air dari permukaan daun tinggi, sehingga tanaman cepat layu dan peka terhadap kekeringan, (3) daun dan batang menjadi peka terhadap serangan hama dan penyakit (4) tanaman mudah rebah, (5) kualitas gabah (padi) rendah karena serangan hama dan penyakit. Namun demikian, peran silika sebagai unsur hara yang dibutuhkan jenis tanaman tersebut belum mendapatkan perhatian secara serius. Meskipun bukan termasuk unsur hara esensial, silika dikenal sebagai unsur hara yang bermanfaat (beneficial element), terutama untuk tanaman padi, jagung dan tebu. Kebutuhan unsur hara silika pada tanaman keluarga gramineae tergolong tinggi, tanaman padi mengangkut silika 100-300 kg/Ha dan tanaman tebu mengangkut silika 500-700 kg/Ha dalam sekali panen. Besarnya kandungan silika yang diambil setiap kali panen tersebut mengakibatkan miskinnya unsur hara silika dalam tanah dan menyebabkan turunnya produktifitas tanaman tersebut. Dengan semakin intensifnya penanaman padi (2-3 kali setahun), maka akan semakin menguras unsur hara silika dalam tanah bila tanpa diimbangi upaya pengembalian unsur hara silika secara cepat dan efektif ke dalam tanah. Akibat Kekurangan Unsur Hara Silika (Si++) Tanaman padi mudah terserang penyakit (Potong Leher, Busuk Pelepah, Kresek) Tanaman padi mudah terserang hama wereng coklat (Nilaparvata Lugens) Tanaman padi mudah rebah Produksi rendah walau dengan penggunaan pupuk yang tinggi Tabel 1. Pupuk Silika Cair Kandungan Nama Dagang Dosis/ Konsentrasi Cara dan Waktu Aplikasi SiO2 19,90% Biomax 1 ml/L air 2 – 3 ml/L air Pencelupan akar bibit + 5 -10 detik saat pindah tanam Penyemprotan pada umur 20 HST, 45 HST, dan 65 HST admin_Joko Suharsono, SP_Murikah, SP